• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berbagai Obat Meningitis Berdasar Penyebabnya

Berbagai Obat Meningitis Berdasar Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Berbagai Obat Meningitis Berdasar Penyebabnya

“Meningitis dapat disebabkan oleh adanya infeksi virus, bakteri, jamur, hingga parasit. Selain itu, hal-hal yang bersifat non infeksius juga dapat menjadi penyebabnya. Misalnya seperti alergi obat tertentu, penyakit autoimun, hingga paparan zat kimia tertentu. Oleh sebab itu, pengobatannya pun akan disesuaikan dengan penyebabnya. Contohnya, bila meningitis disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan menganjurkan antibiotik untuk mengatasinya.”

Halodoc, Jakarta – Meningitis adalah penyakit kompleks yang pada sebagian kasus dapat membahayakan atau bahkan mengancam jiwa pengidapnya. Penyakit ini terjadi ketika lapisan jaringan halus (meninges) yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang mengalami peradangan atau kondisi lainnya. Penyebabnya pun beragam, karena meningitis dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Baik yang bersifat infeksius, maupun yang bersifat non infeksius. 

Oleh sebab itu, pengobatan yang akan diberikan bagi pengidap meningitis akan bervariasi. Tergantung dari apa faktor yang menjadi penyebabnya. Penasaran apa saja? Simak informasinya di sini!

Gejala Meningitis yang Dapat Muncul

Umumnya, gejala awal meningitis mungkin menyerupai gejala flu (influenza). Gejala tersebut dapat berkembang selama beberapa jam atau selama beberapa hari. Bila berkembang, maka gejala yang umum terjadi untuk mereka yang berusia lebih dari dua tahun dapat meliputi: 

  • Demam tinggi mendadak.
  • Leher terasa kaku.
  • Sakit kepala yang terasa parah dan berbeda dari biasanya.
  • Sakit kepala yang disertai mual atau muntah.
  • Kebingungan atau sulit konsentrasi.
  • Mengalami kejang.
  • Mengantuk berlebihan atau sulit bangun tidur.
  • Sensitif terhadap sinar atau cahaya.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Sering merasa haus.
  • Ruam kulit.

Sedangkan pada bayi baru lahir atau yang berusia di bawah dua tahun, gejalanya dapat berupa:

  • Demam tinggi.
  • Menangis terus-menerus.
  • Mudah rewel.
  • Mengantuk berlebihan.
  • Susah bangun dari tidur.
  • Bayi terlihat tidak aktif.
  • Muntah.
  • Adanya tonjolan pada titik lunak di atas kepala bayi (fontanel).

Apabila kamu atau orang di sekitarmu mengalami satu atau beberapa gejala tersebut, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Tujuannya agar penanganan dapat dilakukan sedari dini.  

Baca juga:  Inilah Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan Pengidap Meningitis

Obat Meningitis Berdasarkan Penyebabnya

Meningitis dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti bakteri, virus, jamur, parasit hingga berbagai penyebab lain yang bersifat non infeksius. Meliputi paparan zat kimia tertentu, alergi terhadap penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit autoimun, beberapa jenis kanker, hingga penyakit inflamasi seperti sarkoidosis.

Maka dari itu, pengobatan meningitis pun akan disesuaikan dengan faktor penyebabnya, antara lain:

  1. Meningitis yang Disebabkan oleh Bakteri

Meningitis bakterial akut harus segera diobati dengan antibiotik intravena dan terkadang obat golongan kortikosteroid. Obat-obatan tersebut dapat membantu pemulihan dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi pada pengidapnya. Misalnya seperti pembengkakan otak atau kejang.

Namun, perlu diketahui bahwa penggunaan antibiotik maupun kombinasi antibiotik sebagai langkah pengobatan akan tergantung dari jenis bakteri penyebab infeksi. Awalnya, dokter mungkin akan merekomendasikan antibiotik dengan spektrum luas sampai benar-benar dapat mengetahui apa penyebab pasti meningitis. Selain itu, mengeringkan sinus atau mastoid yang terinfeksi juga mungkin akan dilakukan dokter.

  1. Meningitis Akibat Virus

Untuk meningitis yang disebabkan oleh virus, antibiotik tidak dapat menyembuhkannya. Namun, meningitis viral dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu, pada kebanyakan kasus. Bila gejalanya masih ringan, dokter akan merekomendasikan beberapa pengobatan. Misalnya istirahat di tempat tidur atau bed rest agar dapat memulihkan diri, konsumsi banyak cairan. 

Selain itu, bila pengidap mengalami demam, maka obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran juga akan dianjurkan untuk dikonsumsi. Dokter juga mungkin akan meresepkan kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan di otak, dan obat antikonvulsan agar kejang dapat terkendali.

Baca juga: Meningitis Bisa Berakibat Fatal Ketahui Cara Mencegahnya

  1. Meningitis yang Disebabkan Oleh Hal Lain

Apabila gejala meningitis  masih belum diketahui, dokter mungkin akan memulai pengobatan antivirus dan antibiotik. Pengobatan tersebut akan dilakukan secara sementara, hingga penyebab dari meningitis benar-benar terdiagnosa. Namun, bila meningitis disebabkan oleh jamur, maka obat antijamur akan diberikan. Pada pengidap meningitis tuberkulosis, dokter akan memberikan kombinasi antibiotik spesifik.

Untuk meningitis yang bersifat non infeksius, seperti reaksi alergi tertentu atau penyakit autoimun dapat diobati dengan obat golongan kortikosteroid. Dalam beberapa kasus, pengobatan untuk meningitis yang bersifat non infeksius tidak diperlukan. Sebab, kondisi tersebut dapat sembuh dengan sendirinya.

Itulah beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk menangani meningitis berdasarkan penyebabnya. Apabila kamu atau orang di sekitarmu merasakan gejala yang dicurigai sebagai gejala meningitis, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.  

Baca juga: Idap Meningitis, Harus Kunjungi Dokter Spesialis Apa?

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat membuat janji dengan dokter spesialis di rumah sakit pilihanmu untuk memeriksakan diri. Tentunya tanpa perlu mengantri atau menunggu berlama-lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi: 

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Meningitis
WHO. Diakses pada 2021. Meningitis