• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Bayi Tabung?

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Bayi Tabung?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Bayi tabung dipahami sebagai proses “menciptakan” kehamilan dengan cara menggabungkan sel telur dan sperma di luar tubuh. Untuk melakukan prosedur ini, sel telur akan diambil dari calon ibu kemudian dibuahi. Setelah itu, sel telur yang sudah dibuahi akan dipindahkan ke dalam rahim wanita yang nantinya akan menjadi kehamilan. 

Meski terdengar sederhana, proses bayi tabung nyatanya jauh lebih sulit dan melibatkan persiapan yang cukup panjang. Bayi tabung alias in vitro fertilization (IVF) sering menjadi pilihan bagi pasangan yang ingin segera memiliki anak. Prosedur ini juga membutuhkan proses yang matang. Lantas, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjalani program bayi tabung sampai menghasilkan kehamilan? 

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Bayi Tabung

Proses Bayi Tabung yang Perlu Diketahui  

Karena persiapan panjang yang harus dilakukan, bayi tabung menjadi program yang memiliki harga cukup tinggi. Pasangan yang ingin menjalani proses ini harus merogoh kocek cukup dalam. Umumnya, bayi tabung menjadi pilihan bagi pasangan yang ingin segera memiliki anak. Prosedur ini juga sering menjadi harapan bagi pasangan yang sudah lama menikah dan sudah mencoba berbagai cara, tetapi masih belum mendapatkan momongan. 

Pada bayi tabung, kehamilan yang terjadi diawali dengan pembuahan sel telur oleh sperma. Namun, pembuahan dilakukan di luar tubuh, yaitu di dalam sebuah tabung. Pembuahan di luar rahim dilakukan dalam sebuah laboratorium berteknologi tinggi. Proses ini bertujuan untuk mengawinkan sperma dan sel telur di dalam sebuah cawan khusus yang berisi medium tertentu. Sebelum proses pembuahan dimulai, petugas akan meminta sperma dari calon ayah. 

Nantinya, sperma tersebut akan digunakan untuk membuahi. Sebelum proses pembuahan dilakukan, petugas laboratorium akan memilih sperma terbaik, sehingga bisa meningkatkan peluang kehamilan terjadi. Memilih sperma yang berkualitas juga bisa membantu agar kehamilan yang dijalani tetap lancar. Sperma akan dicuci dan diperiksa di laboratorium. Setelah sperma dipastikan baik, akan terlebih dahulu dicoba melakukan inseminasi, yaitu proses memasukkan sperma tersebut langsung ke dalam rahim ibu. 

Baca juga: Begini Proses Kehamilan dengan Bayi Tabung

Jika sudah tiga kali percobaan tetap gagal, maka proses inseminasi akan dihentikan. Baru setelah itu dokter akan melanjutkan program bayi tabung dengan mengambil beberapa sel telur ibu untuk dibuahi di laboratorium. Setelah pengambilan sel telur, dalam tiga sampai lima hari, proses dilanjutkan dengan inkubasi untuk memantau terjadinya pembuahan norma hingga membentuk embrio.

Selama proses ini, calon ibu akan disuntikkan hormon-hormon tertentu dan diminta untuk mengonsumsi obat khusu. Jika pembuahan berhasil, embrio akan kembali ditanamkan ke dalam rahim ibu. Setelah dua minggu, calon ibu disarankan untuk melakukan pemeriksaan dan mengetahui apakah kehamilan berhasil atau tidak. Jika pembuahan atau bayi tabung berhasil, calon ibu akan menjalani proses hamil seperti perempuan pada umumnya, yaitu 9 bulan 10 hari. 

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses bayi tabung. Selama menjalani proses bayi tabung, biasanya calon ibu akan disarankan untuk menjaga kondisi tubuh sebaik mungkin, mulai dari menjalani pola hidup sehat, menjaga kandungan, konsumsi vitamin, serta rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. 

Baca juga: Inilah Proses Bayi Tabung yang Perlu Diketahui

Cari tahu lebih lanjut mengenai program bayi tabung atau hal-hal lain yang berhubungan dengan kehamilan dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. In vitro fertilization (IVF).
American Pregnancy Association. Diakses pada 2019. In Vitro Fertilization: IVF.
Web MD. Diakses pada 2019. Infertility and In Vitro Fertilization.