• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berisiko Menyerang Telapak Kaki, Begini Cara Mencegah Mata Ikan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berisiko Menyerang Telapak Kaki, Begini Cara Mencegah Mata Ikan

Berisiko Menyerang Telapak Kaki, Begini Cara Mencegah Mata Ikan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 14 Juni 2021
Berisiko Menyerang Telapak Kaki, Begini Cara Mencegah Mata Ikan

Halodoc, Jakarta – Tahu penyakit mata ikan atau ternyata kamu memilikinya di area kaki? Mata ikan mirip seperti kapalan yang biasanya muncul di tumit atau area penopang kaki lainnya, misalnya telapak kaki. Mata ikan yang tumbuh di telapak kaki bisa menyebabkan mata tumbuh ke dalam lapisan kulit yang keras (kalus) apabila mengalami tekanan terus menerus.

Gangguan ini tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di kaki, sehingga menyulitkan kamu saat menggunakan sepatu. Maka dari itu, kamu harus tahu beberapa cara yang tepat untuk mencegah mata ikan untuk terbentuk. Apa saja cara yang paling ampuh untuk dilakukan? Berikut ulasan lengkapnya!

Baca Juga: Sering Dianggap Sama, Apa Beda Kapalan dan Mata Ikan?

Cara Mencegah Mata Ikan yang Efektif

Mata ikan disebabkan oleh Human papillomavirus yang masuk ke dalam tubuh saat kulit mengalami luka di area kaki. Virus ini mungkin lebih dikenal sebagai penyebab infeksi kelamin. Namun pada kenyataannya, HPV bisa sebabkan mata ikan meski kasusnya lebih jarang terjadi. Berbeda dengan HPV yang sebabkan infeksi menular seksual, mata ikan yang disebabkan virus HPV bukan masalah kesehatan yang serius. Mata ini dapat hilang sendiri tanpa harus diobati. 

Selain virus HPV, mata ikan juga bisa muncul karena tekanan dan gesekan secara berulang-ulang. Mengenakan sepatu yang tidak pas atau terlalu longgar bisa memicu tekanan dan gesekan pada kaki yang kemudian memicu tumbuhnya mata ikan. 

Lalu, siapa saja yang berisiko untuk mengalami mata ikan?

Gangguan akibat virus ini bisa menyerang semua orang tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Namun, kondisi ini sering dialami oleh anak-anak dan remaja. Mengapa? Anak-anak dan remaja sering menggunakan sepatu saat pergi ke sekolah. Sepatu yang terlalu sempit atau longgar adalah pemicu timbulnya mata ikan. 

Selain anak-anak dan remaja, individu yang punya sistem kekebalan yang lemah atau pernah memiliki mata ikan sebelumnya juga rentan terserang virus HPV. Kebiasaan berjalan tanpa alas kaki rentan menimbulkan gesekan dan tekanan lebih keras dan memudahkan virus HPV menyerang kaki.

Maka dari itu, setiap orang harus tahu beberapa cara yang ampuh untuk mencegah mata ikan untuk terjadi. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Gunakan Sepatu dan Kaus Kaki dengan Ukuran Pas

Salah satu cara mencegah terjadinya mata ikan adalah dengan memastikan selalu menggunakan sepatu dan/atau kaus kaki dengan ukuran yang tepat, tidak sempit atau lebar. Cobalah untuk mengukur kaki sebelum membeli atau mencobanya terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat ketepatan.

2. Potong Kuku Kaki secara Rutin

Jika kamu merasa kuku kaki terlalu panjang, ada baiknya untuk memotongnya terlebih dahulu. Kamu juga perlu memperhatikannya secara rutin untuk mencegah terjadinya mata ikan. Kuku kaki yang terlalu panjang dapat menimbulkan gangguan pada kulit ini karena adanya tekanan saat menggunakan sepatu secara rutin.

3. Menjaga Kebersihan Kaki

Pastikan juga untuk rutin mencuci kaki setiap hari dengan sabun, air, dan sikat scrub yang lembut. Biasakan untuk melakukannya setelah seharian beraktivitas menggunakan sepatu. Kamu juga harus memperhatikan kelembapan kaki dengan menggunakan krim kaki secara teratur, untuk mencegah kekeringan dan gesekan di kaki.

Baca Juga: 4 Penyakit Kulit yang Biasa Muncul di Kaki

Pengobatan Rumahan untuk Mata Ikan

Jika kamu terserang mata ikan, ada tips perawatan rumahan yang efektif untuk mengurangi rasa sakit atau perlahan mengurangi mata ikan. Berikut ini tipsnya:

Pertama, kamu bisa menggunakan asam salisilat untuk menghapus kutil. Obat ini biasanya tersedia sebagai tambalan atau cairan. Sebelum memberikan asam salisilat, bersihkan kaki terlebih dahulu dengan merendamnya dalam air hangat. Kemudian, kamu bisa mulai menggosok lapisan atas kulit secara melembut dengan batu apung atau papan amplas. 

Setelah digosok, jangan lupa keringkan kulit. Tambalan biasanya diganti setiap 24–48 jam. Pada asam salisilat cair bisa digunakan setiap hari. Kamu mungkin perlu aplikasikan berulang secara teratur dalam beberapa minggu, hingga bulan untuk melihat hasilnya.

Obat-obatan tanpa resep untuk membekukan kutil biasa disebut dengan cryotherapy juga perlu digunakan. Perlu diketahui, bahwa beberapa penghilang mata ikan mudah terbakar dan tidak boleh digunakan di sekitar api, api, sumber panas (seperti pengeriting rambut) dan menyalakan rokok.

Kalau mata ikan tak kunjung membaik, coba ke dokter Halodoc untuk bertanya soal penanganan yang lebih tepat. Kamu dapat menggunakan fitur Chat atau Voice/Video Call yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!

Baca Juga: Sering Pakai Sepatu Sempit Sebabkan Kaki Kapalan, Benarkah?

Jika kamu mengidap penyakit mata ikan, hindari menyentuhnya secara langsung atau pastikan untuk menghindari sentuhan gangguan kulit ini jika terjadi pada orang lain. Bila tak sengaja menyentuh kutil, segera cuci tangan sampai bersih. Hindari menggunakan papan amplas, batu apung atau gunting kuku yang sama pada kutil ke kulit dan kuku yang sehat.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. How to Get Rid of Corns at Home.
Medical News Today. Diakses pada 2021. How do you get rid of corns?