Bolehkan Anak Dibekali Frozen Food?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bolehkan Anak Dibekali Frozen Food?

Halodoc, Jakarta – Memenuhi gizi Si Kecil menjadi langkah penting yang perlu ibu lakukan untuk memastikan kesehatannya. Sarapan menjadi salah satu sarana memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil. Selain itu, anak yang sudah sekolah biasanya akan dibekali oleh makanan agar ia tidak perlu jajan sembarangan. Seringkali, bekal yang diberikan pada Si Kecil berbentuk frozen food.

Baca Juga: Manfaat Anak Bawa Bekal ke Sekolah

Frozen food biasanya menjadi pilihan makanan yang cepat dan praktis ketika ibu tidak punya waktu banyak untuk menyiapkan bekal Si Kecil. Namun, apakah frozen food adalah pilihan yang tepat untuk memenuhi gizi Si Kecil? Berikut penjelasannya.

Bolehkan Anak Dibekali Frozen Food? 

Ketika mendengar frozen food yang muncul di benak kita pasti makanan cepat saji yang biasanya awet jika disimpan di dalam lemari es. Proses pendinginan sendiri sebenarnya tidak merusak makanan. Namun, hal yang dipermasalahkan adalah kandungan pengawet di dalamnya.

Sebagian besar frozen food biasanya mengandung gula atau natrium yang cukup tinggi. Tingginya kandungan gula atau natrium serta pengawet pada frozen food tentu tidak baik jika dikonsumsi terlalu sering. Terlalu sering mengonsumsi frozen food bisa menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari. 

Jadi, sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu saat Ibu ingin membekali Si Kecil dengan frozen food. Ibu tidak perlu bingung, masih banyak jenis-jenis bahan makanan segar lain yang praktis untuk dimasak. Contohnya seperti telur, tempe, atau tahu. Selain mudah diolah, makanan tersebut juga memiliki rasa yang tak kalah enak bahkan diperkaya dengan nutrisi menyehatkan pula. 

Kalau ibu punya pertanyaan lain seputar asupan gizi untuk Si Kecil, ibu dapat berdiskusi bersama ahli gizi Halodoc. Lewat aplikasi Halodoc, ibu dapat menghubungi ahli gizi kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Baca Juga: 5 Tips Membuat Bekal Sekolah Anak yang Bergizi

Masalah Kesehatan Akibat Frozen Food

Seperti yang telah disinggung sebelumnya jika kandungan pengawet, gula atau garam yang cukup tinggi dalam frozen food bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Berikut sejumlah risiko masalah kesehatan akibat terlalu sering mengonsumsi frozen food, yaitu:

  1. Diabetes

Frozen food umumnya mengandung pati untuk menjaga makanan agar tetap segar. Selain itu, penggunaan pati bertujuan untuk menambah rasa dan tekstur pada makanan. Pati pada dasarnya adalah polimer (rantai glukosa) glukosa. Sebelum dicerna, tubuh mengubah glukosa ini menjadi gula. Apabila dikonsumsi terlalu sering atau terlalu banyak, jumlah gula yang berlebihan bisa meningkatkan risiko diabetes.

  1. Penyakit Jantung

Sebagian besar frozen food kaya akan lemak trans yang meningkatkan risiko penyumbatan arteri sampai penyakit jantung. Lemak trans meningkatkan kadar kolesterol LDL (buruk) dan juga menurunkan kadar kolesterol HDL (baik). Selain lemak trans, kandungan garam yang cukup tinggi di dalam frozen food juga meningkatkan kadar kolesterol dan meningkatkan tekanan darah.

  1. Meningkatkan Tekanan Darah

Frozen food mengandung berbagai jenis pengawet yang dapat menimbulkan banyak efek pada tubuh. Frozen food yang tinggi gula atau garam memengaruhi tekanan darah secara signifikan, sehingga berisiko menimbulkan lonjakan tekanan darah yang menyebabkan kondisi yang lebih serius, contohnya hipertensi. 

  1. Kanker

Kanker adalah potensi masalah kesehatan lain dari kebiasaan mengonsumsi frozen food. Telah banyak kasus bahwa kebiasaan mengonsumsi frozen food dapat menyebabkan kanker pankreas. Pengawet seperti sirup jagung yang terdiri dari glukosa telah terbukti mengandung zat karsinogenik. Acrylamide, zat lain yang ditemukan pada frozen food yang dimasak juga menunjukkan kecenderungan karsinogenik.

Baca Juga: 5 Pilihan Camilan Sehat untuk Bekal Anak

Mengingat banyak bahaya kesehatan serius yang bisa ditimbulkan dari mengonsumsi frozen food, mulai saat ini sebaiknya kurangi asupan frozen food atau hindari sepenuhnya sebisa mungkin. Alternatifnya, cari jenis bahan makanan lain yang lebih sehat dan mudah untuk diolah untuk disantap oleh Si Kecil.

Referensi:
Verywell Fit. Diakses pada 2019. How to Incorporate Frozen Foods in a Healthy Diet.
WebMD. Diakses pada 2019. 10 Ways to Raise Food-Smart Kids.
Style Craze. Diakses pada 2019. 5 Unexpected Side Effects Of Frozen Food.