• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berikut Ini Organ Tubuh Manusia yang Bisa Didonorkan

Berikut Ini Organ Tubuh Manusia yang Bisa Didonorkan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Berikut Ini Organ Tubuh Manusia yang Bisa Didonorkan

“Tak bisa dipungkiri lagi bahwa prosedur donor organ tubuh manusia telah banyak menyelamatkan nyawa manusia. Namun bukan berarti siapa saja bisa menjadi pendonor organ, tetap perlu ada pemeriksaan medis dan tes kecocokan supaya donor berhasil dilakukan. Obat juga tetap perlu diresepkan agar sistem tubuh menerima organ baru tersebut.”

Halodoc, Jakarta – Donor organ tubuh adalah proses pembedahan untuk mengeluarkan organ atau jaringan dari satu orang (pendonor organ) dan menempatkannya ke orang lain (penerima). Transplantasi diperlukan karena organ penerima gagal atau rusak karena penyakit atau cedera.

Transplantasi organ adalah salah satu kemajuan besar dalam pengobatan modern. Sayangnya, kebutuhan akan pendonor organ jauh lebih besar daripada jumlah orang yang benar-benar mendonor. Bahkan seperti yang dikutip Cleveland Clinic, setiap hari di Amerika Serikat ada sekitar 21 orang meninggal karena menunggu organ dan lebih dari 107.380 pria, wanita, dan anak-anak menunggu transplantasi organ demi menyelamatkan jiwa.

Baca juga: Ini Fakta Tentang Transplantasi Rahim

Organ Tubuh Manusia yang Bisa Didonorkan

Berikut ini beberapa jenis organ dan jaringan tubuh manusia yang dapat ditransplantasikan: 

  • Hati;
  • Ginjal;
  • Pankreas;
  • Jantung;
  • Paru-paru;
  • Usus;
  • Kornea;
  • Telinga tengah;
  • Kulit;
  • Tulang;
  • Sumsum tulang;
  • Katup jantung;
  • Jaringan ikat;
  • Allograft komposit vaskularisasi (transplantasi beberapa struktur yang mungkin termasuk kulit, rahim, tulang, otot, pembuluh darah, saraf dan jaringan ikat).

Baca juga: Perlu Tahu, Inilah Proses dan Risiko Transplantasi Jantung

Jenis-Jenis Transplantasi dalam Dunia Medis

Transplantasi adalah bidang kedokteran yang kompleks karena ketika organ atau jaringan ditransplantasikan dari satu orang ke orang lain, sistem kekebalan penerima dapat menolak dan menghancurkan organ atau jaringan donor. Oleh karena itu, obat diperlukan untuk menekan respons kekebalan ini. Perawatan yang digunakan bervariasi tergantung pada jaringan atau organ yang ditransplantasikan, tingkat kesesuaian antara donor dan penerima, dan faktor lainnya.

Berikut ini beberapa jenis transplantasi yang sudah dikenal di dunia medis:

Transplantasi jaringan pada orang yang sama

Transplantasi dari satu bagian tubuh ke bagian lain disebut autograft dan prosesnya disebut autotransplantasi. Beberapa contoh autograft antara lain:

  • Cangkok Kulit, prosedur ini menggunakan kulit yang sehat untuk membantu menyembuhkan luka atau luka bakar di bagian tubuh lainnya.
  • Cangkok Pembuluh Darah, prosedur ini menyediakan rute alternatif aliran darah untuk memotong arteri yang tersumbat, misalnya, dalam operasi bypass jantung
  • Cangkok Tulang, prosedur ini merekonstruksi area tubuh yang rusak, misalnya, dalam fusi tulang belakang.
  • Cangkok Sumsum Tulang, prosedur ini dilakukan misalnya pada seseorang dengan kanker. Sumsum tulang yang dikumpulkan sebelum kemoterapi dapat menggantikan sel induk darah mereka setelah kemoterapi dosis tinggi.

Keuntungan dari autograft adalah bahwa tubuh seseorang tidak mungkin menolak selnya sendiri, sehingga pengobatan jangka panjang untuk menekan sistem kekebalan (imunosupresan) tidak diperlukan. Namun, pengambilan (pengumpulan) jaringan menciptakan luka baru di samping lokasi transplantasi, ketika orang tersebut perlu pulih.

Transplantasi dari orang lain

Transplantasi antara dua orang yang tidak identik secara genetik disebut allotransplant dan prosesnya disebut allotransplantation. Organ dan jaringan donor dapat berasal dari orang yang masih hidup, atau orang yang telah meninggal karena cedera otak yang signifikan atau kurangnya sirkulasi.

Allotransplantation dapat menciptakan proses penolakan saat sistem imun resipien menyerang organ atau jaringan donor asing dan menghancurkannya. Penerima mungkin perlu minum obat imunosupresif selama sisa hidup mereka untuk mengurangi risiko penolakan organ yang disumbangkan. 

Untuk beberapa transplantasi (terutama sumsum tulang), ada juga kemungkinan bahwa sel imun di sumsum tulang yang disumbangkan akan mengenali tubuh inang sebagai benda asing dan menyerang sel inang. Ini dikenal sebagai penyakit graft-versus-host (GvHD). Dokter dapat mengambil langkah-langkah untuk mencoba mengurangi risiko GvHD.

Sementara itu, transplantasi antara kembar identik disebut isograft. Penerima hampir tidak akan pernah menolak isograft sehingga imunosupresan tidak diperlukan.

Transplantasi dari spesies lain

Transplantasi antar spesies disebut xenotransplant dan prosesnya disebut xenotransplantasi. Katup jantung dari sapi dan babi telah digunakan selama bertahun-tahun untuk menggantikan katup jantung yang rusak pada manusia. Katup hewan dirawat sebelum digunakan untuk mengurangi risiko penolakan sistem kekebalan terhadap katup. Katup jantung juga dapat diganti dengan katup manusia (allotransplant) atau katup jantung mekanis.

Baca juga: Manfaat Donor Darah dari Kesehatan Jantung Hingga Mental

Setelah kamu atau orang terdekat menjalani transplantasi organ, ia biasanya akan diresepkan obat imunosupresif agar sistem kekebalan tubuh tidak menyerang organ baru ini. Kamu kini bahkan bisa tebus resep obat imunosupresif tersebut di Halodoc sehingga kamu tidak perlu lagi keluar rumah untuk beli obat. Praktis bukan? Yuk gunakan aplikasi Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Better Health Channel Australia. Diakses pada 2021. Organ and Tissue Transplantation.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Organ Donation and Transplantation.