• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bolehkah Ibu Hamil Lakukan Pemeriksaan Cath Lab?

Bolehkah Ibu Hamil Lakukan Pemeriksaan Cath Lab?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Pemeriksaan cath lab atau kateterisasi jantung merupakan prosedur yang biasanya dilakukan untuk kasus penyakit jantung tertentu, atau melihat kondisi kesehatan jantung dengan lebih jelas. Prosedur cath lab dilakukan dengan cara memasukkan alat berupa selang tipis, untuk melihat langsung kondisi jantung. Namun, bolehkah ibu hamil menjalani pemeriksaan ini?

Pemeriksaan cath lab sebenarnya terbilang cukup aman, karena kateterisasi atau proses memasukkan alat bisa dilakukan tanpa bius total atau hanya bius lokal di ruang khusus kateterisasi. Pada ibu hamil, pemberian obat bius, baik lokal maupun total, dapat berisiko membahayakan janin. Namun, aman atau tidaknya bius yang dilakukan dalam prosedur cath lab bagi ibu hamil tergantung pada berbagai faktor, seperti berapa banyak bius yang diberikan, usia kehamilan, dan kondisi kesehatan ibu hamil secara keseluruhan.

Baca juga: Ketahui Prosedur Cath Lab dalam Pemeriksaan Jantung

Oleh karena itu, jika ibu hamil ingin menjalani pemeriksaan cath lab, sebaiknya banyaklah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Agar lebih mudah, sebaiknya download dan gunakan aplikasi Halodoc untuk berdiskusi dengan dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit. Boleh atau tidaknya ibu hamil menjalani pemeriksaan cath lab akan tergantung pada keputusan dan diagnosis dokter.

Bagaimana Prosedur Cath Lab?

Prosedur cath lab dilakukan dengan membuat lubang kecil pada salah satu bagian tubuh, seperti tangan, leher, atau dada. Lalu, alat berupa selang kecil atau kateter akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Setelah itu, dokter akan menyuntikkan zat kontras yang akan ikut ke dalam aliran darah, dan memonitor perjalanan zat tersebut menuju jantung. 

Baca juga: 5 Cara Praktis Cegah Penyakit Jantung

Prosedur ini dapat membantu dokter melihat kondisi pembuluh darah dan jantung secara langsung. Selama proses ini berlangsung, pasien akan dalam keadaan sadar. Namun, dokter akan memberikan obat sedatif untuk membuat pasien lebih relaks dan bius lokal pada bagian tubuh yang akan dimasukkan kateter.

Tujuan Dilakukannya Cath Lab

Umumnya, cath lab dianjurkan untuk orang yang memiliki risiko tinggi untuk terserang penyakit jantung. Perlu diketahui bahwa prosedur pemeriksaan cath lab merupakan salah satu metode yang akan memudahkan dokter untuk mengevaluasi keadaan jantung secara lebih mendetail. Beberapa tujuan dilakukannya pemeriksaan cath lab adalah:

  • Mengevaluasi fungsi otot jantung, apakah masih dapat bekerja dengan baik untuk memompa darah ke seluruh tubuh atau tidak.
  • Mengetahui adanya penyakit jantung yang diidap pasien, seperti penyakit jantung koroner, masalah pada katup jantung, serta masalah pada pembuluh utama.
  • Membantu menentukan diagnosis dan pengobatan apa yang sebaiknya dilakukan di kemudian hari.

Baca juga: Bisa Dicoba, 5 Olahraga untuk Kesehatan Jantung

Adakah Risiko dari Prosedur Cath Lab?

Seperti telah disebutkan di awal, prosedur cath lab sangat aman untuk dilakukan. Namun tetap saja, semua prosedur medis pasti memiliki risikonya masing-masing, termasuk cath lab. Berikut beberapa risiko yang mungkin terjadi ketika menjalani prosedur cath lab:

  • Perdarahan, biasanya terjadi pada saat prosedur dilakukan.
  • Muncul reaksi alergi akibat obat atau alat kateter yang digunakan.
  • Detak jantung yang tidak teratur.
  • Infeksi pada kateter yang dipasang.
  • Mengalami sakit dada.

Sementara itu, beberapa efek samping yang mungkin saja muncul adalah:

  • Terjadi penyumbatan pada pembuluh arteri.
  • Stroke.
  • Gangguan fungsi ginjal.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Cardiac Catheterization.
Healthline. Diakses pada 2019. Catheter Procedures.