01 December 2018

7 Mitos Bipolar yang Harus Diketahui

7 Mitos Bipolar yang Harus Diketahui

Halodoc, Jakarta – Gangguan bipolar juga dikenal sebagai manic depression, yaitu penyakit mental yang membawa suasana hati dalam keadaan naik turun dan perubahan pola tidur, energi, berpikir, dan perilaku.

Orang-orang yang mengalami gangguan bipolar dapat mengalami masa-masa di mana mereka merasa sangat bahagia dan bersemangat, tetapi di periode lain merasa sangat sedih, putus asa, dan lamban. Di antara periode-periode itu, mereka biasanya merasa normal. Perubahan suasana hati inilah disebut dengan gangguan bipolar.

Meskipun gangguan bipolar bukan informasi yang baru lagi ke publik, tetapi masih banyak kesalahpahaman yang kerap terjadi. Berikut beberapa mitos dan fakta mengenai bipolar yang harus diketahui.

  1. Mitos: Gangguan bipolar adalah kondisi yang langka

Fakta: Bipolar disorder mempengaruhi 2 juta orang dewasa di Amerika Serikat. Satu dari lima orang Amerika memiliki kondisi kesehatan mental.

  1. Mitos: Gangguan bipolar hanya perubahan suasana hati di mana setiap orang pasti memilikinya

Fakta: Tingginya dan rendahnya gangguan bipolar sangat berbeda dari perubahan suasana hati yang umum. Orang dengan gangguan bipolar mengalami perubahan ekstrim dalam energi, aktivitas, dan tidur yang tidak biasa bagi mereka.

  1. Mitos: Hanya ada satu jenis gangguan bipolar

Fakta: Ada empat tipe gangguan bipolar yang memiliki pengalamannya berbeda buat pengidapnya.

Bipolar I, didiagnosis ketika seseorang memiliki satu atau lebih episode depresif dan satu atau lebih episode manik, kadang-kadang dengan fitur psikotik, seperti halusinasi atau delusi.

Bipolar II, memiliki episode depresif sebagai fitur utamanya dan setidaknya satu episode hipomania. Hipomania adalah jenis mania yang kurang parah. Seseorang dengan gangguan bipolar II mungkin mengalami suasana kongruen atau gejala psikotik mood-kongruen.

Gangguan cyclothymic (cyclothymia) ketika pengidap gangguan ini mengalami banyak periode gejala hipomania serta banyak periode gejala depresi yang berlangsung setidaknya selama dua tahun (1 tahun pada anak-anak dan remaja).

Gangguan bipolar sebaliknya tidak mengikuti pola tertentu dan didefinisikan oleh gejala gangguan bipolar dari tiga kategori sebelumnya.

  1. Mitos: Gangguan bipolar dapat disembuhkan melalui diet dan olahraga

Fakta: Gangguan bipolar adalah penyakit seumur hidup dan saat ini tidak ada obatnya. Namun, dapat dikelola dengan baik dengan obat-obatan dan terapi bicara, menghindari stres, dan mempertahankan pola tidur, makan, dan olahraga teratur.

  1. Mitos: Lingkungan yang menyenangkan akan membuat pengidap bipolar sembuh

Fakta: Dalam beberapa kasus, seorang mania mungkin merasa baik pada awalnya di lingkungan yang normal, tetapi tanpa perawatan kondisi yang stabil ini bisa berubah menjadi buruk. Pengidapnya bisa saja tiba-tiba menjadi terlalu cemas atau sangat mudah tersinggung, kesal karena hal-hal kecil, dan patah hati pada orang yang dicintai. Seorang mania dapat kehilangan kendali atas pikiran dan tindakan mereka, bahkan kehilangan kontak dengan kenyataan.

  1. Mitos: Seniman dengan bipolar akan kehilangan kreativitasnya jika mereka mendapatkan perawatan

Fakta: Perawatan seringkali memungkinkan pengidap bipolar untuk berpikir lebih jernih yang kemungkinan akan meningkatkan pekerjaannya. Penulis nominasi Pulitzer, Marya Hornbacher, mengalaminya langsung.

Dia sempat berpikir tidak akan bisa menulis lagi ketika didiagnosis menderita bipolar. Apalagi dia butuh perawatan intensif terkait penyakitnya. Namun setelah menjalani perawatan, dia menemukan bahwa pekerjaannya lebih baik dengan perawatan.

  1. Mitos: Orang dengan gangguan bipolar selalu maniak atau depresi

Fakta: Orang-orang dengan gangguan bipolar dapat mengalami periode panjang, bahkan suasana hati seimbang yang disebut euthymia. Sebaliknya, mereka terkadang dapat mengalami apa yang disebut sebagai "episode campuran", yang memiliki fitur mania dan depresi pada saat yang bersamaan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai mitos bipolar yang harus diketahui, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: