Benarkah Pola Hidup Bisa Berisiko Mengidap Meningioma?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Pola Hidup Bisa Berisiko Mengidap Meningioma?

Halodoc, Jakarta – Meningioma terjadi karena ada pembentukan tumor pada meninges, yaitu selaput pelindung otak dan tulang belakang. Jenis tumor yang satu ini biasanya muncul di otak, tetapi juga bisa ditemukan pada tulang belakang. Sayangnya, kondisi ini sering terjadi tanpa menunjukkan gejala selama bertahun-tahun, sehingga sering terlambat diidentifikasi. 

Hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab meningioma bisa muncul. Namun, pola hidup ternyata bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Pasalnya, salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini adalah kelebihan berat badan alias obesitas. Kebanyakan obesitas terjadi karena pola hidup yang dijalani tidak sehat. 

Baca juga: Penanganan yang Bisa Dilakukan pada Pengidap Meningioma

Faktor Risiko Meningioma yang Perlu Diketahui 

Masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab seseorang bisa mengalami meningioma. Namun, ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit ini, salah satunya mengalami kelebihan berat badan alias obesitas. Maka dari itu, tidak salah jika dikatakan bahwa pola hidup bisa menjadi pemicu penyakit ini menyerang. 

Pada dasarnya, meningioma tergolong tumor jinak yang berkembang sangat lambat. Hal itu yang menyebabkan meningioma jarang menimbulkan gejala sampai waktu yang cukup lama. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele sama sekali. 

Meningioma yang tidak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan dampak serius, terutama pada jaringan otak, saraf, dan pembuluh darah. Pada tingkat yang parah, penyakit ini bisa menyebabkan kecacatan yang serius. 

Baca juga: Kelompok Usia yang Rentan Terserang Meningioma

Pola hidup yang tidak sehat menjadi salah satu penyebab tersering seseorang mengalami obesitas. Kelebihan berat badan alias obesitas menjadi salah satu faktor yang bisa memicu berbagai penyakit, termasuk meningioma. Maka dari itu, menjalani pola hidup yang sehat bisa menjadi cara paling ampuh untuk mencegah serangan penyakit. 

Selain pola hidup tidak sehat, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini menyerang. Meningioma disebut lebih rentan menyerang pria dibanding wanita. Hal itu disebut berkaitan dengan kondisi hormon yang ada pada tubuh wanita. Selain itu, risiko penyakit ini juga bisa meningkat karena gangguan kesehatan dan pengobatan tertentu yang sedang dijalani. 

Meningioma rentan menyerang orang yang pernah atau sedang menjalani radioterapi. Meningioma disebut lebih mengintai orang yang pernah menjalani radioterapi di bagian kepala. Gangguan kesehatan tertentu pun dapat menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami tumor meningioma dibandingkan orang lainnya. 

Orang yang mengidap penyakit neurofibromatosis tipe 2 disebut memiliki risiko mengalami meningioma. Neurofibrosis tipe 2 merupakan kelainan genetik yang mengakibatkan pertumbuhan tumor di berbagai jaringan saraf. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika merasa mengalami gejala-gejala menyerupai meningioma atau penyakit lain. 

Jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat, meningioma bisa berkembang dan menimbulkan komplikasi. Ada berbagai jenis komplikasi yang bisa muncul akibat penyakit ini, di antaranya kesulitan konsentrasi, kejang, gangguan ingatan, hingga perubahan kepribadian. Penanganan segera bisa membantu mengatasi tumor dan mencegah munculnya komplikasi-komplikasi tersebut. 

Baca juga: Alasan Meningioma Lebih Mudah Menyerang Wanita Dibandingkan Laki-Laki

Jika ragu dan mau tahu apa penyebab gejala-gejala yang tengah dialami, kamu bisa coba bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Sampaikan apa saja gejala awal yang muncul atau kamu bisa bertanya seputar penyakit meningioma. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Drugs. Diakses pada 2020. Meningioma.
WebMD. Diakses pada 2020. Meningioma.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Meningioma.