Bisakah Tanda-Tanda Melahirkan Muncul Sebelum 38 Minggu?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bisakah Tanda-Tanda Melahirkan Muncul Sebelum 38 Minggu?

Halodoc, Jakarta – Bagi wanita yang baru menjalani kehamilan pertama, tanda-tanda akan melahirkan mungkin dapat membuat bingung. Terutama jika kontraksi, sebagai tanda utama melahirkan muncul sebelum 38 minggu. Perlu diketahui bahwa tanda-tanda akan melahirkan bisa saja muncul sebelum 38 minggu, seperti pada kelahiran prematur

Namun, bisa jadi juga tanda-tanda melahirkan yang terjadi adalah semu, seperti kontraksi palsu yang umum dirasakan ibu hamil pada trimester akhir atau lebih awal. Kontraksi palsu atau Braxton Hicks merupakan hal normal pada ibu hamil yang merupakan persiapan rahim untuk menghadapi persalinan.

Baca juga: 4 Olahraga untuk Bantu Ibu Hamil Melahirkan Normal

Mirip seperti kontraksi persalinan, kontraksi palsu ditandai dengan mengencangnya otot-otot rahim. Namun, kontraksi palsu biasanya terjadi selama 30 detik dan tidak lebih dari 1 menit, serta intensitasnya tidak meningkat. Sementara itu, kontraksi persalinan dapat berlangsung lebih lama dan intensitasnya dapat meningkat seiring dekatnya waktu persalinan.

Jika ingin tahu lebih lanjut tentang perbedaan kontraksi palsu dan kontraksi tanda persalinan, ibu hamil bisa tanyakan dengan dokter kandungan di aplikasi Halodoc. Mudah dan praktis, ibu bisa tanyakan apapun seputar kehamilan pada dokter, kapan dan di mana saja, lewat fitur Chat atau Voice/Video Call. Jika ingin melakukan pemeriksaan kandungan, ibu juga bisa buat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit lewat aplikasi Halodoc.

Baca juga: Yang Perlu Diperhatikan Setelah Melahirkan Normal

Seperti Apa Tanda-Tanda Akan Melahirkan yang Sesungguhnya?

Sesungguhnya, tidak ada yang dapat menebak dengan pasti kapan tanda-tanda melahirkan dan persalinan akan terjadi. Namun, beberapa perubahan hormon dan fisik berikut dapat menunjukkan tahap dan tanda-tanda awal persalinan:

1. Lightening

Merupakan proses bayi turun ke panggul dan menetap dalam posisi siap keluar. Pada tahap ini, ibu hamil akan merasa sering ingin buang air kecil. Normalnya, kepala bayi akan masuk terlebih dahulu ke pintu atas panggul. Meski pada beberapa kasus, kaki atau bahunya juga bisa masuk terlebih dahulu.

2. Keluarnya Lendir 

Tanda-tanda akan melahirkan selanjutnya ditandai dengan keluarnya lendir. Hal ini terjadi ketika leher rahim mulai terbuka lebih lebar. Lendir yang keluar dapat berwarna jenih, merah muda, atau tercampur sedikit darah. Tahap melahirkan dapat segera terjadi ketika keluar lendir ataupun 1–2 minggu kemudian, dan tidak ada yang bisa memastikan.

3. Kontraksi 

Berbeda dengan kontraksi palsu, kontraksi yang merupakan tanda persalinan akan terjadi secara teratur dan lebih sakit dari waktu ke waktu. Ibu hamil juga akan merasa kram pada punggung maupun perut bagian atas dan bawah. Ketika kontraksi persalinan berlangsung, ibu tidak dapat merasakan gerakan bayi yang semakin terdorong ke bawah dan semakin membuka leher rahim.

Baca juga: Uniknya Ritual Persalinan dari Berbagai Belahan Dunia

4. Keluarnya Air Ketuban 

Keluarnya air ketuban dapat menyerupai tetesan cairan yang bocor ataupun menyembur secara tiba-tiba. Jika air ketuban sudah keluar, biasanya persalinan dapat terjadi dalam 24 jam. Namun pada beberapa kasus, air ketuban bisa saja tidak keluar dan dokter perlu memecahkannya di rumah sakit.

5. Penipisan dan Pembukaan Leher Rahim 

Hal ini terjadi akibat kontraksi rahim yang berlangsung teratur. Kemajuan proses persalinan diukur dari seberapa lebar leher rahim telah terbuka dan menipis, sehingga memungkinkan bayi keluar melewati vagina. Pembukaan dikatakan lengkap jika leher rahim sudah terbuka sekitar 10 sentimeter, yang menandakan bayi bisa segera keluar.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Pregnancy and Signs of Labor.
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Signs of Labour.