Bisakah IMRT Atasi Kanker Prostat?

Bisakah IMRT Atasi Kanker Prostat?

Halodoc, Jakarta - Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) adalah jenis terapi radiasi canggih yang digunakan untuk mengobati kanker sampai tumor jinak. Mengapa dikatakan canggih? Sebab, IMRT dapat memanipulasi sinar radiasi foton dan proton untuk menyesuaikan lokasi dan bentuk kanker. IMRT menggunakan beberapa foton kecil atau berkas proton dengan berbagai intensitas untuk menyinari kanker secara tepat.

Intensitas radiasi setiap balok dikontrol dengan efektif serta bisa disesuaikan sepanjang perawatan. Tujuan utama IMRT adalah untuk menyesuaikan dosis radiasi kanker dengan mengurangi paparan jaringan yang sehat, sehingga efek samping dari perawatan radiasi ini bisa diminimalisir.

Baca Juga: Terapi Imun untuk Pengidap Kanker, Efektif atau Tidak?

Apa Fungsi dari IMRT ?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, IMRT memungkinkan penggunaan dosis yang lebih tinggi ke area kanker sembari mengurangi potensi efek samping yang ke bagian tubuh yang sehat.  Hal ini tentunya membuat pengidap kanker berpeluang sembuh lebih tinggi karena risiko kerusakan yang disebabkan radiasi bisa diminimalisir.

IMRT memungkinkan pengobatan kanker dilakukan secara akurat pada kanker yang bentuknya tidak biasa. Kanker yang terletak pada daerah cekung atau berongga juga lebih mudah dijangkau  melalui terapi radiasi berdosis tinggi ini. Sinar radiasi dosis tinggi dari IMRT dapat dibuat cekung atau berongga.

Hal ini memungkinkan dosis radiasi ke organ sensitif, seperti rektum atau sumsum tulang belakang seminimum mungkin. Dengan IMRT, kanker di beberapa bagian tubuh yang sebelumnya sulit diobati karena berisiko memengaruhi organ sekitarnya, terutama organ yang sensitif terhadap sinar radiasi, kini tidak perlu dikhawatirkan lagi. Sejauh ini, IMRT  banyak digunakan untuk sebagian besar jenis tumor dan kanker.

Baca Juga: Sebelum Terlambat, Kenali 3 Cara Mencegah Kanker Prostat

Bisakah IMRT Atasi Kanker Prostat?

Sejauh ini, IMRT adalah pengobatan yang umum dilakukan untuk mengobati kanker prostat. IMRT juga sering digunakan setelah operasi radikal prostatektomi karena dengan prosedur operasi belum mengangkat sel kanker secara total. IMRT memungkinkan dosis yang lebih tinggi untuk  diobati dengan efek samping yang lebih kecil dari sebelumnya

Bisa dikatakan kelenjar getah bening pengidap dapat lebih mudah diobati dengan efek samping yang kecil dari sebelumnya. Organ utama yang membatasi dosis radiasi dekat dengan prostat, yakni rektum terkadang menjadi alasan untuk membatasi dosis pengobatan. Melalui IMRT,  radiasi dosis tinggi pada prostat dimungkinkan sembari meminimalisir radiasi ke rektum.

Efek Samping Apa yang Dapat Dikurangi IMRT?

IMRT sering digunakan untuk mengobati tumor yang dekat dengan organ sensitif. Misalnya, ketika IMRT digunakan untuk mengobati tumor panggul, IMRT dapat mengurangi risiko masalah usus jangka panjang seperti:

  • Kram atau kejang di usus.

  • Tenesmus atau perasaan bahwa seseorang belum mengosongkan isi rektum sepenuhnya.

  • Diare atau konstipasi parah

IMRT juga dapat digunakan untuk mengobati tumor di daerah kepala dan leher. Dosis radioterapi untuk struktur penting seperti kelenjar ludah dapat dijaga serendah mungkin. Struktur ini sangat sensitif terhadap efek radioterapi. IMRT dapat mengurangi kerusakan pada organ tersebut dan mengurangi risiko xerostomia atau kekeringan mulut permanen.

Baca Juga: Cegah Kanker dengan CERDIK, Ikuti Langkah Ini

Nah, itulah manfaat IMRT yang perlu kamu ketahui. Kalau kamu punya keluhan medis yang tak kunjung membaik, sebaiknya pergi ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya. Enggak perlu repot, sekarang bisa lho buat janji dengan rumah sakit pilihanmu melalui Halodoc. Mudah bukan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!