10 December 2018

Ini Penyebab Terjadinya Spondilosis Servikal yang Perlu Diketahui

Ini Penyebab Terjadinya Spondilosis Servikal yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Apakah orangtua kamu sering mengeluh kesemutan dan sulit berjalan karena masalah keseimbangan? Nah, mungkin saja hal tersebut disebabkan oleh spondilosis servikal. Kondisi tersebut terjadi karena adanya kerusakan pada tulang belakang bagian leher, dan umumnya disebabkan oleh usia yang telah menua.

Ketika bagian yang menjadi pembatas tulang belakang dengan bagian lain atau diskus mengalami kekurangan cairan dan mengecil. Akibatnya, kondisi tersebut akan menyebabkan peradangan. Di samping itu, gejala-gejala peradangan tulang belakang di leher juga akan muncul, termasuk benjolan di pinggir diskus.

Seseorang yang telah mengalami penuaan, tulang lehernya akan mengalami penurunan fungsi. Selain itu, tulang leher akan berusaha memperbaiki jaringan yang rusak. Namun,i tulang yang tumbuh akan menjadi abnormal, sehingga menimbulkan benjolan dan membuat tulang belakang tertekan. Dengan begitu, fungsinya pun tidak akan seperti keadaan sebelumnya.

Umumnya, spondilosis servikal memang menyerang orang-orang berusia lanjut. Meski demikian, penyakit ini juga dapat menyerang anak muda yang disebabkan beberapa hal, termasuk cedera yang telah dialami sebelumnya. Spondilosis servikal juga lebih cepat terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita.

Penyebab Spondilosis Servikal

Penyebab utama dari spondilosis servikal adalah rusaknya jaringan tulang belakang bagian leher dan strukturnya yang berubah. Hal-hal yang dapat menyebabkan spondilosis servikal adalah:

  1. Tulang leher yang mengapur

Salah satu penyebab spondilosis servikal adalah tulang belakang pada leher yang semakin menipis. Dikarenakan kondisi tersebut, tubuh akan mencoba memperbaiki kerusakan tersebut supaya leher dapat kembali normal. Namun, tubuh akan mengalami efek sampingnya, yaitu tertekannya saraf tulang belakang.

  1. Bantalan Tulang yang Semakin Tipis

Penyebab spondilosis servikal lainnya adalah bantalan tulang yang semakin menipis. Tulang leher mempunyai ruas yang disebut bantalan tulang. Semakin tua seseorang, semakin tipis bantalan tersebut yang dikarenakan jumlah cairan yang semakin sedikit. Ketika bantalan tersebut semakin tipis, gesekan antar tulang pun akan terjadi.

  1. Ligamen yang Kaku

Spondilosis servikal juga dapat disebabkan oleh ligamen yang kaku. Hal tersebut disebabkan oleh penuaan yang membuat jaringan-jaringan antar tulang leher menjadi kaku.

  1. Bantalan Tulang yang Retak

Semakin bertambah umur seseorang, bantalan pada tulang belakang di leher akan semakin tipis dan dapat menyebabkan keretakan. Akibatnya, spondilosis servikal pun akan terjadi. Hal ini dapat membuat bantalan pada tulang belakang di leher menonjol, sehingga menekan saraf di bagian tersebut.

  1. Kebiasaan atau Pekerjaan yang Melibatkan Gerakan Leher

Seseorang dengan kebiasaan atau pekerjaan  yang mengharuskannya menggunakan leher, mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami spondilosis servikal. Kondisi tersebut terjadi karena leher yang terus dipaksa bergerak, sehingga mengalami kerusakan.

  1. Merokok

Banyak hal yang dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok. Salah satunya adalah spondilosis servikal.

  1. Cedera pada Leher

Seseorang yang pernah mengalami cedera di leher mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami spondilosis servikal.

  1. Faktor Keturunan atau Genetik

Seseorang yang keluarganya pernah mengalami penyakit spondilosis servikal, memiliki risiko untuk mengidap penyakit tersebut lebih tinggi dibandingkan seseorang yang keluarganya tidak mempunyai riwayat tersebut.

Itulah penyebab-penyebab spondilosis servikal yang dapat menyerang kamu. Penyakit pada tulang belakang di leher ini dapat membuat rasa tidak nyaman hingga hilangnya keseimbangan untuk berjalan. Apabila kamu mempunyai pertanyaan perihal penyakit ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Tanya jawab dengan dokter bisa dilakukan dengan mudah melalui Chat atau Video/Voice Call. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Play Store!

Baca juga: