25 October 2017

Bercak Darah Tanda Kehamilan yang Harus Diketahui

Bercak Darah Tanda Kehamilan yang Harus Diketahui

Halodoc, Jakarta – Bukan sedang menstruasi, bercak darah bisa menjadi tanda kehamilan yang seringkali tidak disadari wanita. Maka tidak sedikit wanita yang baru menyadari kehamilannya ketika memasuki bulan kedua. Padahal bercak darah yang dikira menstruasi ini merupakan tanda awal kehamilan, lho.

Nah agar calon orang tua tidak salah menilai tanda kehamilan, yuk cari tahu lebih lengkap mengenai bercak darah sebagai tanda kehamilan berikut ini:

1.  Menstruasi & Awal Kehamilan
Bercak darah yang dialami wanita yang sedang melakukan program hamil merupakan hal yang wajar terjadi. Agar tak tertukar dengan darah menstruasi, ada yang perlu diketahui ibu. Setiap bulan, wanita melepaskan satu buah sel telur yang bergerak melalui saluran telur menuju rahim. Di sisi lain, dinding rahim mengalami penebalan karena meningkatnya hormon esterogen. Jika tidak terjadi pembuahan, maka sel telur akan sampai ke rahim. Dinding rahim yang luruh inilah yang akhirnya keluar menjadi darah haid.

Sedangkan pada kehamilan, jika sperma berhasil bertemu dengan sel telur dan menjadi satu maka akan menjadi zygot. Jika zygot ini berjalan menuju rahim dan membelah menjadi embrio, maka akan merangsang naiknya hormon progesteron. Jika embrio tertanam di dinding rahim maka membuat dinding rahim terluka kemudian mengeluarkan darah. Darah inilah yang menjadi darah awal kehamilan yang disebut perdarahan implantasi.

Perdarahan implantasi biasanya terjadi hanya dalam beberapa jam hingga beberapa hari. Ketahui lebih lengkap berikut ini, ya:

  • Warna

Dari segi warna, ada perbedaan yang signifikan antara darah menstruasi dan darah implantasi. Pada darah haid, umumnya berwarna berwarna merah cerah atau merah agak kehitaman. Dari tekstur, daraih menstruasi juga cederung kering. Sedangkan untuk perdarahan implantasi warna darah cenderung merah muda atau kecokelatan. Dari segi tekstur, darahnya juga cenderung basah atau setengah basah.

  • Aliran Darahnya

Pada awal menstruasi, aliran darahnya sedikit dan akan makin deras serta kental di hari-hari berikutnya. Sedangkan pada perdarahan implantasi, aliran darah hanya berupa bercak ringan dan sedikit seperti tetesan. Dari segi bentuk, darah implantasi tidak berbentuk gumpalan seperti darah menstruasi.

  • Rentang Waktu

Pada menstruasi, biasanya wanita akan mengalaminya selama 4-7 hari. Sedangkan pada implantasi, hanya terjadi beberapa jam saja hingga beberapa hari, itu pun intensitasnya tidak sering.

  • Kram

Persamaan kedua fenomena ini adalah sama-sama meninyebabkan kram perut. Namun perbedaannya adalah para menstruasi kram akan terasa lebih kuat dan pada implantasi kram terasa lebih ringan.

Cara paling tepat untuk mengetahui kehamilan adalah dengan langsung melakukan pemeriksaan ke dokter. Atau bisa juga menggunakan alat tes kehamilan yang tersedia di apotek. Bicara dengan dokter dapat memberikan jawaban jelas mengenai kondisi kehamilan yang dialami.

Jika merasa sibuk karena aktivitas, ibu bisa mendapatkan rekomendasi ke rumah sakit dengan terlebih dulu bicara dengan dokter di aplikasi Halodoc. Ada banyak dokter spesialis yang bisa dihubungi dan siap memberikan rekomendasi terbaik. Dokter Halodoc bisa dihubungi kapan saja dimana saja, melalui Voice/Video Call dan Chat. Tak hanya bicara dengan dokter saja, ibu juga bisa membeli produk kesehatan yang dibutuhkan seperti suplemen atau vitamin dan alat tes kesehatan di Halodoc. Pesanan ibu akan diantar ke alamat tujuan dalam satu jam dan bebas biaya kirim, lho. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.