6 Bahaya Kandungan Merkuri dalam Kosmetik

Bahaya merkuri, bahan kosmetik alami, dampak negatif merkuri untuk kesehatan
KECANTIKAN 06 July 2018

Halodoc, Jakarta – Jika kamu penggemar kosmetik, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah merkuri. Merkuri atau yang dikenal juga dengan air raksa adalah salah satu jenis logam yang banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batu-batuan, biji tambang, tanah, air, dan udara sebagai senyawa anorganik dan organik.

Baca juga: Inilah Manfaat 8 Ragam Mineral untuk Kesehatan Kulit

Selain itu, merkuri juga sangat populer dalam kandungan produk pemutih, karena kemampuannya menghambat pembentukan melanin, sehingga kulit tampak lebih cerah dan bersinar dalam waktu yang sangat singkat. Padahal, merkuri sendiri merupakan hal yang sangat berbahaya dan sebaiknya perlu kamu waspadai penggunaannya.

Berikut adalah bahaya penggunaan merkuri untuk kesehatan tubuh:

 

  • Menyebabkan Kerusakan pada Sistem Pencernaan, Saraf, dan Ginjal

 

Merkuri bersifat korosif untuk kulit. Mengoleskan kosmetik yang mengandung merkuri secara terus-menerus akan membuat kulit semakin tipis dan membuat kerusakan pada kulit maupun kesehatan kamu. Merkuri dapat meresap ke dalam kulit dengan cepat dan paparan merkuri yang tinggi nyatanya dapat menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan ginjal.

 

  • Menyebabkan Berkurangnya Fungsi Otak

 

Selain untuk kesehatan tubuh, bahaya logam merkuri juga menyebabkan berkurangnya fungsi otak pada tubuh kita. Lebih parahnya lagi merkuri bisa menyebabkan otak pada tubuh kita tidak berfungsi dengan baik. Hal ini dapat terjadi terutama jika makanan yang kamu konsumsi tercemar logam merkuri dan kamu sering mengonsumsi makanan tersebut. Sebaiknya berhati-hatilah untuk mengonsumsi suatu makanan, jangan lupa untuk tetap memperhatikan kebersihan dan kualitas makanan tersebut.

 

  • Dapat Memperlambat Pertumbuhan Janin

 

Tidak heran jika penggunaan kosmetik pada ibu hamil sebaiknya dikurangi atau perhatikan kandungan dari kosmetik yang digunakan. Sebab, banyak dampak yang disebabkan oleh merkuri untuk pertumbuhan janin. Terlalu sering terpapar kandungan merkuri nyatanya membuat janin akan lambat dalam tumbuh kembang. Bahkan yang paling parah, kandungan merkuri dapat menyebabkan keguguran pada ibu hamil. Sebaiknya ibu hamil menggunakan bahan-bahan alami untuk merawat kesehatan kulit atau pun wajah, agar ibu maupun bayi tetap sehat.

 

  • Membuat Kulit Semakin Pucat dan Flek

 

Penggunaan kosmetik mengandung merkuri nyatanya bukan akan membuat kulit kamu putih merona, melainkan putih pucat dan justru akan membuat masalah baru pada wajah yaitu flek hitam. Sebaiknya pilih produk yang benar-benar alami agar tidak menimbulkan masalah baru kedepannya untuk wajah kamu maupun kesehatan kamu.

 

  • Iritasi pada Bagian Kulit

 

Pada kulit, merkuri nyatanya dapat menyebabkan iritasi dan juga gangguan ringan pada kulit. Biasanya, iritasi yang muncul pada kulit berupa gatal-gatal, kulit menjadi kemerahan, dan ruam pada kulit. Penggunaan merkuri dalam jangka panjang pada kulit akan berdampak serius pada jangka panjang.

 

  • Dapat Menyebabkan Kanker Kulit

 

Yang paling parah dari dampak penggunaan kosmetik yang mengandung merkuri adalah penyakit kanker kulit. Kandungan merkuri bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan virus kanker akan menyebar ke seluruh tubuh.

Baca juga: 4 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai

Tidak ada salahnya untuk mencoba produk-produk kosmetik yang alami atau organik. Selain akan menjauhkan kamu dari masalah iritasi, penggunaan bahan alami juga akan lebih ekonomis. Kamu bisa tanya dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui gejala-gejala yang akan dialami jika terlalu banyak terpapar kosmetik yang mengandung bahan merkuri. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

 


Rekomendasi Artikel

DIET & NUTRISI

16 August 2018

Bosan mengonsumsi daging kambing, ayam atau sapi? Coba deh cicipi daging rusa yang tak kalah bergizinya dari k...

Selengkapnya

KECANTIKAN

16 August 2018

Xerostomia merupakan kondisi yang bisa dialami sesekali oleh siapapun. Khususnya dalam kondisi gugup atau cema...

Selengkapnya

IBU & ANAK

16 August 2018

Cacat lahir yang sering dijumpai di Indonesia adalah bibir sumbing atau cleft lip. Simak penjelasan dari Halod...

Selengkapnya