27 September 2018

Bipolar pada Anak Biasanya Menunjukkan 5 Tanda Ini

bipolar, bipolar pada anak, tanda anak bipolar, gejala bipolar

Halodoc, Jakarta - Bipolar adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan adanya perubahan mood yang fluktuatif, seperti misalnya tiba-tiba sangat murung padahal sebelumnya sangat bahagia. Gangguan ini bisa dialami oleh siapa saja, baik anak-anak, remaja, hingga dewasa. Di Amerika Serikat, gangguan bipolar terjadi pada 1-5 persen dari jumlah penduduk, dan 1,8 persennya adalah anak-anak.

Ada 2 episode dalam gangguan bipolar, yakni episode mania (fase naik)dan episode depresi (fase turun). Pada fase mania, penderita akan menjadi sangat bersemangat, enerjik, dan cenderung bicara dengan sangat cepat. Sementara pada fase depresi, mereka akan terlihat sangat sedih, lesu, dan kehilangan minat terhadap berbagai aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari.

Berdasarkan pergantian suasana hati, ada sebagian penderita gangguan bipolar yang mengalami keadaan normal di antara fase mania dan depresi. Namun, ada juga yang mengalami pergantian cepat dari mania ke depresi atau sebaliknya, tanpa ada periode normal, dan ada juga yang mengalami kedua fase tersebut secara bersamaan.

Pada anak-anak, gangguan bipolar cenderung sulit untuk dideteksi. Gejala bipolar pada anak memang berkembang secara lambat, sehingga seringkali sulit membedakan apakah hal itu merupakan gejala bipolar atau memang karakter normal si anak. Kendati demikian, orangtua perlu melakukan pengamatan lebih lanjut jika anak mengalami tanda-tanda berikut:

1. Gelisah dan Bicara dengan Sangat Cepat

Perubahan mood yang dialami anak-anak kadang sulit diprediksi, terutama pada anak usia batita atau balita, yang belum pandai mengutarakan apa yang dirasakannya. Namun, jika tiba-tiba anak menunjukkan perilaku gelisah dan mulai berbicara dengan sangat cepat hingga sulit dipahami, bisa jadi itu merupakan gejala awal dari gangguan bipolar.

2. Perubahan Mood yang Signifikan

Anak yang mengalami bipolar juga akan cenderung memiliki mood yang berubah-ubah. Misal pada pagi hari ia begitu bersemangat, lalu beberapa jam berikutnya tiba-tiba merasa gelisah, marah, atau sedih tanpa alasan yang jelas.

3. Hiperaktif

Gejala ini biasanya terjadi ketika anak memasuki fase mania. Anak akan mengalami lonjakan semangat yang begitu besar, hingga membuatnya begitu aktif. Jika tidak jeli, orangtua biasanya akan menganggap hal itu sebagai perilaku nakal. Padahal, mungkin saja itu merupakan suatu tanda adanya gangguan pada kejiwaan anak. Terutama pada anak yang memang sebelumnya cenderung bukan anak yang aktif.

4. Mengasingkan Diri

Jika anak tiba-tiba lebih suka menyendiri, seperti menghabiskan waktu di kamar seharian dan tidak nyaman ketika harus berinteraksi dengan orang lain, mungkin saja itu suatu tanda bahwa ada gangguan kejiwaan yang dialaminya. Seperti bipolar atau gangguan-gangguan kejiwaan lainnya.

5. Kehilangan Minat

Hilangnya minat untuk melakukan aktivitas yang disukai atau biasa dilakukan juga merupakan tanda ada sesuatu yang salah. Orangtua biasanya akan salah mengartikan hal ini sebagai perubahan hobi belaka. Mengingat anak-anak cenderung mudah berubah dalam hal hobi dan cita-cita. Jika anak menunjukkan perubahan perilaku seperti hilangnya minat terhadap apa yang tadinya disukai, ada baiknya orangtua melakukan riset dan pengamatan lebih lanjut terhadap anak. Sebab, dikhawatirkan itu merupakan gejala dari gangguan bipolar.

Beberapa gejala tadi tidaklah bisa dijadikan acuan utama untuk mendiagnosis apakah anak mengalami gangguan bipolar atau tidak. Pengamatan lebih lanjut oleh psikolog atau psikiater juga penting untuk dilakukan. Jika anak mengalami beberapa tanda-tanda tadi atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk membicarakannya pada dokter di Halodoc, melalui fitur Chat, Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat secara online, hanya dengan men-download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Google Play Store.

Baca juga: