Bisakah Pengidap Spondylosis Berolahraga?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bisakah Pengidap Spondylosis Berolahraga?

Halodoc, Jakarta - Degenerasi tulang belakang atau spondylosis dapat menyerang orang dalam usia berapapun. Karena menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada leher dan punggung, pengidapnya kerap menjadi lemas dan malas untuk banyak bergerak. Padahal, dalam proses penyembuhannya, pengidap spondylosis sangat disarankan untuk berolahraga, lho. 

Ya, pengobatan untuk spondylosis diawali dengan penurunan berat badan (jika diperlukan), dan menjaganya untuk tetap ideal. Selain menjaga berat badan, pengidap spondylosis juga disarankan untuk melakukan olahraga. Namun, bukan sembarang olahraga. 

Beberapa olahraga yang disarankan dalam penyembuhan spondylosis adalah  berenang, berjalan dan aerobik air. Lebih lanjut, olahraga dapat digolongkan menjadi beberapa kategori berikut:

  • Latihan penguatan. Bertujuan untuk memperkuat otot yang menyokong sendi. Latihan ini melibatkan resistensi dengan penggunaan beban atau gelang karet.

  • Latihan aerobik. Untuk memperkuat jantung dan sistem peredaran darah.

  • Latihan range-of-motion. Untuk meningkatkan fleksibilitas tubuh.

  • Periode istirahat pada keseluruhan perawatan diperlukan. Namun, bed rest, splints, bracing, atau traction untuk jangka panjang tidak direkomendasikan.

Baca juga: Kenali Spondylosis, Penyakit yang Menyerang Tulang Belakang

Untuk lebih jelasnya, sebaiknya kamu diskusikan terlebih dahulu tentang jenis olahraga yang bisa kamu lakukan dengan dokter. Sekarang, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call.

Selain berolahraga, ada juga beberapa perawatan rumahan lain yang bisa dilakukan untuk menunjang pemulihan, seperti:

  • Gunakan kompres hangat dan/atau dingin pada sendi.

  • Tidur dengan bantal di antara kedua kaki.

  • Jaga berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan memberikan tekanan pada sendi penahan beban seperti lutut, tulang belakang, pinggang, pergelangan kaki dan kaki. 

  • Miliki pola makan yang seimbang. Makanan yang kaya akan vitamin C, asam lemak omega-3 dapat membantu. Pastikan menu makan harian meliputi banyak buah dan sayuran, gandum utuh, produk susu rendah lemak, ikan dan daging tanpa lemak, serta pilihlah lemak sehat seperti kacang dan alpukat, minyak yang sehat seperti minyak zaitun dan canola.

  • Tidur yang cukup. Tidur malam yang cukup dapat membantu pengidap spondylosis mengatasi rasa sakit dan stres akibat nyeri. Untuk tidur dengan lebih baik, tidur pada waktu yang sama setiap malam, gunakan bantal untuk mengangkat tekanan dari sendi yang sakit. 

Baca juga: Ini Penyebab Terjadinya Spondilosis Servikal yang Perlu Diketahui

Penyebabnya dan Faktor-Faktor Risiko Spondylosis

Seperti telah disebutkan di awal, bahwa spondylosis merupakan penyakit degenerasi tulang belakang yang dapat terjadi pada siapa saja dari berbagai kalangan usia. Maka mengetahui penyebab dan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko sangat diperlukan. 

Semakin bertambahnya usia, tulang dan ligamen pada tulang belakang melemah, menyebabkan taji tulang (osteoarthritis). Piringan intervertebrata mengalami degenerasi dan melemah, menyebabkan hernia dan penonjolan pada piringan. Akibatnya, dapat mengalami beberapa gejala spondylosis.

Namun, ada beberapa faktor risiko untuk spondylosis, yaitu:

  • Usia. Gejala seringkali dilaporkan pertama kali di antara usia 20 dan 50 tahun. Lebih dari 80 persen orang di atas 40 tahun memiliki bukti spondylosis pada studi X-ray.

  • Jenis kelamin. Untuk orang di bawah 45 tahun, spondylosis lebih umum terjadi pada pria. Setelah usia 45 tahun, spondylosis lebih sering ditemukan pada wanita.

  • Kelebihan berat badan.

  • Cedera atau trauma pada sendi.

  • Predisposisi genetik.

  • Orang yang memiliki pekerjaan atau berolahraga yang memberikan stres berulang pada sendi tertentu.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Spondilosis Servikal

Itulah sedikit penjelasan tentang spondylosis. Mulai sekarang selalu jaga pola hidup dan pola makan sehat, agar tubuh tetap fit, ya. Selain itu, penting juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!