Menoragia

ARTIKEL TERKAIT

Pengertian Menoragia

Menoragia adalah kondisi ketika terjadi perdarahan haid dalam jumlah yang banyak (>80ml darah) dan/atau durasi yang bertambah lama (>7hari) pada interval haid yang normal.

 

Gejala Menoragia

Perdarahan haid lebih banyak dari normal, atau lebih lama dari normal (lebih dari 7 hari). Namun riwayat pasien yang detail penting dan harus mencakup pertanyaan tentang hal-hal berikut:

  • Kehamilan (penyebab paling umum dari perdarahan tidak teratur pada wanita usia reproduksi).
  • Kuantitas dan kualitas perdarahan.
  • Usia.
  • Nyeri dan patologi panggul.
  • Pola mens dari menarche.
  • Aktivitas seksual.
  • Penggunaan kontrasepsi (intrauterine device [IUD] atau hormon).
  • Hirsutisme (sindrom ovarium polikistik [PCOS]).
  • Galaktorea (tumor hipofisis).
  • Penyakit sistemik (gagal hati atau ginjal atau diabetes).
  • Gejala disfungsi tiroid.
  • Memar yang berlebihan atau gangguan pendarahan yang diketahui.
  • Obat saat ini (hormon atau antikoagulan).
  • Prosedur atau diagnosa medis atau bedah sebelumnya.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Menoragia

Kelainan ini dapat disebabkan oleh luka, karsinoma korpus uteri, peradangan, hormonal,hipofisis, psikis, neurogoen, tumor atau ovarium yang polikistik, polip endometrium, mioma uteri, dan kelainan gizi, metabolik, penyakit akut maupun kronis.

Menoragia mungkin terjadi disertai dengan suatu kondisi organik uterus, atau terjadi tanpa ada kelainan yang nyata pada uterus. Hal ini disebut perdarahan uterus disfungsional, dengan kata lain disebabkan oleh perubahan endokrin atau pengaturan endometrium lokal pada menstruasi.

Terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan siklus menstruasi pada wanita usia reproduktif menjadi ireguler termasuk kehamilan, penyakit endokrin dan juga kondisi medik. Semua faktor ini berhubungan dengan pengaturan fungsi endokrin hipotalamik-pituitary.

 

Diagnosis Menoragia

Diagnosis dari menoragia dan penyebabnya dapat ditentukan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan laboratorium seperti darah lengkap, pemeriksaan kadar besi serum, faktor koagulasi, level hormon human chorionic gonadotropin (hCG), tes fungsi tiroid, dan hormonal lainnya. Serta pencitraan untuk membantu menegakkan diagnosis berupa ultrasonografi panggul, sonohysterography (sonografi saline-infus), Papanicolaou (Pap) smear, histeroskopi, hingga biopsi endometrium (EMB).

 

Penanganan Menoragia

Terapi harus disesuaikan dengan penyebab menoragia pada pasien (misalnya usia, penyakit medis bersama, riwayat keluarga, dan keinginan untuk kesuburan). Obat-obatan yang dapat diberikan, yaitu :

  1. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID): Terapi medis lini pertama untuk menorrhagia ovulasi
  2. Pil kontrasepsi oral (OCPs).
  3. Progestin: Obat yang paling sering diresepkan untuk menoragia.
  4. Levonorgestrel intrauterine system.
  5. Agonis hormon Gonadotropin-releasing (GnRH).
  6. Danazol.
  7. Estrogen terkonjugasi.
  8. Asam traneksamat.
  9. Manajemen bedah telah menjadi standar pengobatan dalam menoragia ketika penyebabnya organik atau ketika terapi medikamentosa gagal untuk mengurangi gejala.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika kamu mengalami gejala-gejala dari menoragia, jangan hanya didiamkan. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.