Bercak Mongol Tanda Suatu Penyakit atau Kelainan, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bercak Mongol Tanda Suatu Penyakit atau Kelainan, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Tahukah ibu, bahwa bayi yang dilahirkan belum tentu memiliki kulit yang sempurna? Kulit mengelupas dan kering hanya dua dari beberapa masalah yang terjadi pada kulit bayi. Namun, masih ada lagi, yaitu bercak mongol, perubahan warna kebiruan pada permukaan kulit. Bercak ini sering disebut tanda lahir. Seharusnya, tanda lahir tidak perlu menjadi kekhawatiran serius pada orangtua. Namun, tidak sedikit orangtua yang memahami bercak mongol, sehingga muncul kekhawatiran.

Sebenarnya, bercak mongol yang disebut dermal melanocytosis dalam dunia medis, adalah bintik berwarna abu kebiruan dan termasuk tanda lahir berpigmen. Ukuran dan warna ini bervariasi dan rata dengan permukaan kulit alias tidak timbul. Bagian tubuh yang umum muncul bercak ini adalah punggung bagian bawah dan pantat, terkadang muncul di lengan atau kaki. 

Baca juga: Berbahayakah Bercak Mongol Bagi Si Kecil? Ini Faktanya?

Apakah Bercak Mongol adalah Kelainan atau Penyakit?

Bercak mongol terjadi ketika bayi dilahirkan atau beberapa saat setelahnya. Bercak ini muncul ketika melanosit - sel yang bertugas untuk menghasilkan pigmen atau melanin pada kulit - tetap berada di lapisan kulit terdalam selama perkembangan embrionik. Namun, penyebab terjadinya bercak ini belum diketahui dengan pasti. 

Lalu, benarkah bercak mongol ini menandakan suatu penyakit atau kelainan tertentu? Terkadang, bercak ini salah diagnosis untuk kondisi kelainan tulang spina bifida occulta. Inilah yang menjadi kekhawatiran orang tua jika bercak muncul pada tubuh sang buah hati. Namun, ibu tidak perlu lagi khawatir, karena bercak yang menjadi gejala spina bifida occulta berwarna merah, bukan abu kebiruan seperti bercak mongol. 

Terjadinya bercak atau tanda lahir berpigmen ini umumnya ditentukan dengan jumlah melanin yang ada di kulit. Tak jarang jika bercak lebih mudah atau sering ditemui pada anak dengan kulit lebih gelap dibandingkan dengan anak berkulit terang. Pada sebagian besar kasus, bercak ini menghilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia anak, biasanya sekitar 5 tahun. Sementara, ada pula kondisi bercak yang menghilang lebih lama. 

Baca juga: 5 Ciri-Ciri Si Kecil Memiliki Bercak Mongol

Apakah Berbahaya?

Ibu tidak perlu khawatir, karena bercak mongol bukan kondisi yang membahayakan. Bercak ini bukan kanker atau indikasi penyakit maupun gangguan serius. Apabila sang buah hati terindikasi memiliki bercak ini di tubuhnya, ibu bisa menanyakan pada dokter apakah bercak tersebut benar bercak mongol atau gejala penyakit yang lain. 

Memang, terkadang bintik mongol ini bisa dikaitkan dengan masalah metabolisme yang sangat langka, seperti gangliosidosis atau mucopolysaccharidosis. Komplikasi yang mungkin terjadi berkaitan dengan kondisi psikologis anak. Ini khususnya pada kasus bercak yang terlihat oleh orang lain dan menghilang lebih lama dari biasanya.

Baca juga: Bisakah Bercak Mongol Berdampak Psikologis pada Si Kecil?

Penanganan bercak mongol bisa dilakukan dengan metode laser jika dirasa sudah mengganggu, terutama jika bercak ini tidak hilang hingga sang anak tumbuh remaja. Teknologi laser alexandrite memberikan hasil positif jika dilakukan sebelum anak berumur 20 tahun. Efek samping terjadinya penggelapan warna kulit pada area yang dilaser bisa dikurangi jika waktu perawatan diatur dengan benar. 

Namun, jika bercak pada tubuh anak berubah warna, ibu bisa segera bertanya pada dokter atau memeriksakan langsung kesehatan sang buah hati, agar bisa dilakukan deteksi dini. Buat segera janji dengan dokter anak di rumah sakit pilihan ibu, lihat caranya di sini. Segala informasi mengenai bercak mongol ini juga bisa didapatkan dengan bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc yang bisa ibu download di ponsel. Aplikasi Halodoc juga memiliki fitur beli obat dan cek lab.