Bisa Fatal, Ketahui 9 Gejala Hipokalemia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bisa Fatal, Ketahui 9 Gejala Hipokalemia

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar masalah kesehatan berupa hipokalemia? Dalam dunia medis hipokalemia digambarkan sebagai kondisi saat kadar kalium dalam aliran darah berada di bawah batas normal. Di dalam tubuh yang normal, kadar kalium ini berkisar antara 3,6 - 5,2 mmol/L.

Bagaimana dengan pengidap hipokalemia? Umumnya, kadar kaliumnya berkisar kurang dari 2,5 mmol/L. Nah, kondisi inilah yang bisa membahayakan tubuh. Bahkan, dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kematian bila tak ditangani dengan segera. 

Kalium sendiri merupakan mineral penting yang disebut sebagai elektrolit. Kalium ini punya peran yang vital, menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mengendalikan tekanan darah. Tak cuma itu saja, elektrolit ini juga bertugas untuk menjaga fungsi otot dan saraf yang mengendalikan jantung.

Nah, sudah kebayangkan betapa pentingnya fungsi kalium dalam tubuh. Lalu, seperti apa sih gejala yang bisa dialami pengidap hipokalemia? 

Baca juga: Konsumsi Pisang Bisa Cegah Hipokalemia, Benarkah? 

Hipokalemia, Ditandai Banyak Gejala

Seseorang yang mengidap hipokalemia, biasanya tak hanya merasakan satu-dua gejala. Pasalnya, kekurangan kalium dalam tubuh bisa menimbulkan sederet masalah. Nah, berikut ini gejala-gejala hipokalemia yang bisa dialami pengidapnya. 

  1. Kelemahan, letih, keram otot pada tangan dan kaki yang kadang dapat cukup parah, hingga menyebabkan pengidapnya tidak dapat menggerakkan tangan dan kaki.

  2. Konstipasi.

  3. Gangguan psikis, seperti depresi, psikosis, delirium, kebingungan, atau halusinasi.

  4. Keram perut dan perut begah.

  5. Pingsan karena tekanan darah yang rendah.

  6. Kesemutan atau mati rasa.

  7. Palpitasi atau detak jantung cepat dan tidak teratur.

  8. Mual dan muntah.

  9. Buang air kecil yang banyak atau sering merasa haus.

Baca juga: Disebabkan Karena Kadar Kalium Rendah, Ini Fakta Hipokalemia

Awasi Penyebab dan Faktor Risikonya

Pada dasarnya, banyak hal yang bisa menyebabkan hipokalemia. Namun, kondisi ini paling sering disebabkan oleh penggunaan obat-obatan diuretik yang mempercepat pembentukan urine. Obat diuretik ini umumnya digunakan oleh pengidap hipertensi dan penyakit jantung. Oleh karena itu, penggunaan obat ini harus selalu di bawah pengawasan dokter untuk menghindari komplikasi yang tidak diinginkan.

Selain itu, hipokalemia juga bisa disebabkan oleh kehilangan cairan dari muntah, diare atau keduanya, berkeringat berlebihan, dan kekurangan atau defisiensi asam folat.

Selain hal-hal di atas, berikut ini beberapa penyebab dan faktor yang bisa memicu hipokalemia. 

  • Pecandu alkohol.

  • Penggunaan insulin.

  • Operasi bariatrik atau gastric bypass, yaitu pemotongan sebagian dari lambung atau usus untuk menurunkan berat badan.

  • Pengidap penyakit ginjal kronis.

  • Penggunaan obat asma, seperti bronkodilator, steroid, atau teofilin.

  • Penggunaan antibiotik, seperti aminoglikosida.

  • Penggunaan laksatif berlebihan.

  • Pengidap gangguan kebiasaan makan, seperti anoreksia dan bulimia.

  • Pengidap ketoasidosis diabetikum.

  • Pengidap penyakit Cushing.

  • Pengidap leukemia.

  • Pengidap HIV/AIDS.

  • Pengidap malnutrisi atau kurang gizi.

Tips Mencegah Hipokalemia

Setidaknya ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya hipokalemia. Nah, berikut ini tips sederhananya:

  • Konsumsi buah-buahan, seperti jeruk, stroberi, kiwi, pisang, persik, dan alpukat.

  • Sayur-sayuran hijau, kacang-kacangan tomat, buah bit, hingga jamur.

  • Daging seperti sapi, ikan, dan kalkun. 

Yang perlu diingat, hindarilah penggunaan obat, seperti diuretik dan laksatif berlebihan. Cobalah gunakan obat jenis ini dengan sesuai dengan dosis dan saran dokter. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!