Bertengkar dengan Pasangan? Cegah Emosi dengan 5 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bertengkar dengan Pasangan? Cegah Emosi dengan 5 Hal Ini

Halodoc, Jakarta - Hubungan rumah tangga tidak akan selalu berjalan indah seperti yang diinginkan. Bahkan, sebenarnya, semua kebahagiaan dan perasaan senang yang dirasakan itu kamu dan pasangan yang menciptakannya. Kamu dan pasangan adalah dua manusia yang berbeda pola pikir, jadi sudah pasti menjadi hal yang tidak mudah untuk menyamakan visi, misi, dan pemikiran. 

Tidak jarang, perdebatan kecil yang berujung pada pertengkaran sering terjadi. Sayangnya, pertengkaran yang terlalu sering juga tidak baik untuk kesehatan. Hubungan juga menjadi tidak harmonis dan menyenangkan, tidak lagi seperti yang kamu harapkan. Tanpa adanya jalan keluar, bukan tidak mungkin kamu dan pasangan akan berujung pada perpisahan. 

Bagaimana Cara Cegah Emosi dengan Pasangan?

Jika kamu merasa perdebatan dan pertengkaran kamu dan pasangan sulit untuk ditengahi dan diselesaikan, mungkin sudah waktunya kamu berkunjung ke psikolog. Siapa tahu, kamu bisa mendapatkan pencerahan untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi dengan pasangan. Tidak lagi lama, sekarang buat janji dengan dokter psikologi di rumah sakit lebih mudah, kok!

Baca juga: Ini Akibatnya kalau Suami Istri Terlalu Gengsi

Namun, kalau kamu mau mencoba, beberapa cara cegah emosi dengan pasangan ini efektif untuk meredakan amarah dan mendinginkan suasana kamu dan pasangan. Yuk, disimak secara lengkap, ya!

  • Fokuslah pada Hal-Hal Positif

Sebagai manusia, tubuh dirancang untuk waspada terhadap segala bahaya. Akibatnya, ketika kamu merasa ada kesalahan dalam hubunganmu, kamu pasti lebih waspada dengan hal-hal negatif lainnya. Suara hati terus memperingatkan bahwa pasangan menyakiti atau mengecewakan lagi. Hal ini membuat hubungan semakin mengkhawatirkan, sehingga alangkah lebih baik untuk berfokus pada hal baik yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kesalahan pasangan. Fokuslah saja pada hal positif, sehingga suasana hati menjadi lebih baik. 

Baca juga: 5 Tahun Pertama Pernikahan Paling Sulit, Benarkah?

  • Ajak untuk Berkomunikasi Secara Terbuka dan Jujur

Cara terbaik untuk memperbaiki hubungan atau mendapatkan penyelesaian atas semua permasalahan adalah komunikasi. Jujur dan terbuka, itulah kuncinya. Utarakan apa yang kamu rasakan, dan dengarkan yang pasanganmu rasakan. Hindari memotong pembicaraan karena justru membuat kesalahpahaman semakin besar. Jika lingkungan rumah tidak menyenangkan, tidak ada salahnya untuk mengajak pasangan menjadi tempat terbaik di luar rumah. 

  • Jangan Defensif, Bersikaplah Reseptif

Ketika kamu merasa disalahkan, bagian diri pasti menolak dan bersikap defensif, mencari pembelaan dan pembenaran, serta mencari kesalahan pasangan dan berbalik menyalahkannya. Alih-alih bersikap demikian, cara cegah emosi dengan pasangan dengan bersikap reseptif, serta mendengarkan kata-kata dan curahan hati pasangan. 

  • Jangan Membalas Dendam

Kamu dan pasangan itu bukan lagi menjalani hubungan putus nyambung, sudah seharusnya kalian lebih serius dalam menghadapi semua masalah yang muncul. Ketika kamu merasakan sakit hati karena perkataan dan perbuatan pasangan, jangan pernah berpikiran untuk membalas dendam dengan melakukan hal yang sama. Kalau kamu melakukannya, akan terjadi saling balas, dan masalah pun tidak akan pernah selesai. 

Baca juga: 5 Tips Agar Pernikahan Langgeng

  • Hindari Melawan dengan Kata “Tapi”

Dalam bukunya yang berjudul Enough is Enough! Stop Enduring and Start Living Your Extraordinary Life karya Jane Straus, dalam perdebatan sebaiknya menghindari kata ‘tapi’. Kata-kata ini ringan diucapkan tetapi memiliki makna yang begitu dalam, terlebih ketika kamu dan pasangan sedang bertengkar. Jika kamu ingin melakukan penyangkalan, gunakan kata-kata lainnya. 

Referensi: 
Psychology Today. Diakses pada 2019. Why You Pick Fights with Your Partner - and How to Stop. 
Psychalive. Diakses pada 2019. How to Stop Fighting and Feel Close Again. 
Lifehacker. How to Stop Arguing and Actually Solve Your Relationship Problems.