• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gejalanya Mirip, Ini Bedanya Gastroenteritis dan Diare

Gejalanya Mirip, Ini Bedanya Gastroenteritis dan Diare

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar penyakit bernama gastroenteritis? Kalau belum, bagaimana dengan muntaber? Sebaiknya jangan main-main dengan gastroenteritis, karena penyakit ini bisa menyebabkan muntah dan diare pada pengidapnya hingga menyebabkan dehidrasi.

Sebenarnya ketika menyerang seseorang dengan kondisi tubuh yang fit, gastroenteritis mungkin tidak berakibat fatal. Namun, lain lagi ceritanya bila penyakit gastroenteritis menyerang bayi, lansia, atau mereka yang bermasalah dengan sistem imunnya. Alasannya simpel, gastroenteritis bisa berdampak fatal bagi ketiga kelompok tersebut.

Nah, karena gastroenteritis bisa menyebabkan diare, lalu apa bedanya diare dan gastroenteritis?

Baca juga:  Manfaat Jahe untuk Mengobati Gastroenteritis

Sama-Sama Seputar Diare dan Pencernaan

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk berkenalan dengan gejala dari kedua penyakit ini. Seperti namanya, gejala utama gastroenteritis atau muntaber pastinya diare dan muntah. Gejala ini bisa muncul 1-3 hari setelah tubuh terinfeksi. Hal yang perlu diingat, gastroenteritis menimbulkan keluhan lainnya ketika menyerang tubuh. Misalnya, demam dan menggigil, mual, sakit kepala, tidak nafsu makan atau sakit perut.

Ingat, gastroenteritis adalah salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak-anak. Oleh sebab itu, segeralah temui atau tanyakan dokter bila Si Kecil mengalami muntaber, apalagi bila disertai sederet gejala lainnya. Contohnya demam di atas 38 derajat Celcius, gelisah, uring-uringan, hingga diare disertai darah. Nah, ibu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Sangat praktis, kan?

Lain gejala gastroenteritis, lain pula diare. Gejala diare cukup bervariasi, meliputi perum kram atau kembung, mulas, tinja encer, penurunan berat badan, sakit kepala, demam, hingga tinja berlendir. Bagaimana bila diare menyerang Si Kecil?

Umumnya gejala yang akan timbul seperti mata, perut, dan pipi terlihat cekung, rewel, tidak ada urine pada popok selama tiga jam atau lebih, atau air mata berkurang saat menangis.

Kembali ke tajuk utama, apa bedanya diare dan gastroenteritis?

Baca juga: Agar Tak Panik, Cari Tahu Penyebab Diare pada Bayi

Hampir Sama Penyebabnya, Beda Dampaknya

Mau tahu banyaknya jumlah pengidap diare di negara kita? Menurut data dari Kemenkes RI, setidaknya 7 juta orang mesti berhadapan dengan penyakit ini pada 2017. Mirisnya, diare yang sering disepelekan ini menempati posisi ketiga (pada 2016) penyebab kematian anak dari total penyakit infeksi setelah tuberkulosis dan hati.

Diare ini bisa membuat pengidapnya jadi sering buang air besar, dengan kondisi feses yang encer. Sebagian besar kasus diare disebabkan oleh makanan dan minuman yang sudah terpapar virus, bakteri, atau parasit. Lalu, bagaimana dengan penyakit gastroenteritis?

Kalau diare menyebabkan frekuensi BAB yang meningkatkan, gastroenteritis bisa membuat pengidapnya mengalami diare sekaligus muntah-muntah (muntaber). kok bisa?

Gastroenteritis atau flu perut adalah peradangan pada dinding saluran sistem pencernaan, terutama lambung dan usus. Nah, infeksi di kedua bagian ini yang menyebabkan muntaber.

Lalu, apa penyebab kedua penyakit di atas? Sebenarnya hampir sama, sebagian besar diare dan gastroenteritis disebabkan oleh infeksi virus. Untuk gastroenteritis ada dua virus yang jadi biang keladinya, yaitu norovirus dan rotavirus. Namun, ada pula virus lainnya seperti adenovirus dan astrovirus. Bagaimana dengan diare?

Virus penyebab diare menyerang usus besar. Jenis-jenis virusnya seperti rotavirus, cytomegalovirus, norwalk, dan virus hepatitis. Nah, rotavirus ini yang sering menyebabkan diare pada anak-anak. Tanyakan pada dokter tentang gejala diare pada anak-anak agar segera menemukan penanganan yang tepat.

Hal yang perlu digarisbawahi, selain virus ada pula penyebab lainnya yang bisa memicu gastroenteritis dan diare. Sebut saja infeksi bakteri, parasit, atau efek samping obat-obatan tertentu.

Baca juga:  3 Jenis Dehidrasi pada Anak Diare

Ringkas kata, seseorang yang mengalami diare, bukan berarti mengalami gastroenteritis. Sebagian besar kasus diare disebabkan oleh infeksi di usus besar. Sedangkan gastroenteritis peradangan pada sistem pencernaan, terutama lambung dan usus yang menyebabkan diare dan muntah-muntah.

Sembuh Dalam Hitungan Hari?

Pada kasus diare umumnya pengidapnya bisa pulih dalam hitungan hari tanpa memerlukan pengobatan khusus. Mereka diharuskan memerhatikan asupan cairan dan makanan yang tepat. Namun, pada kasus yang berlangsung lama (kronis), bisa memakan waktu lama.

Misalnya, gegara radang pada saluran cerna, penyakit Crohn, atau penyakit celiac. Nah, andaikan diare disebabkan oleh penyakit ini, waktu penyembuhannya bisa dalam hitungan minggu. Bagaimana dengan gastroenteritis?

Muntaber atau flu perut biasanya bisa sembuh dalam kurang waktu satu minggu setelah terpapar virus. Tetapi, membutuhkan waktu yang lebih lama (berminggu-minggu) bila biang keladinya infeksi bakteri.

Ingat, meski kedua penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, tapi segeralah temui dokter bila diare atau muntaber tidak membaik dalam hitungan 2-3 hari.

 

Referensi:
Medline Plus. Diakses pada Desember 2019. Gastroenteritis - Stomach flu
Mayo Clinic. Diakses pada Desember 2019. Diseases and Conditions. Viral Gastroenteritis (Stomach Flu).
Mayo Clinic. Diakses pada Desember 2019. Disease and Conditions. Diarrhea.  
Healthline. Diakses pada Desember 2019. What Causes Diarrhea?