Berakibat Fatal, Hipotermia Tidak Bisa Diatasi dengan Hubungan Intim 

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Berakibat Fatal, Hipotermia Tidak Bisa Diatasi dengan Hubungan Intim 

Halodoc, Jakarta – Media sosial tengah diramaikan dengan pemberitaan mengenai pendaki perempuan yang disetubuhi saat mengalami hipotermia. Kejadian itu disebut terjadi di atas gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dari cerita yang beredar, hubungan intim tersebut dilakukan untuk mengatasi hipotermia dan menyelamatkan nyawa pendaki perempuan. Namun ternyata, hal itu tidak sepenuhnya benar, lho! 

Hipotermia adalah kondisi yang bisa menyerang seseorang yang tengah mendaki gunung. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35 derajat Celsius, pada kondisi normal suhu tubuh manusia adalah 37 derajat Celsius. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele sama sekali, sebab hipotermia bisa mengganggu fungsi sistem saraf dan organ tubuh lainnya. Salah kaprah terhadap cara mengatasi hipotermia adalah hal yang dihindari agar komplikasi berbahaya tidak terjadi. 

Baca juga: Jangan Diabaikan, Hipotermia Bisa Sebabkan Kematian

Hubungan Intim Bukan Cara Mengatasi Hipotermia 

Dalam postingan yang viral tersebut, dikatakan bahwa hubungan badan yang dilakukan bertujuan untuk menjaga dan membuat suhu tetap hangat. Sebenarnya, mengatasi hipotermia memang harus dilakukan dengan cara mengembalikan suhu tubuh dengan normal tapi bukan dengan bersetubuh. Salah melakukan pertolongan hipotermia malah bisa menyebabkan gagal jantung, gangguan sistem pernapasan, hingga kehilangan nyawa alias kematian.

Kondisi hipotermia terjadi akibat ada ketidakseimbangan antara panas yang dihasilkan tubuh dengan yang tidak dikeluarkan. Panas yang dihasilkan tubuh tidak sebanyak panas yang hilang. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini, salah satunya adalah terlalu lama berada di tempat dingin, misalnya gunung. Selain itu, hipotermia juga bisa disebabkan karena terlalu lama mengenakan pakaian basah atau terlalu lama berendam di dalam air

Hipotermia bisa menyerang siapa saja, tetapi risiko menjadi lebih tinggi pada orang yang sedang kelelahan, dan mengalami hipotiroidisme, radang sendi, stroke, diabetes, dan penyakit Parkinson. Gejala yang muncul sebagai tanda penyakit ini pun bisa beragam, tergantung pada tingkat keparahannya. Namun secara umum, hipotermia bisa ditandai dengan kulit pucat dan terasa dingin saat disentuh, mati rasa, menggigil, respon menurun, kesulitan berbicara, kaku dan sulit bergerak, penurunan kesadaran, hingga debaran jantung melambat. 

Baca juga: Bukan Hanya Udara Dingin, Ini Penyebab Lain Hipotermia

Ada beberapa pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk menangani hipotermia. Jika pengidap hipotermia masih bernapas dan denyut nadi masih ada, coba lakukan beberapa cara ini: 

  • Pindahkan ke tempat yang lebih kering dan hangat, lakukan pemindahan dengan hati-hati karena gerakan berlebih bisa memicu denyut jantung berhenti. 

  • Ganti pakaian yang basah dengan pakaian yang lebih kering dan hangat. Tambah kehangatan dengan menutupi tubuhnya dengan selimut atau mantel tebal. 

  • Jika memungkinkan, berikan minuman hangat dan manis. 

  • Kompres hangat dan kering di bagian tubuh tertentu, tujuannya untuk menghangatkan tubuh pengidap hipotermia. Letakkan kompres di leher, dada, dan selangkangan. 

  • Jika dibutuhkan kontak penolong bisa mencoba untuk memeluk pengidap hipotermia, lakukan hal itu di dalam selimut atau kain tebal agar lebih hangat dan suhu tubuh lebih cepat meningkat. 

Sebagai penolong, pastikan untuk mencatat atau memperhatikan semua hal yang dialami selama hipotermia terjadi. Hal itu berguna sebagai “laporan” saat pengidap hipotermia mendapat pertolongan medis setelah turun gunung atau saat kondisi membaik. Jika hipotermia terjadi mendadak, dan di tempat yang memungkinkan, kamu bisa menghubungi dokter untuk meminta bantuan dalam memberi pertolongan pertama. 

Baca juga: Jangan Disepelekan, Kenali Komplikasi Akibat Hipotermia

Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat melalui aplikasi Halodoc. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips mengatasi hipotermia dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!