Berisiko Menyerang Telapak Kaki, Begini Cara Mencegah Mata Ikan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Berisiko Menyerang Telapak Kaki, Begini Cara Mencegah Mata Ikan

Halodoc, Jakarta – Tahu penyakit mata ikan? Atau ternyata kamu memilikinya di area kaki?  Mata ikan mirip seperti kapalan yang biasanya muncul di tumit atau area penopang kaki lainnya, misalnya telapak kaki. Mata ikan yang tumbuh di telapak kaki bisa menyebabkan mata tumbuh ke dalam lapisan kulit yang keras (kalus) apabila mengalami tekanan terus menerus.

Baca Juga: Sering Dianggap Sama, Apa Beda Kapalan dan Mata Ikan?

Bagaimana Mata Ikan Bisa Terbentuk?

Mata ikan disebabkan oleh Human papillomavirus yang masuk ke dalam tubuh saat kulit mengalami luka di area kaki. Virus ini mungkin lebih dikenal sebagai penyebab infeksi kelamin. Namun pada kenyataannya, HPV bisa sebabkan mata ikan meski kasusnya lebih jarang terjadi. Berbeda dengan HPV yang sebabkan infeksi menular seksual, mata ikan yang disebabkan virus HPV bukan masalah kesehatan yang serius. Mata ini dapat hilang sendiri tanpa harus diobati. 

Selain virus HPV, mata ikan juga bisa muncul karena tekanan dan gesekan secara berulang-ulang. Mengenakan sepatu yang tidak pas atau terlalu longgar bisa memicu tekanan dan gesekan pada kaki yang kemudian memicu tumbuhnya mata ikan. 

Siapa yang Berisiko Memiliki Mata Ikan?

Mata ikan bisa dimiliki siapa pun tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Namun, kondisi ini sering dialami oleh anak-anak dan remaja. Mengapa? Anak-anak dan remaja sering menggunakan sepatu saat pergi ke sekolah. Sepatu yang terlalu sempit atau longgar adalah pemicu timbulnya mata ikan. 

Selain anak-anak dan remaja, individu yang punya sistem kekebalan yang lemah atau pernah memiliki mata ikan sebelumnya juga rentan terserang virus HPV. Kebiasaan berjalan tanpa alas kaki rentan menimbulkan gesekan dan tekanan lebih keras dan memudahkan virus HPV menyerang kaki. 

Pengobatan Rumahan untuk Mata Ikan

Bagi kamu yang memiliki mata ikan, ada tips perawatan rumahan yang efektif untuk mengurangi rasa sakit atau perlahan mengurangi mata ikan. Berikut tipsnya:

Baca Juga: 4 Penyakit Kulit yang Biasa Muncul di Kaki

Pertama, kamu bisa menggunakan asam salisilat untuk menghapus kutil. Obat ini biasanya tersedia sebagai tambalan atau cairan. Sebelum memberikan asam salisilat, bersihkan kaki terlebih dahulu dengan merendamnya dalam air hangat. Kemudian, kamu bisa mulai menggosok lapisan atas kulit secara melembut dengan batu apung atau papan amplas. 

Setelah digosok, jangan lupa keringkan kulit. Tambalan biasanya diganti setiap 24–48 jam. Pada asam salisilat cair bisa digunakan setiap hari. Kamu mungkin perlu aplikasikan berulang secara teratur dalam beberapa minggu hingga bulan untuk melihat hasilnya.

Obat-obatan tanpa resep untuk membekukan kutil biasa disebut dengan cryotherapy. Perlu diketahui, bahwa beberapa penghilang mata ikan mudah terbakar dan tidak boleh digunakan di sekitar api, api, sumber panas (seperti pengeriting rambut) dan menyalakan rokok.

Kalau mata ikan tak kunjung membaik, coba ke dokter Halodoc untuk bertanya soal penanganan yang lebih tepat. Tinggal klik Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!

Tips Mencegah Mata Ikan

Mencegah mata ikan sama saja dengan menghindari paparan virus HPV. Tips pencegahannya adalah dengan menjaga kaki tetap bersih dan kering. Jangan lupa untuk rutin mengganti sepatu dan kaus kaki setiap hari. Lalu, hindari menggunakan alas kaki yang terlalu ketat maupun terlalu longgar. Hindari berjalan tanpa alas kaki di tempat-tempat yang kotor.

Baca Juga: Sering Pakai Sepatu Sempit Sebabkan Kaki Kapalan, Benarkah?

Jika kamu memiliki kutil, hindari menyentuhnya langsung atau hindari menyentuh kutil milik orang lain. Bila tak sengaja menyentuh kutil, segera cuci tangan sampai bersih. Hindari menggunakan papan amplas, batu apung atau gunting kuku yang sama pada kutil ke kulit dan kuku yang sehat.