02 December 2018

Mirip Gejalanya, Ini Perbedaan Gastroenteritis dan Diare

Mirip Gejalanya, Ini Perbedaan Gastroenteritis dan Diare

Halodoc, Jakarta - Gangguan pencernaan adalah masalah kesehatan yang paling sering menyerang tubuh. Tidak heran, karena makanan dan minuman yang kamu konsumsi bisa menjadi pemicu utama terjadinya masalah pencernaan.

Diare dan gastroenteritis adalah dua di antaranya. Kamu pasti pernah mengalami kedua penyakit tersebut. Jika belum mengerti, gastroenteritis juga sering disebut dengan flu perut atau muntaber. Kedua masalah pencernaan ini memiliki gejala yang mirip dan sulit dibedakan. Namun, keduanya ternyata bukan penyakit yang sama. Lalu, apa sebenarnya perbedaan gastroenteritis dan diare?

Flu Perut dan Diare, Apa Bedanya?

Diare dan muntaber bisa terjadi karena makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Gejala kedua gangguan kesehatan ini sama, yaitu sakit perut yang membuat kamu harus BAB berulang kali dengan struktur kotoran cair dan encer, hampir menyerupai air.

Namun, ketika kamu mengalami diare, bukan berarti kamu juga terkenal gastroenteritis. Pasalnya, diare sebenarnya adalah gejala penyakit, bukan termasuk jenis penyakit. Sementara itu, muntaber atau flu perut terjadi karena infeksi atau peradangan pada saluran pencernaan yang memicu diare.

Oleh karena diare juga menjadi gejala gastroenteritis, sebelum mendiagnosis kamu tentu perlu mengenali gejala lain yang turut kamu rasakan. Apakah benar, diare yang terjadi adalah karena flu perut atau justru kamu mengalami gangguan kesehatan lainnya.

Perbedaan gastroenteritis dan diare bisa kamu cermati dari gejalanya. Pada umumnya, muntaber atau flu perut memiliki gejala umum mual, muntah, dan kram pada perut. Namun, apabila muntaber terjadi karena virus, gejala yang akan muncul juga seperti demam, nyeri otot dan kepala.

Namun, apabila flu perut terjadi karena bakteri, gejala yang muncul juga diikuti dengan diare yang terkadang mengeluarkan darah. Gejala ini berbeda dengan diare yang biasanya hanya berupa keluhan buang air besar berkali-kali dalam satu hari dengan bentuk feses cair tanpa gejala yang lain.

Waktu Penyembuhannya Juga Berbeda

Flu perut umumnya bisa sembuh dalam kurun waktu kurang dari satu minggu setelah paparan pertama apabila gangguan kesehatan ini terjadi karena virus. Tetapi, jika bakteri menjadi penyebabnya, flu perut akan lama sembuh, bahkan hingga berminggu-minggu.

Sementara untuk diare, waktu penyembuhannya bergantung pada apa yang menyebabkan kamu mengalami penyakit ini. Kalau kamu diare karena radang usus, diare yang kamu alami bisa berlangsung hingga tiga bulan, karena radang usus termasuk dalam kategori penyakit kronis.

Bagaimana Penanganannya?

Jadi, apa yang bisa kamu lakukan untuk meringankan penyakit flu perut dan diare? Pertama, banyak minum air putih supaya kamu terhindar dari dehidrasi. Diare berkepanjangan membuat tubuh kamu rentan kekurangan cairan, jadi pastikan asupan cairan kamu mencukupi.

Konsumsi obat diare untuk meringankan BAB berkepanjangan yang kamu alami. Apabila tidak sembuh dalam waktu 7 hari, segera periksakan diri ke dokter. Jangan lupa, biasakan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang higienis dan mencuci tangan sebelum makan atau setelah beraktivitas.

Nah, itu tadi perbedaan gastroenteritis dan diare yang perlu kamu ketahui. Kalau masih belum jelas, kamu bisa bertanya langsung pada dokter lewat aplikasi Halodoc. Tidak hanya itu, Halodoc juga bisa kamu pakai untuk beli obat atau cek lab rutin. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Baca juga: