Bikin Takjil Sehat, Penuhi Nutrisi Ini saat Berbuka

takjil sehat,

Halodoc, Jakarta - Secara harfiah takjil artinya ‘menyegarkan’ dan identik dengan berbuka puasa. Takjil di Indonesia memang lebih identik dengan makanan yang digunakan untuk membatalkan puasa. Lebih spesifiknya lagi, makanan takjil biasanya manis dan dihidangkan sebagai pembuka sebelum memulai makanan utama.

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak orang yang menginginkan takjil yang tidak hanya manis dan menyegarkan, tapi juga menyehatkan. Dari berbagai banyak jenis takjil yang sering kamu temui, berikut ini adalah takjil yang sebenarnya menyehatkan karena mengandung nutrisi yang baik.

Pilihan Takjil Sehat

  1. Kolak

Makanan yang satu ini memang sudah biasa ada dalam setiap bulan puasa sebagai takjil. Isinya bisa berbagai macam, mulai dari ubi, pisang, biji  salak, singkong, labu, dan variasi lainnya. Sebagai bahan baku utama dalam kolak, umbi-umbian yang berbaur dalam kolak ternyata mengandung manfaat bagi kesehatan.

Ubi misalnya, merupakan sumber vitamin A yang baik. Satu buah ubi ukuran sedang mengandung kurang lebih 400 persen dari kebutuhan vitamin A harian kamu. Vitamin A dalam ubi ini tersedia dalam bentuk beta karoten, suatu senyawa dasar yang nantinya akan diubah menjadi vitamin A oleh tubuh.

Baca juga: Hitung dan Penuhi Kebutuhan Kalori Serta Nutrisi Tubuh Saat Berpuasa

Selain itu, singkong yang juga salah satu bahan membuat kolak memiliki efek positif bagi kesehatan. Singkong merupakan sumber mineral dan vitamin yang dapat membantu kamu memenuhi kebutuhan magnesium, vitamin C, dan folat. Satu cangkir singkong dapat mencukupi 14 persen kebutuhan folat, serta 50 persen kebutuhan vitamin C kamu.

Perlu kamu ketahui juga bahwa gula merah yang digunakan dalam pembuatan kolak merupakan jenis pemanis alami yang rendah nilai indeks glikemiknya. Namun, sebaiknya tetap mengonsumsi santan dan gula merah secukupnya saja, karena jika berlebihan justru akan menyebabkan penyakit.

  1. Bubur Kacang Hijau

Kacang hijau kaya akan mineral. Mangan, potasium, magnesium, folat, zinc, merupakan jenis-jenis mineral yang terdapat dalam jenis kacang hijau. Kacang hijau diketahui juga sangat efektif untuk menghambat oksidasi kolesterol jahat atau LDL. Kacang hijau juga mampu memperbaiki kerusakan pada pembuluh darah yang diakibatkan oleh radikal bebas. Selain itu, antioksidan dalam kacang hijau bermanfaat untuk mengurangi peradangan dalam tubuh.

Baca juga: Puasa Saat Hamil Boleh atau Tidak?

Kadar asam amino yang tinggi terkandung dalam kacang hijau menjadikannya sebagai salah satu jenis tumbuhan yang bisa menjadi sumber protein alternatif. Kacang hijau memiliki sifat antioksidan, antimicrobial, anti inflamasi, antidiabetes, antihipertensi, antitumor, dan mengakomodasi metabolisme sel lemak.

  1. Es Blewah

Wajib rasanya menyediakan minuman segar saat berbuka puasa seperti es blewah. Buah blewah merupakan salah satu buah yang paling dicari saat bulan puasa untuk dijadikan takjil berbuka. Selain rasanya manis, kadar air dalam buah ini sangat tinggi dapat membantu mengurangi dehidrasi setelah berpuasa. Kandungan antioksidan dalam blewah dikenal sebagai zeaxanthin yang berperan dalam menjaga kesehatan mata.

Warna kuning dari blewah menandakan bahwa blewah mengandung beta karoten, yaitu suatu senyawa yang dapat membantu mengurangi kemungkinan terkena asma, mencegah kanker prostat, dan kanker kolon. Beta karoten merupakan bahan dasar pembentukan vitamin A, sehingga dapat membantu pertumbuhan jaringan tubuh, termasuk rambut dan kulit. Mengonsumsi vitamin A yang cukup dapat membantu merawat kesehatan kulit kamu.

Baca juga: 9 Buah-Buahan yang Dapat Mencegah Dehidrasi Saat Berpuasa

  1. Kelapa Muda

Minuman yang satu ini juga menjadi pilihan yang paling mudah dicari untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa. Kandungan air kelapa muda dapat mengembalikan ion tubuh yang hilang selama seharian. Kamu dapat menambahkan gula merah untuk rasa yang lebih manis.

Itulah beberapa pilihan takjil sehat yang bisa kamu konsumsi untuk berbuka puasa. Dalam memilih makanan berbuka juga harus memperhatikan manfaat untuk tubuh. Kamu juga bisa berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai nutrisi makanan berbuka lainnya, lho. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.