Berbahayakah Kadar Magnesium Tinggi di Dalam Tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Berbahayakah Kadar Magnesium Tinggi di Dalam Tubuh?

Halodoc, Jakarta - Selain vitamin, serat, protein, dan karbohidrat, tubuh manusia memerlukan asupan mineral yang cukup untuk membantu proses metabolisme tubuh. Namun, jumlahnya tidak boleh berlebihan, karena dapat menyebabkan gangguan seperti hipermagnesemia. Penyakit ini terjadi akibat kadar magnesium terlalu tinggi. Akibatnya tubuh mengalami gangguan kesehatan.  

Batas asupan harian magnesium tergantung pada jenis kelamin, usia, dan kondisi fisik masing-masing orang. Meski tergolong sebagai penyakit yang jarang terjadi, namun kamu harus waspada. Kondisi ini umumnya dikenali dari gejala akibat ginjal tidak mampu membuang magnesium yang berlebih dalam darah. 

Baca juga: Terlalu Banyak Kalsium, Hati-Hati Batu Ginjal 

 

Apa Saja Gejala dari Hipermagnesemia?

Pada kondisi yang sehat, kadar magnesium dalam darah berkisar 1,7 hingga 2,3 mg per desiliter (mg/dL). Tetapi, saat hipermagnesemia terjadi, kadar magnesium dalam darah bisa berkisar di angka 2.6 mg/dL atau lebih. Saat kondisi ini terjadi, maka gejala yang terjadi, antara lain: 

  • Mual;
  • Muntah;
  • Gangguan sistem saraf;
  • Tekanan darah rendah;
  • Sakit kepala;
  • Diare;
  • Lemah otot;
  • Detak jantung tidak teratur;
  • Gangguan pernapasan;
  • Lesu.

Punya salah satu atau beberapa gejala di atas? Segeralah periksakan kondisi kesehatan yang kamu alami dengan dokter. Namun, apabila kamu belum menemukan waktu untuk mengunjungi klinik atau rumah sakit, jangan khawatir! Kini kamu bisa chat dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter di Halodoc selalu siaga setiap saat untuk memberikan saran mengenai kondisi kesehatan yang kamu alami.

Baca juga: 10 Jenis Mineral dan Manfaatnya Bagi Tubuh

 

Benarkah Penyebab Hipermagnesemia karena Konsumsi Magnesium Berlebihan?

Pada banyak kasus, hipermagnesemia terjadi akibat penyakit gagal ginjal. Terutama saat pengidap gagal ginjal minum obat atau suplemen yang mengandung magnesium, seperti obat maag jenis antasida (berisi magnesium hidroksida) atau obat pencahar. Para pengidap penyakit jantung dan gangguan pencernaan memiliki risiko yang sama untuk mengalami hipermagnesemia.

Tidak hanya itu, beberapa kondisi lain bisa sebabkan seseorang alamu hipermagnesemia, di antaranya adalah mereka yang alami luka bakar, hipotiroidisme, penyakit Addison, depresi, atau milk alkali syndrome. 

 

Lantas, Bagaimana Cara Mengobati Hipermagnesemia?

Pengobatan hipermagnesemia akan disesuaikan dengan penyebabnya. Nah, ini jenis pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter, yaitu: 

  • Obat Diuretik. Jenis obat ini bertujuan meningkatkan produksi urine sehingga magnesium yang tidak diperlukan bisa terbuang. Infus cairan garam dapat diberikan untuk mencegah terjadi dehidrasi akibat meningkatnya produksi urine. Perlu diingat, pengobatan ini hanya ditujukan untuk mereka yang produksi urinenya masih dalam taraf normal dan memiliki fungsi ginjal yang baik.

  • Infus Kalsium Glukonat. Pengobatan ini ditujukan kepada pengidap hipermagnesemia yang mengalami masalah pernapasan dan jantung. Kalsium glukonat bekerja menetralkan efek dari magnesium.

  • Cuci Darah atau Dialisis. Jenis pengobatan ini disarankan untuk dijalani oleh mereka yang memiliki kondisi, seperti: 

  • Gangguan fungsi ginjal;

  • Keluhan jantung dan saraf yang berat;

  • Hipermagnesemia berat (>4 mmol/L).

Baca juga: 6 Akibat Kalau Tubuh Kekurangan Magnesium

 

Adakah Cara Pencegahan Hipermagnesemia yang Paling Tepat?

Sebetulnya orang yang dalam kondisi sehat tidak akan dengan mudah mengalami kondisi ini. Namun penting untuk mencegah kondisi yang satu ini, misalnya dengan menghindari obat yang mengandung magnesium jika ginjal bermasalah. Jika diperlukan, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk menanyakan apakah ada alternatif obat lain yang bisa dikonsumsi atau meminta obat dengan dosis yang lebih rendah. Dengan menghindarinya, kamu bisa mencegah hipermagnesemia dan komplikasi berbahaya yang mungkin terjadi. 

Referensi:
Patient. Diakses pada 2019. Magnesium Disorders.
Healthline, Diakses pada 2019. Can You Overdose on Magnesium?