Hati-Hati, Gejala Hipotiroidisme Ini Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hati-Hati, Gejala Hipotiroidisme Ini Sering Diabaikan

Halodoc, Jakarta – Tiroid adalah kelenjar kecil di leher yang berbentuk seperti kupu-kupu. Kelenjar ini bekerja untuk melepaskan hormon agar tubuh mampu mengatur dan menggunakan energi dengan baik. Ketika jumlah energi tidak memadai, maka kelenjar ini tidak cukup menghasilkan hormon tiroid. Padahal, tiroid bertanggung jawab untuk menyediakan energi ke hampir setiap organ dalam tubuh, mengontrol fungsi detak jantung dan cara kerja sistem pencernaan.

Tanpa jumlah hormon tiroid yang cukup, fungsi tubuh otomatis juga melambat. Kondisi ini umumnya disebut hipotiroidisme. Kondisi ini mempengaruhi orang di atas usia 60 tahun. Namun, hipotiroidisme bisa dialami oleh usia berapa pun. Terkadang gejala hipotiroidisme mirip dengan masalah kesehatan lain, sehingga tidak sedikit orang yang mengabaikannya.

Baca Juga: Mengenal Penyebab dan Faktor Risiko Hipertiroidisme

Gejala Hipotiroidisme yang Sering Diabaikan

Tanda dan gejala hipotiroidisme bervariasi pada tiap individu. Tingkat keparahan kondisi mempengaruhi tanda dan gejala yang muncul. Gejala-gejalanya terkadang sulit diidentifikasi karena mirip dengan masalah kesehatan biasa. Gejala awal hipotiroidisme berupa penambahan berat badan dan kelelahan. Keduanya menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia, terlepas dari kesehatan tiroid. Itulah alasan mengapa gejala hipotiroidisme sering diabaikan.

Pengidapnya mungkin tidak menyadari bahwa perubahan ini terkait dengan tiroid sampai kondisinya semakin memburuk dan banyak gejala lain yang muncul. Pada beberapa kasus, gejala hipotiroidisme berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. Berikut ini gejala yang sering menandai kondisi hipotiroidisme, yaitu:

  • Mudah lelah;

  • Depresi;

  • Sembelit;

  • Peka terhadap dingin atau merasa dingin terus-menerus meski suhu sedang hangat;

  • Kulit kering;

  • Berat badan bertambah;

  • Kelemahan otot;

  • Jumlah keringat berkurang;

  • Detak jantung melambat;

  • Jumlah kolesterol darah tinggi;

  • Nyeri pada persendian;

  • Rambut kering dan menipis;

  • Kesuburan mulai menurun atau perubahan menstruasi;

  • Suara menjadi serak;

  • Wajah bengkak dan sensitif.

Baca Juga: Daftar Makanan yang Baik untuk Pengidap Penyakit Tiroid

Kalau kamu mengalami gejala-gejala di atas dan curiga terhadap kondisi hipotiroidisme, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan sesegera mungkin. Sekarang, buat janji dengan dokter dapat melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Mengapa Seseorang Bisa Mengalami Hipotiroidisme?

Sebagian besar kasus hipotiroidisme disebabkan oleh penyakit autoimun. Sistem kekebalan tubuh  dirancang untuk melindungi sel-sel tubuh dari serangan bakteri dan virus. Namun, terkadang tubuh  membingungkan sel normal dan sehat untuk menyerang sel. Kondisi ini disebut respons autoimun. Jika respons autoimun tidak segera diobati, sistem kekebalan menyerang jaringan sehat. Respons autoimun bisa menyebabkan masalah medis serius, termasuk hipotiroidisme.

Penyakit Hashimoto adalah kondisi autoimun lain yang juga bisa memicu hipotiroidisme. Penyakit ini menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan peradangan tiroid kronis, sehingga menimbulkan peradangan yang mengurangi fungsi tiroid. 

Perawatan untuk Mengobati Hipotiroidisme

Perawatan hipotiroidisme umumnya melibatkan penggunaan harian hormon tiroid sintetis levothyroxine. Obat oral berfungsi mengembalikan kadar hormon, sehingga tubuh bisa berfungsi dengan normal. Obat tersebut menurunkan kadar kolesterol yang meningkat akibat hipotiroidisme dan dapat membalikkan berat badan secara bertahap. Pengobatan dengan levothyroxine kemungkinan perlu dijalani seumur hidup. 

Baca Juga: Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Gondok dan Kanker Tiroid

Tetapi, posisinya bisa berubah sesuai dengan kondisi pengidapnya. Oleh karena itu, dokter biasanya memeriksa level TSH pengidap hipotiroidisme setiap tahun. Jadi, selalu perhatikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam tubuhmu karena dapat menandakan kondisi tertentu.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About Hypothyroidism.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hypothyroidism (underactive thyroid).