• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bolehkan Mengganti Nasi Putih dengan Shirataki untuk Anak?

Bolehkan Mengganti Nasi Putih dengan Shirataki untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Beras shirataki sebetulnya adalah mie shirataki yang dipotong hingga bentuknya mirip nasi. Ini adalah makanan unik yang sangat mengenyangkan, tetapi rendah kalori. Beras shirataki terbuat dari glukomanan, sejenis serat yang berasal dari akar tanaman konjac. Tanaman konjac dapat ditemui di Jepang, Cina, dan Asia Tenggara. Beras ini mengandung sangat sedikit karbohidrat yang dapat dicerna, tetapi sebagian besar karbohidratnya berasal dari serat glukomanan.

Namun, mungkin ibu bertanya-tanya apakah mengganti nasi putih dengan shirataki adalah pilihan tepat anak? Untuk mengetahui keamanan konsumsi shirataki, yuk simak ulasannya berikut!

Baca juga: Ini Manfaat Beras Shirataki untuk Diet

Manfaat Shirataki untuk Anak

Shirataki adalah makanan berserat tinggi namun tidak memiliki kalori dan karbohidrat. Serat glukomanan pada mie merupakan jenis serat kental (soluble fiber). Ini mirip dengan apa yang ditemukan pada biji chia mengapa mereka dapat menyerap hingga 50 kali beratnya dalam air.

Untuk anak-anak, jelas shirataki banyak manfaatnya. Salah satunya adalah prebiotik dalam serat glukomanan. Serat ini tidak memberikan kalori atau nutrisi ke sel manusia, tetapi ia bisa memelihara bakteri baik dalam sistem pencernaan. Serat ini juga bergerak melalui sistem pencernaan secara perlahan dan menawarkan manfaat kesehatan pencernaan dan usus.

Bakteri usus yang baik akan memfermentasi serat tidak larut ini dalam nasi shirataki serta buah dan sayuran lainnya. Bakteri usus akan memakan produk sampingan dari fermentasi ini. Di usus besar, bakteri memfermentasi serat menjadi asam lemak rantai pendek, yang dapat melawan peradangan, meningkatkan fungsi kekebalan, dan memberikan manfaat kesehatan lainnya. Anak yang mengidap penyakit Celiac juga bisa mengonsumsi beras shirataki karena ia adalah alternatif makanan bebas gluten. 

Baca juga: Mitos dan Fakta Makanan Bebas Gluten

Namun, karena anak masih membutuhkan asupan kalori, sebaiknya konsumsi nasi shirataki juga dibarengi dengan makanan sehat lain. Bila perlu, ibu juga boleh mencampurkan nasi biasa dengan beras shirataki. Selain itu, shirataki juga dikenal sebagai makanan yang baik untuk mereka yang sedang menurunkan berat badan, tetapi sayangnya kebanyakan manfaat ini mungkin tidak dibutuhkan oleh anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Oleh karena itu, ibu bisa menghidangkan shirataki dengan makanan bergizi lainnya untuk anak. 

Mengutip Very Well Fit, dosis glukomanan tidak boleh melebihi 100 miligram per kilogram per hari. Jadi, ibu perlu berdiskusi dengan dokter anak di Halodoc untuk menghitung dosis yang tepat. Dokter akan senantiasa memberikan saran kesehatan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan anak.

Baca juga: 4 Makanan yang Membantu Meningkatkan Pertumbuhan Anak

Kelemahan Shirataki

Salah satu kelemahan potensial dari beras shirataki yang mengandung glukomanan adalah ketidaknyamanan pencernaan jangka pendek. Meskipun Glukomanan umumnya dianggap aman, ada beberapa potensi efek samping pencernaan jangka pendek seperti kembung dan ketidaknyamanan. Untuk menghindari masalah ini, umumnya disarankan untuk mulai mengonsumsi nasi shirataki secara perlahan dan meningkatkannya secara bertahap jika ibu tidak melihat gangguan pencernaan berarti yang dialami anak.

Karena kemampuan glukomanan untuk menyerap air dalam jumlah besar, maka jangan mengkonsumsinya dalam keadaan kering atau tanpa air yang cukup. Penyumbatan usus telah dilaporkan karena mengkonsumsi sejumlah besar bentuk kering dari akar glukoman dalam beras shirataki. Sebaiknya beras shirataki atau makanan yang mengandung Glukomanan lainnya tidak dikonsumsi dalam beberapa jam setelah minum obat atau suplemen karena ia dapat mengurangi penyerapan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Shirataki Noodles: The Zero-Calorie ‘Miracle’ Noodles.
Very Well Fit. Diakses pada 2020. Health Benefits of Glucomannan.
Wellness Mama. Diakses pada 2020. Are Shirataki Noodles Good for You?