Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Kurang Darah & Darah Rendah

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Kurang Darah &  Darah Rendah
DIET & NUTRISI 05 August 2017

Halodoc, Jakarta – Darah rendah adalah keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal dan biasa disebut dengan darah rendah. Pada saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai tolok ukur kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah. Terhambat atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lainnya seperti ginjal dapat terjadi jika tekanan darah terlalu rendah, sehingga dapat menyebabkan kepala terasa ringan dan pusing. Tubuh juga akan terasa tidak stabil atau goyah, bahkan kehilangan kesadaran. Sedangkan kurang darah merupakan kondisi di mana kandungan hemoglobin di dalam darah rendah. Salah satu gejala anemia adalah tekanan darah rendah.

Apa Perbedaaan Darah Rendah dan Kurang Darah?
Kamu pasti mengira kurang darah dan darah rendah itu sama. Sebenarnya meski gejalanya mirip, kedua kondisi ini sebenarnya jauh berbeda. Selain dikatakan sebagai sinonim, kesalahpahaman lain yang diketahui banyak orang terkait kurang darah dan darah rendah itu adalah ketika seseorang diketahui mengidap hipotensi, sudah pasti ia juga mengidap kurang darah. Padahal keduanya juga tak melulu berkaitan. "Kalau Darah Rendah atau Hipotensi itu tekanan darahnya yang rendah atau ini diukurnya dengan menggunakan tensi meter. Sedangkan kurang darah atau anemia adalah butir darah merahnya yang berkurang, ini diukurnya pakai Hb meter," terang Prof. Dr. dr. Budhi Setianto, Sp JP, FIHA.

Anemia adalah kondisi dimana seseorang tidak memiliki sel-sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang memadai ke setiap organ dan jaringan tubuhnya. Dimana pada wanita nilai normal hemoglobin 12-16 gr/dl dan pada pria 13,5-18 gr/dl. Gejalanya bervariasi, mulai dari kelelahan, muka pucat, jantung berdetak cepat tapi tak beraturan, sesak napas, nyeri dada, pening, gangguan kognitif, hingga tangan terasa dingin, begitu pula dengan kaki serta sakit kepala.

Sedangkan hipotensi menunjukkan kondisi dimana tekanan darah kamu lebih rendah dari tekanan darah normal yaitu 120/80 mmHg. Menurut pakar, tekanan darah rendah baru dapat terjadi jika tekanan sistoliknya kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastoliknya di bawah 60 mmHg. Gejalanya antara lain pening hingga terasa ingin pingsan, kurangnya konsentrasi, pandangan kabur, mual, demam, kulit pucat, sesak napas, kelelahan, depresi dan mendadak haus. Dilihat dari gejalanya, dapat dikatakan keduanya hampir mirip karena sama-sama menyerang darah. Hanya saja tampaknya tekanan darah rendah memperlihatkan gejala yang lebih parah daripada anemia.

Menurut penjelasan dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD(K), Penyebab anemia bermacam-macam, bisa karena produksi yang rendah, karena perdarahan, kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat.

Pengidap sama-sama merasakan lemah, pusing dan seperti melayang. Terkadang penyebabnya bisa sama. Pengidap anemia  karena perdarahan bisa juga mengalami hipotensi. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kehilangan cairan atau darah misalnya muntah-muntah hebat atau diare, perdarahan baik melalui saluran cerna atas maupun saluran bawah yang terjadi tiba-tiba, perdarahan melalui alat kelamin wanita, infeksi berat atau gangguan pada jantung.

Kamu ingin berdiskusi dengan dokter spesialis tentang darah dan perbedaan darah rendah dengan anemia? Kamu bisa melakukannya via aplikasi kesehatan Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa bertanya bersama dokter spesialis terbaik dan kamu juga bisa melakukan chat, video call atau voice call. Selain itu, kamu juga membeli obat melalui smartphone dengan cepat, aman dan nyaman melalui layanan Pharmacy Delivery. Download aplikasi Halodoc pada Google Play dan App Store sekarang juga untuk menggunakannya.

Baca Juga: Ketahui 6 Penyebab Tekanan Darah Rendah & Cara Mengatasinya


Rekomendasi Artikel

KECANTIKAN

18 July 2018

Sebagian besar kasus cacar air yang parah terjadi pada orang dewasa. Lalu, bagaimana sih cara merawat wajah se...

Selengkapnya

KECANTIKAN

18 July 2018

Tak hanya di bibir saja, stomatitis pun bisa terjadi pada gusi. Nah, berikut hal yang perlu diketahui mengenai...

Selengkapnya

KECANTIKAN

18 July 2018

Tidak hanya untuk kecantikan kulit, air beras juga baik untuk kesehatan tubuh. Apa saja sebenarnya manfaat air...

Selengkapnya