14 May 2018

Puasa Saat Hamil, Boleh atau Tidak

Puasa Saat Hamil, Boleh atau Tidak

Halodoc, Jakarta – Di bulan puasa, seluruh umat muslim diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa. Namun, ada beberapa golongan yang diberikan keringanan untuk tidak melakukan puasa, beberapa diantaranya adalah wanita hamil dan wanita yang sedang menyusui. Bagaimana jika wanita hamil tetap ingin melakukan ibadah puasa?

Selama ibu dan kandungannya dinyatakan sehat oleh dokter, ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa, asalkan saat sahur dan berbuka ibu hamil harus memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ibu dan kandungannya.

Perhatikan Pola Makan Saat Sahur dan Berbuka

Saat sahur dan berbuka, ibu hamil harus tetap memperhatikan pola makan yang baik bagi ibu dan kandungan. Pilih makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, vitamin, dan mineral. Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung gizi tersebut, kebutuhan gizi bayi akan terpenuhi.

Selain itu, jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang manis. Makanan manis membantu meningkatkan kadar gula yang turun pada tubuh akibat berpuasa. Namun, pada saat kamu mengonsumsi makanan manis secara berlebihan, ini juga bisa membuat kadar gula pada tubuh kembali menurun dengan cepat. Sebaiknya, kebiasaan berbuka dengan yang manis, bagi ibu hamil, diganti dengan makanan yang memiliki manis alami, misalnya dari buah-buahan. Selain memiliki manis alami, beberapa buah juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi, sehingga bisa menjauhkan tubuh dari dehidrasi.

Setelah berpuasa kurang lebih 12 jam, sebaiknya selama waktu berbuka ibu banyak mengonsumsi air putih. Selain sehat untuk janin, ibu juga akan terhindar dari bahaya dehidrasi. Jangan lupa konsumsi vitamin ataupun susu hamil saat sahur dan berbuka, sehingga bisa membantu menjaga kesehatan tubuh ibu dan janin yang ada di kandungan.

Ibu Hamil yang Tidak Diperbolehkan Puasa

Namun, ada beberapa kasus ibu hamil yang tidak diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa.

1. Ibu Hamil Pengidap Diabetes Melitus

Ibu hamil dengan diabetes harus menjalani pola hidup yang cukup baik agar tekanan gula darah tetap stabil. Selain untuk menjaga gula darah yang stabil, ibu hamil yang menderita diabetes biasanya harus mengonsumsi obat secara teratur dan mengatur pola makan sesuai dengan jadwal yang disarankan oleh dokter.

2. Mengeluarkan Flek atau Pendarahan

Pada saat sedang mengalami flek atau pendarahan, disarankan ibu hamil tidak melanjutkan puasanya. Dikhawatirkan pendarahan akan semakin parah jika ibu hamil tetap melakukan puasa. Selain pendarahan yang semakin parah, ditakutkan akan mengganggu perkembangan dan kesehatan janin.

3. Gangguan Sistem Pencernaan

Jika ibu hamil sedang mengalami penyakit yang berhubungan dengan pencernaan, misalnya mag, disarankan sebaiknya tidak melakukan puasa. Ibu hamil yang memaksakan diri untuk puasa, ditakutkan akan memperparah penyakit mag yang dialami. Tidak hanya untuk kesehatan ibu hamil saja, penyakit mag nyatanya juga bisa berbahaya untuk kesehatan janin.

4. Ibu Hamil yang Mengalami Dehidrasi

Rata-rata ibu hamil pada kehamilan trimester pertama akan mengalami morning sickness. Morning sickness ternyata bisa menyebabkan dehidrasi pada ibu hamil. Sebab, muntah dengan intensitas yang cukup sering dapat membuat cairan dalam tubuh terbuang, sehingga menyebabkan dehidrasi. Sebaiknya, ibu yang mengalami dehidrasi harus sering mengonsumsi air atau makanan yang banyak mengandung air.

(Baca juga: Pola Makan Sehat Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan)

Sebaiknya jika ibu sedang hamil dan ingin melakukan ibadah puasa, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung dengan dokter melalui fitur Contact Doctor. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga.