• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bolehkah Parasetamol Diminum Bersamaan dengan Obat Lain?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bolehkah Parasetamol Diminum Bersamaan dengan Obat Lain?

Bolehkah Parasetamol Diminum Bersamaan dengan Obat Lain?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 November 2022
Bolehkah Parasetamol Diminum Bersamaan dengan Obat Lain?Bolehkah Parasetamol Diminum Bersamaan dengan Obat Lain?

"Parasetamol atau acetaminophen adalah obat yang berfungsi sebagai pereda nyeri dan penurun demam. Parasetamol sering digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan, seperti sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, sakit punggung, sakit gigi, masuk angin, dan demam."

Halodoc, Jakarta – Parasetamol sering digunakan banyak orang untuk menghilangkan rasa nyeri, seperti sakit kepala, sakit gigi, ataupun nyeri haid. Namun, kadang-kadang, bila rasa nyeri yang dialami sangat hebat atau tidak tertahankan, parasetamol juga dikonsumsi bersamaan dengan obat lainnya. Namun, bolehkah parasetamol diminum bersamaan dengan obat lain? Agar tidak membahayakan kesehatan, sebaiknya ketahui dulu aturan konsumsi parasetamol di sini.

Mengenal Parasetamol

Parasetamol atau acetaminophen adalah obat yang berfungsi sebagai pereda nyeri dan penurun demam. Parasetamol sering digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan, seperti sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, sakit punggung, sakit gigi, masuk angin, dan demam. Obat ini dapat mengurangi rasa sakit pada arthritis ringan, tetapi tidak dapat mengatasi peradangan dan pembengkakan sendi yang mendasarinya. Cara kerja parasetamol adalah dengan mengurangi produksi zat yang menjadi penyebab peradangan, yaitu prostaglandin. Dengan berkurangnya kadar prostaglandin dalam tubuh, gejala peradangan, seperti demam dan nyeri pun akan mereda. Kamu bisa mendapatkan parasetamol yang tersedia dalam berbagai bentuk. Namun, mengingat saat ini lonjakan kasus gagal ginjal akut pada anak sedang terjadi, disarankan untuk tidak sembarangan membeli obat sirup. Jika ingin menggunakan paracetamol untuk meredakan, pastikan untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter, terkait bentuk apa yang paling aman. Belum ada laporan bahwa parasetamol dapat menyebabkan cacat janin bila dikonsumsi ibu hamil. Meski demikian, ibu hamil dan ibu menyusui sebaiknya membicarakan dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tersebut.

Konsumsi Parasetamol dengan Obat Lain

Bila kamu berusia 16 tahun ke atas, mengonsumsi parasetamol bersamaan dengan ibuprofen dinilai aman, karena tidak ada interaksi yang berbahaya yang dapat ditimbulkan oleh kedua obat-obatan ini. Kamu bisa mengonsumsi parasetamol dan ibuprofen dalam waktu yang sama atau terpisah dalam beberapa jarak waktu. Namun, ibuprofen lebih baik diminum setelah makan atau dalam keadaan perut terisi. Pastikan juga kamu mengonsumsi kedua jenis obat tersebut sesuai dosis yang tertera pada label atau kemasan. Parasetamol juga aman dikonsumsi bersamaan dengan antibiotik.

Meski demikian, parasetamol dapat menimbulkan efek samping bila dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lainnya. Berikut ini dampak interaksi parasetamol dengan obat lainnya yang perlu kamu perhatikan:

  • Mengurangi efektivitas parasetamol, bila digunakan bersamaan dengan carbamazepine, phenytoin, phenobarbital, cholestyramine, dan imatinib.
  • Meningkatkan risiko perdarahan bila diminum bersamaan dengan warfarin.
  • Meningkatkan risiko munculnya efek samping parasetamol bila dikonsumsi bersamaan dengan metoclopramide, domperidone, atau probenecid.
  • Meningkatkan munculnya efek samping obat busulfan.

Agar lebih aman, kamu dianjurkan untuk bertanya dulu ke dokter atau apoteker, atau membaca selebaran informasi yang menyertai obat, bila ingin mengonsumsi parasetamol dengan obat lain. Beritahukan juga pada dokter, segala jenis obat, suplemen atau obat herbal yang sedang kamu konsumsi, terutama bila kamu menggunakan obat untuk epilepsi atau tuberculosis (TBC). Kamu juga dianjurkan untuk tidak mengonsumsi parasetamol dengan alkohol, karena dapat menyebabkan kerusakan organ hati.

Terkait larangan obat cair, suspensi, obat tetes, hingga larutan oral yang tengah dilakukan BPOM, pastikan dahulu pemberian beberapa jenis obat yang aman untuk anak.

Efek Samping Parasetamol yang Perlu Diketahui

Sebenarnya parasetamol jarang menimbulkan efek samping. Namun, bila dikonsumsi secara berlebihan, parasetamol dapat menyebabkan beberapa efek samping berikut ini:

  • Gatal-gatal pada kulit.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sariawan.
  • Tubuh terasa lemah.
  • Nyeri punggung.
  • Urine berwarna keruh atau berdarah.
  • Tinja berwarna hitam atau BAB berdarah.

Hati-hati juga, jangan sampai kamu mengonsumsi parasetamol secara berlebihan. Berikut ini gejala-gejala overdosis parasetamol:

  • Nafsu makan hilang.
  • Perut bagian atas terasa sakit.
  • Mual atau muntah.
  • Diare.
  • Keringat dingin.


Itulah penjelasan mengenai aturan konsumsi parasetamol bersamaan dengan obat lain. Jika masih memiliki pertanyaan seputar paracetamol, atau kamu mengalami demam, sebaiknya hubungi dokter untuk berdiskusi terkait penggunannya. Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa tanya dokter tepercaya untuk mendapatkan informasi kesehatan yang dibutuhkan. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 


Referensi:
Health Direct. Diakses pada 2022. Paracetamol.
NHS. Diakses pada 2022. Can I take paracetamol and ibuprofen together?