21 February 2019

Bukan Antioksidan Biasa, Cari Tahu 6 Manfaat Astaxanthin untuk Tubuh

bukan-antioksidan-biasa-cari-tahu-6-manfaat-astaxanthin-untuk-tubuh

Halodoc, Jakarta - Astaxanthin adalah pigmen kemerahan yang dimiliki oleh sekelompok bahan kimia yang disebut karotenoid. Namun terkadang, astaxanthin bisa muncul secara alami pada ganggang, ketika tumbuhan laut tersebut mengalami stres atau dalam kondisi mempertahankan diri. Saat hal tersebut terjadi, perubahan warna bertindak sebagai perisai dan melindungi diri.

Astaxanthin juga merupakan pigmen merah yang terdapat pada hewan-hewan laut yang mengonsumsi alga, contohnya kril, udang, salmon, dan flamingo berwarna merah muda. Sejauh ini kandungan astaxanthin paling tinggi terdapat pada mikro ganggang H. Pluvialis, yang mengandung 40.000 part per million (ppm). Sedangkan kril hanya menyediakan 120 ppm, udang 1200 ppm, dan salmon hanya 40 ppm.

Astaxanthin memiliki manfaat layaknya antioksidan, sehingga sangat mungkin melindungi sel dari kerusakan dan meningkatkan fungsi dan sistem kekebalan tubuh. Ada banyak manfaat astaxanthin bagi tubuh, salah satu contoh sederhananya adalah astaxanthin yang diaplikasikan langsung ke kulit dapat melindungi dari sengatan matahari dan mengurangi keriput.

Bahkan untuk industri pertanian sekalipun, astaxanthin digunakan sebagai suplemen makanan untuk ayam yang memproduksi telur. Berikut ini adalah manfaat astaxanthin untuk tubuh.

  1. Memperbaiki Kerusakan Mata

Hilangnya penglihatan terkait usia (degenerasi makula terkait usia) kerap terjadi salah satunya sampai menyebabkan sebagian retina rusak. Mengonsumsi astaxanthin bisa menjadi salah satu upaya untuk meringankan kerusakan yang terjadi pada retina.

  1. Mengatasi Gangguan Pencernaan

Mengonsumsi 40 miligram astaxanthin setiap hari dapat mengurangi gejala refluks pada orang dengan gangguan pencernaan. Astaxanthin bekerja paling baik pada orang dengan gangguan pencernaan karena infeksi H. pylori.

  1. Mengatasi Peningkatan Kolesterol

Konsumsi astaxanthin dapat mengurangi lemak darah yang disebut trigliserida dan meningkatkan kolesterol baik.

  1. Meningkatkan Kesuburan

Astaxanthin juga dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan, terutama pada pria yang mengalami masalah kesuburan.

  1. Mengatasi Gejala Menopause

Mengambil produk yang mengandung astaxanthin dan mengonsumsinya secara rutin bisa mengurangi gejala menopause, seperti hot flashes, nyeri sendi, kemurungan, dan masalah kandung kemih.

  1. Mengatasi Kerusakan Kulit

Tidak hanya melembapkan dan mencerahkan kulit, astaxanthin dapat mengurangi kerusakan kulit akibat terbakar matahari. Minum astaxanthin selama 9 minggu bisa mengurangi kemerahan dan kekeringan pada kulit. Astaxanthin dapat meningkatkan kadar air di kulit serta mengurangi tampilan kerutan.

Dosis harian yang disarankan bervariasi tergantung pada kondisi kesehatan dengan ketentuan dan rekomendasi sebagai berikut:

  • 4–8 miligram untuk antioksidan.

  • 12 miligram untuk kesehatan kolesterol, jantung, otak, dan saraf pusat.

  • 8–12 miligram untuk pemulihan dari olahraga berat dan olahraga.

  • 4 miligram untuk perlindungan dari efek penuaan sinar matahari.

  • 8–12 miligram untuk dukungan kesehatan dan mobilitas tubuh.

Mengonsumsi astaxanthin sebaiknya disertai dengan makanan yang mengandung keju, mentega, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, telur utuh, ataupun cokelat hitam untuk memastikan penyerapan optimal, sehingga enzim pencernaan dapat membantu proses penyerapan. Anak-anak di bawah usia 10 tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui tidak direkomendasikan untuk mengonsumsi astaxanthin, bila tanpa anjuran dari dokter.

Salah satu suplemen yang mengandung astaxanthin adalah Astria sebagai antioksidan alami yang memiliki kekuatan 550 kali lebih kuat dari vitamin E dan 6.000 kali lebih kuat dari vitamin C. Mengonsumsi suplemen antioksidan sangat baik untuk tubuh seiring dengan pertambahan usia. Kamu bisa membeli Astria di aplikasi Halodoc, tinggal pesan lewat fitur Pharmacy Delivery dan pesanan akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, segera download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store.