Bikin Tubuh Panas, Waspadai 7 Penyebab Demam Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
penyebab demam saat puasa

Halodoc, Jakarta - Tubuh panas atau mengalami demam merupakan kondisi saat suhu tubuh berada di atas angka 38 derajat celsius. Sebenarnya demam adalah bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit. Lalu, bagaimana jika demam muncul saat puasa? Kira-kira apa ya penyebabnya?

Manusia mengalami suhu tubuh yang berubah-ubah. Suhu tubuh akan lebih rendah pada pagi hari dan meningkat pada sore dan malam hari. Nah, hal yang menjadi penyebab demam saat puasa atau tidak puasa sebenarnya tidak berbeda. Beberapa penyebab demam yang sering terjadi, yakni:

  1. Infeksi virus dan bakteri, misalnya meningitis, tifus, disentri, cacar air, infeksi saluran kemih, dan infeksi sakit tenggorokan.
  2. Infeksi akibat saluran kemih dan infeksi sakit tenggorokan.
  3. Infeksi akibat gigitan nyamuk, seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya.
  4. Imunisasi, misalnya setelah mendapat vaksin pertusis.
  5. Berdiri terlalu lama di bawah sinar matahari.
  6. Penyakit, seperti arthritis dan hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif).
  7. Kanker, misalnya leukimia, kanker hati, atau kanker paru-paru.

Baca juga: Yang Terjadi Jika Kena Gigitan Nyamuk Chikungunya

Ada kalanya tubuh terasa tiba-tiba panas saat berpuasa. Namun, jika kondisi ini terjadi, sebaiknya jangan terburu-buru untuk mengonsumsi obat. Apalagi sedikit-sedikit langsung menenggak antibiotik. Peningkatan suhu tubuh saat berpuasa sebenarnya dapat diakibatkan oleh beberapa hal, salah satunya dehidrasi. Perlu kamu ketahui bahwa tubuh kamu tidak memiliki manajemen dehidrasi yang baik, sehingga menyebabkan kehilangan cairan.

Dalam situasi seperti ini, tubuh akan berupaya untuk mengurangi pengeluaran cairan. Proses ini akan menimbulkan terjadinya konstriksi pori kulit yang berdampak pada suhu tubuh yang langsung naik. Bukan itu saja, kekurangan cairan dan mineral saat berpuasa, juga dapat menyebabkan tubuh lemas dan mudah terserang penyakit saat puasa.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi selama berpuasa. Tujuannya adalah untuk mencegah dehidrasi dan sebagai “bahan bakar” tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsinya. Saat badan terasa lemas atau demam saat berpuasa, coba luangkan waktu untuk beristirahat dan lakukan tips berpuasa saat demam berikut ini:

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Chikungunya Berbahaya

  1. Cukupi Kebutuhan Asupan Cairan

Pastikan kebutuhan cairan tubuh kamu tercukupi. Hal ini penting, karena saat tubuh akan mengalami kenaikan suhu, tubuh kamu akan terasa panas. Saat inilah cairan dalam tubuh seperti menguap dan tubuh mudah sekali mengalami dehidrasi. Hindari dehidrasi dengan banyak minum air putih dari waktu berbuka puasa hingga menjelang imsak.

  1. Kompres Air Hangat

Kompres merupakan tindakan yang biasanya dilakukan saat demam. Namun, kompres tidak efektif menurunkan suhu tubuh jika menggunakan air dingin. Sebaiknya gunakan kompres air hangat untuk memindahkan suhu panas pada tubuh. Bagian tubuh yang biasa kamu kompres adalah dahi dan ketiak.

  1. Jangan Mengenakan Pakaian Tebal

Hindari mengenakan selimut tebal dan pakaian hangat, karena hal ini justru menghambat proses pelepasan panas dari dalam tubuh. Meski kamu merasa kedinginan saat demam, sebenarnya suhu tubuh kamu sangat tinggi, dan kamu harus menurunkannya, supaya tubuh menjadi lebih hangat. Biarkan tubuh kamu mengeluarkan panas berlebihan, dan tutupi tubuh dengan selimut atau kain yang tipis jika diperlukan.

Baca juga: Cegah Chikungunya, Lakukan 2 Hal Ini

  1. Perbanyak Vitamin C

Kamu dapat mengonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C untuk berbuka puasa dan sahur. Buah-buahan yang dapat jadi pilihan adalah semangka dan jeruk. Buah-buahan ini kaya vitamin C, yang dapat melawan infeksi dan menurunkan demam. Buah-buahan juga mampu memenuhi kebutuhan cairan tubuh kamu.

Nah, itulah informasi mengenai penyebab demam saat puasa. Kamu tidak perlu panik saat mengalami demam selama berpuasa. Kamu tetap dapat menjalani puasa dengan baik. Selalu diskusikan masalah kesehatan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.