• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Pengidap Skizofrenia Punya Kepribadian Ganda?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Pengidap Skizofrenia Punya Kepribadian Ganda?

Benarkah Pengidap Skizofrenia Punya Kepribadian Ganda?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 20 Januari 2022

“Skizofrenia merupakan kondisi kesehatan kejiwaan yang menggambar kesulitan pengidapnya untuk membedakan antara kenyataan dan khayalan. Lalu, benarkah pengidap skizofrenia juga memiliki kepribadian ganda?”

Benarkah Pengidap Skizofrenia Punya Kepribadian Ganda?

Halodoc, Jakarta – Ketika serangan terjadi, pengidap skizofrenia akan mendengar atau melihat sesuatu yang kenyataannya tidak pernah ada atau hanya halusinasi belaka. Terjadinya perubahan terhadap perilaku pengidap ketika serangan muncul membuat tak sedikit orang beranggapan bahwa mereka memiliki kepribadian ganda. Lantas, benarkah demikian?

Benarkah Pengidap Skizofrenia Punya Kepribadian Ganda?

Skizofrenia merupakan masalah kesehatan jiwa yang mengakibatkan seseorang tidak mampu membedakan hal yang nyata dan khayalan. Tak hanya itu, mereka yang mengalami kondisi ini juga mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi, memahami sesuatu, memiliki daya ingat yang lemah, dan tidak mampu berpikir dengan jernih. 

Suatu survei yang dilaksanakan oleh National Alliance on Mental Illness atau NAMI menunjukkan, terdapat sekitar 64 persen orang dengan gejala penyakit skizofrenia yang merasa bahwa diri mereka punya lebih dari satu kepribadian. Meski demikian, ternyata hal ini tidak sepenuhnya benar. 

Sebenarnya, skizofrenia mengacu pada masalah yang terjadi pada reseptor sensorik atau indra dalam otak, dan tidak berpengaruh pada kepribadian seseorang. Semua hal yang kamu lihat, dengar, sentuh, dan rasa diproses dalam otak melalui sel khusus yang dinamakan reseptor sensorik. Reseptor tersebut akan menerima semua informasi dari indra pendengaran, sentuhan, dan penglihatan. 

Selanjutnya, semua informasi tadi disalurkan menuju otak berupa sinyal. Sayangnya, pengidap skizofrenia mengalami kekeliruan yang berkaitan dengan penerimaan sinyal pada otak. Hal tersebut mengakibatkan munculnya halusinasi yang memicu pengidap dalam tindakan dan perilakunya. Terjadinya perubahan pada perilaku pengidap skizofrenia bukan diartikan bahwa mereka punya kepribadian ganda, melainkan respons tubuh karena terjadinya halusinasi. 

Kepribadian Ganda Berbeda dengan Skizofrenia

Skizofrenia melibatkan banyak masalah yang berkaitan dengan kemampuan bertindak, emosi, dan berpikir. Gejala yang muncul bisa ringan, tetapi juga bisa berat, bergantung pada seberapa buruk kondisi dan pengobatan yang sudah dilakukan oleh pengidapnya. Adapun gejala skizofrenia yang sering ditemui, yaitu: 

  • Mengalami halusinasi, yaitu merasakan, mendengar, atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. 
  • Mengalami delusi, kondisi saat apa yang diyakini sebenarnya tidak sesuai dengan kenyataan. 
  • Mengalami gangguan dalam menunjukkan emosi dan mengekspresikan diri. 
  • Kesulitan berpikir jernih.
  • Mengalami masalah motorik, seperti melakukan gerakan yang terasa berlebihan atau postur tubuh yang tidak biasa. 

Berbagai gejala yang sering terjadi ternyata tidak ada yang menunjukkan bahwa pengidap skizofrenia mengalami perubahan pada kepribadian, atau memiliki kepribadian yang lebih dari satu. Jadi, sebenarnya kepribadian ganda lebih berfokus pada masalah disosiatif. Gangguan ini ditandai dengan adanya dua kepribadian atau lebih yang bisa mendominasi perilaku seseorang secara bergantian. 

Kondisi ini umumnya paling rentan terjadi pada orang-orang dengan riwayat trauma masa lalu yang buruk. Meski tidak menjadi gejala dari penyakit skizofrenia, kepribadian ganda yang tidak ditangani bisa membuat kondisi otak pengidap skizofrenia bertambah buruk. Bahkan, tanpa adanya penanganan, masalah kesehatan jiwa tersebut bisa memicu munculnya banyak gangguan kejiwaan lainnya. Misalnya seperti gangguan kecemasan, OCD, depresi, dan masalah disosiatif. 

Meski begitu, gejala skizofrenia sebenarnya bisa ditangani dengan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dan menjalani terapi. Tak hanya itu, dukungan penuh dari keluarga, teman, dan orang sekitar juga sangat diperlukan untuk mendukung kesembuhan pengidap, serta membuat mereka punya kualitas hidup yang lebih baik. 

Yuk, dukung mereka mendapatkan pengobatan yang tepat. Caranya dengan download aplikasi Halodoc, lalu memanfaatkan fitur pharmacy delivery untuk memudahkan mereka mendapatkan obat yang diresepkan dokter oleh dokter, tanpa harus keluar rumah. 

Referensi: 
Livescience. Diakses pada 2022. Do People With Schizophrenia Really Have Multiple Personalities?
Everyday Health. Diakses pada 2022. Does Schizophrenia Mean Split Personality?
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Schizofrenia. 
NAMI. Diakses pada 2022. Schizofrenia: Public Attitude and Personal Needs.