• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Minum Susu Sapi Tingkatkan Kadar Kolesterol?

Benarkah Minum Susu Sapi Tingkatkan Kadar Kolesterol?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Susu merupakan sumber makanan alami bagi mamalia. Beberapa jenis hewan dan manusia menghasilkan susu untuk memberi makan anak sampai mereka siap untuk menerima makanan padat. Inilah mengapa susu mengandung nutrisi berharga yang membantu mendukung pertumbuhan tubuh, termasuk kalsium dan protein.

Dietary Guidelines for American 2015-2020 merekomendasikan orang dewasa untuk mengonsumsi sekitar 3 cangkir produk susu rendah lemak atau bebas lemak setiap hari sebagai bagian dari diet yang sehat. Asupan ini termasuk susu, yoghurt, keju, dan susu kedelai.

Susu dan Kolesterol 

Namun, benarkah konsumsi susu sapi bisa meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah? Jika memang demikian, lantas apakah susu sapi masih menjadi produk yang direkomendasikan?

Baca juga: Intoleransi Laktosa pada Bayi, Ibu Harus Apa?

Susu sapi mengandung 146 kalori, 5 gram lemak jenuh, dan 24 miligram kolesterol dalam 1 cangkir. Ini adalah sumber protein dan nutrisi yang luar biasa, mengandung vitamin dan mineral esensial, dan menyediakan sepertiga dari asupan kalsium harian yang direkomendasikan. Tidak hanya itu, susu sapi juga mengandung potasium yang dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal PLoS One juga menemukan bahwa susu sapi organik mengandung lebih banyak asam lemak omega-3 anti-inflamasi daripada susu konvensional, yang penting karena omega-3 meningkatkan kesehatan jantung.

Namun, bila menyangkut tingkat kolesterol, produk susu dengan kandungan lemak yang tinggi dapat membuat masalah baru. Lemak jenuh dalam makanan akan meningkatkan kolesterol LDL atau kolesterol jahat, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, menurut American Heart Association. Jika kamu mengonsumsi susu sapi, kebanyakan dokter merekomendasikan versi rendah lemak atau tanpa lemak. Satu cangkir susu skim mengandung 83 kalori, tidak ada lemak jenuh, dan hanya mengandung 5 miligram kolesterol.

Baca juga: Susu Sapi atau Kedelai yang Paling Baik untuk Orang Dewasa?

Mengonsumsi Susu Pengganti Susu Sapi

Tidak perlu khawatir jika kamu tidak bisa mengonsumsi susu sapi karena kandungan kolesterolnya yang tinggi. Ada beberapa pilihan alternatif yang bisa kamu coba sebagai penggantinya, yaitu:

  • Susu Kedelai 

Susu kedelai mengandung 80 kalori dan hanya 2 gram lemak per porsi 1 cangkir. Oleh karena berasal dari tumbuhan, susu kedelai tidak memiliki kolesterol dan hanya sedikit lemak jenuh. Susu kedelai juga mengandung 7 gram protein per porsi yang sangat bagus untuk diet jantung sehat. Dua puluh lima gram protein kedelai per hari, seperti yang ditemukan dalam susu kedelai dan tahu, juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. 

Hal ini mungkin tidak hanya disebabkan oleh proteinnya, tetapi juga karena tingginya kadar lemak tak jenuh ganda, mineral, vitamin, dan serat dari kedelai, serta rendahnya kadar lemak jenuhnya. Namun, pastikan tidak ada gula tambahan dan telah diperkaya dengan kalsium.

Baca juga: Ketahui Manfaat Susu Soya untuk Anak

  • Susu Almond

Susu almond tanpa pemanis mengandung antara 30 dan 40 kalori per porsi 1 cangkir dan tidak memiliki lemak jenuh. Oleh karena termasuk susu nabati, susu ini juga tidak mengandung kolesterol. Versi yang difortifikasi mengandung jumlah vitamin D yang sama dengan susu sapi skim, dan beberapa merek bahkan mengandung kalsium hingga 50 persen lebih banyak. 

Susu almond juga mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang dapat menurunkan kolesterol LDL, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kognisi (fungsi otak). Sayangnya, susu almond juga rendah protein dibandingkan dengan susu sapi dan susu alternatif lainnya, sehingga menjadi pilihan yang kurang ideal. Pastikan kamu mengonsumsi susu almond tanpa pemanis untuk menjaga kesehatan jantung.

Jangan lupa untuk rutin mengecek kolesterol dalam darah sehingga kamu bisa mengetahui kadarnya setiap saat. Jika kamu ingin melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di rumah sakit terdekat, gunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji sehingga berobat tak perlu lagi mengantre.



Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2021. 9 Best and Worst Milks for Your Cholesterol Levels.
Medical News Today. Diakses pada 2021. What to know about milk.
Benbrook, Charles M., et al. 2013. Diakses pada 2021. Organic Production Enhances Milk Nutritional Quality by Shifting Fatty Acid Composition: A United States–Wide, 18-Month Study. PLoS ONE 8(12): e82429.