Benturan Bisa Sebabkan Hematoma, Ini Komplikasinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benturan Bisa Sebabkan Hematoma, Ini Komplikasinya

Halodoc, Jakarta - Rusaknya dinding pembuluh darah akan menyebabkan bocornya darah ke jaringan tubuh lain, sehingga mengakibatkan terjadinya penumpukan darah yang tidak normal yang terjadi di luar pembuluh darah. Penumpukan darah ini bisa berukuran kecil, tetapi bisa juga sangat besar dan menyebabkan terjadinya pembengkakan yang serius. Mungkin, kamu lebih akrab menyebut kondisi ini dengan lebam, memar atau kulit membiru. 

Hematoma, begitu istilah medisnya, adalah kondisi yang sangat serius ketika penumpukan darah telah membesar dan menimbulkan pembengkakan. Hematoma membutuhkan penanganan medis segera karena berpotensi memicu komplikasi. Berbeda dengan memar dan lebam yang mengarah pada kondisi yang cukup ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya. 

Benturan Bisa Sebabkan Hematoma

Trauma adalah penyebab terjadinya hematoma yang paling utama. Benturan keras atau cedera ketika kecelakaan turut sebabkan hematoma. Namun, tidak hanya itu, trauma lain yang bisa sebabkan hematoma termasuk bersin yang terlampau keras atau lengan maupun kaki yang terkilir atau terpelintir tiba-tiba. 

Baca juga: Hati-Hati Risiko Hematoma yang Berbahaya untuk Kesehatan

Ketika terjadi kerusakan pada pembuluh darah, maka darah mengalami pembekuan atau koagulasi. Semakin besar terjadi perdarahan, gumpalan darah yang terbentuk pun semakin besar. Selain itu, aneurisma, jenis pengobatan tertentu, dan penyakit tertentu bisa dikaitkan dengan terjadinya hematoma. 

Ketika kamu mengalami hematoma, gejala awal yang mudah dikenali adalah kulit yang tampak merah kebiruan dan terasa lebih sensitif serta hangat ketika disentuh. Pada kasus yang cukup serius, timbul rasa nyeri dan pembengkakan pada area yang mengalami infeksi. Kamu mungkin bisa melakukan pengobatan rumahan, tetapi terkait hematoma, sebaiknya segera buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat agar kamu bisa cepat mendapatkan penanganan. 

Baca juga: Mirip Memar Kemerahan, Ketahui Fakta Hematoma

Pengobatan dan Komplikasi Hematoma

Pemeriksaan yang dilakukan terkait kondisi hematoma meliputi pemeriksaan fisik pada area yang mengalami hematoma. Jika hematoma tidak terlihat, dokter melakukan pemeriksaan dengan cara pemindaian, seperti menggunakan CT Scan untuk melihat atau mengidentifikasi adanya hematoma pada otak atau di bagian dalam perut. Biasanya, pemeriksaan penunjang seperti rontgen juga dilakukan untuk mengidentifikasi adanya fraktur yang menyebabkan terjadinya hematoma. 

Pengobatan untuk hematoma dilakukan berdasarkan lokasi hematoma, tingkat keparahan, dan kondisi bagian tubuh yang mengalami hematoma. Jika hematoma muncul pada kulit dan jaringan lunak, kamu disarankan untuk banyak beristirahat, mengompres area yang terinfeksi dengan es, membalut dan melakukan penekanan untuk menghentikan perdarahan, dan memosisikan area yang terkena lebih tinggi dari jantung. Jika dibutuhkan, dokter meresepkan obat untuk meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan. Pada beberapa kasus, hematoma harus ditangani dengan pembedahan atau operasi.

Baca juga: Bagaimana Mencegah Memar Hematoma?

Peradangan dan pembengkakan sangat umum terjadi pada pasien yang mengalami hematoma. Namun, keduanya bisa memicu terjadinya komplikasi yang terbilang serius, termasuk iritasi yang menyerang organ dan jaringan pada tubuh, infeksi sebagai akibat dari koloni bakteri yang muncul pada area penumpukan darah, dan kerusakan otak yang bersifat permanen apabila hematoma terjadi pada rongga kepala. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa mengakibatkan kelumpuhan dan penurunan kesadaran yang berujung pada kematian. 


Referensi: 
MediciNet. Diakses pada 2019. Hematoma. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hematoma.
eMedicinehealth. Diakses pada 2019. Hematoma.