• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Miom Menjadi Penyebab Haid Tidak Teratur?

Benarkah Miom Menjadi Penyebab Haid Tidak Teratur?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Miom Menjadi Penyebab Haid Tidak Teratur?

Halodoc, Jakarta – Setiap wanita yang sudah memasuki masa pubertas akan mengalami menstruasi setiap bulannya. Normalnya, siklus menstruasi wanita terjadi setiap 28 hari, namun hal ini bisa bervariasi pada tiap wanita. Kadang-kadang, haid bisa datang lebih cepat atau lebih lambat beberapa hari dari siklus. 

Namun, bila siklus haid kamu terjadi lebih dari 35 hari atau durasinya terus berubah-ubah, itu artinya haid kamu tidak teratur. Haid yang tidak teratur tidak selalu menandakan adanya masalah, namun ada baiknya kamu tetap mewaspadai kondisi tersebut. Haid tidak teratur katanya bisa menjadi salah satu gejala dari miom. Benarkah demikian? 

Baca juga: Kaum Hawa Perlu Tahu Jenis-jenis Miom di Rahim

Apa Itu Miom?

Miom atau disebut juga fibroid rahim adalah tumor jinak yang berkembang di dalam atau di sekitar rahim. Tumor ini seringkali muncul di masa subur dan hampir tidak pernah berkembang menjadi kanker maupun meningkatkan risiko kanker rahim.

Ukuran miom bervariasi, mulai sebesar benih yang tidak terdeteksi oleh mata hingga massa besar yang bisa merusak dan memperbesar rahim. Seorang wanita bisa memiliki satu atau beberapa miom. Pada kasus yang ekstrem, beberapa miom yang muncul bisa membuat rahim membesar hingga mencapai tulang rusuk dan menambah berat badan.

Miom adalah kondisi yang umum terjadi di antara wanita dewasa. Banyak wanita memiliki miom selama hidup mereka, namun kebanyakan dari mereka tidak menyadarinya, karena miom seringkali tidak menimbulkan gejala. Miom sering kali tidak disengaja ditemukan oleh dokter saat pemeriksaan panggul atau USG prenatal.

Dampak Miom pada Siklus Menstruasi

Kebanyakan wanita yang memiliki miom tidak mengalami gejala apapun. Gejala miom biasanya dipengaruhi oleh lokasi, ukuran dan jumlah tumor tersebut. Bila menimbulkan gejala, pertumbuhan miom pada rahim bisa menyebabkan haid tidak teratur. 

Haid tidak teratur tidak hanya ditandai dengan siklus menstruasi yang lebih lama atau lebih singkat saja. Durasi menstruasi yang berubah-ubah atau perubahan aliran darah saat menstruasi juga dianggap haid tidak teratur. Nah, wanita yang memiliki miom bisa mengalami perdarahan menstruasi yang berat (menoragia), periode menstruasi yang berlangsung lebih dari seminggu, atau perdarahan vagina di antara menstruasi. 

Selain itu, miom juga bisa menyebabkan gejala-gejala berikut:

  • Tekanan atau nyeri panggul.
  • Sering buang air kecil.
  • Kesulitan mengosongkan kandung kemih.
  • Sembelit.
  • Sakit punggung atau kaki.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.

Jadi, bila kamu mengalami haid tidak teratur yang dicurigai sebagai gejala miom, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Kamu bisa menemui dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau dokter kandungan bila mengalami masalah atau gangguan menstruasi. Sekarang, berobat ke dokter lebih praktis dan mudah dengan buat janji di rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Siklus Menstruasi Tak Teratur? Awasi 5 Penyakit Ini

Kapan Harus ke Dokter?

Pada kasus yang jarang terjadi, miom juga bisa menimbulkan gejala yang parah yang perlu mendapatkan penanganan medis secepatnya. Kamu dianjurkan untuk segera menemui dokter bila mengalami gejala-gejala berikut:

  • Nyeri panggul yang tidak kunjung sembuh.
  • Periode menstruasi yang terlalu berat, berkepanjangan, atau menyakitkan.
  • Bercak atau perdarahan antar periode menstruasi.
  • Kesulitan mengosongkan kandung kemih.
  • Penurunan jumlah sel darah merah (anemia) tanpa alasan yang jelas.

Segera cari pengobatan medis bila kamu mengalami perdarahan vagina yang parah atau nyeri panggul tajam yang muncul tiba-tiba. 

Pengobatan untuk Menangani Miom

Bila tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan gejala ringan, miom tidak perlu diobati. Dokter biasanya hanya akan menyarankan kamu untuk memantau gejala-gejalanya saja. Miom bersifat jinak atau non-kanker. Tumor ini tumbuh dengan lambat atau malah tidak berkembang sama sekali, dan cenderung menyusut setelah menopause.

Namun, bila miom terus bertambah besar dan kamu mengalami nyeri atau perdarahan yang tidak normal, dokter akan menentukan pengobatan yang paling tepat untuk kamu berdasarkan usia, gejala, dan karakteristik fibroid.

Berikut ini pilihan pengobatan untuk miom:

  • Obat agonis GnRH, yang akan membuat menstruasi berhenti, miom menyusut, dan anemia membaik.
  • Progestin-releasing intrauterine device (IUD). Pengobatan ini bisa meredakan perdarahan hebat yang disebabkan oleh fibroid.
  • Asam traneksamat, untuk meringankan periode menstruasi yang berat.
  • Kontrasepsi oral, untuk membantu mengontrol perdarahan menstruasi, namun tidak mengurangi ukuran miom.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), efektif untuk meredakan nyeri akibat miom.

Baca juga: Mengidap Miom Uteri, Coba Konsumsi Buah dan Sayuran Ini

Itulah penjelasan mengenai miom yang bisa menjadi penyebab haid tidak teratur. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga untuk membantu kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. What you need to know about irregular periods.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Uterine fibroids.
Health Grades. Diakses pada 2021. Myoma (Fibroid).