16 March 2019

Bukan Hanya Orangtua, Anak Muda Juga Bisa Terserang Radang Sendi

Bukan Hanya Orangtua, Anak Muda Juga Bisa Terserang Radang Sendi

Halodoc, Jakarta - Mengalami nyeri sendi akibat sendi yang meradang biasanya memang dialami oleh orang lanjut usia (lansia). Tapi, radang sendi juga bisa lho terjadi pada orang muda, bahkan anak-anak.

Dalam banyak kasus, radang sendi pada anak muda ini terjadi karena cedera. Tapi, gaya hidup yang keliru juga bisa memicu masalah sendi ini. Misalnya, berat badan yang berlebih dan kurang aktif bergerak. Sebab, berat badan yang berlebihan ini bisa membebani sendi tulang. Sementara itu, kurang bergerak bisa memperlambat kondisi sendi.

Radang sendi (artritis) merupakan suatu kondisi terjadi peradangan (inflamasi) dalam satu atau beberapa sendi. Selain rasa nyeri, gejala yang biasanya dialami pengidapnya berupa bengkak, kemerahan, sensasi hangat pada sendi, gerakan sendi terbatas, dan otot sekitar sendi mengecil (kekuatannya menurun).

Baca juga: Sakit pada Sendi Saat Bergerak, Hati-Hati Bursitis

Artritis ini juga bisa membuat sendi menjadi kaku dan sulit digerakkan. Biasanya, risiko seseorang untuk terserang artritis akan semakin bertambah seiring bergulirnya waktu.

Penyebab Bergantung pada Jenisnya

Radang sendi sendiri bisa dikelompokkan kedalam tiga jenis, yaitu:

  • Radang sendi karena reaksi peradangan. Sistem imun tubuh akan melindungi tubuh dengan menimbulkan reaksi peradangan, untuk menghilangkan infeksi dan mencegah penyakit. Tapi, sistem imun ini bisa salah dan menyerang sendi dengan mengakibatkan reaksi peradangan yang enggak terkontrol (reaksi autoimun).
  • Artritis karena gangguan metabolik. Salah satu contohnya adalah penyakit asam urat. Kondisi ini umumnya menyerang bagian sendi jempol kaki. Asam urat ini disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di dalam sendi.
  • Artritis karena kondisi degeneratif. Osteoarthritis merupakan jenis yang paling sering terjadi. Kondisi ini terjadi saat tulang rawan sendi mulai menipis seiring usia.
  • Artritis karena infeksi. Artritis ini disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur di dalam darah dan langsung masuk dan menyerang ke dalam sendi, sehingga menimbulkan reaksi peradangan.

Baca juga:Nyeri Sendi Harusnya Lebih Akif Bergerak

Radang Sendi di Usia Muda dan Anak-Anak

Dalam beberapa kasus, radang sendi yang terjadi di usia muda biasanya karena cedera. Nah, untuk mengatasi nyeri sendi ini, pengidapnya perlu memodifikasi gaya hidup. Misalnya, menjauhkan diri dari aktivitas yang bisa membebani sendi, seperti naik-turun tangga.

Selain itu, penyebab lain seseorang bisa mengalami radang sendi di usia muda adalah obesitas dan gaya hidup tak sehat. Di samping itu, faktor genetik juga bisa saja memicu seseorang mengidap penyakit ini. Biasanya, mereka lahir dengan bantalan tulang yang lebih tipis daripada orang lain. Nah, orang-orang dengan ini rentan mengalami nyeri di usia muda.

Baca juga:Pegawai Kantoran Rentan Terkena Radang Sendi

Yang perlu diingat, artritis yang terjadi secara berkelanjutan ini bisa menyebabkan kandungan glukosamin dan kondroitin pada sendi semakin terkikis. Nah, ini bisa memicu kerusakan sendi yang lebih parah.

Selain lansia dan orang dewasa, artritis juga bisa menyerang anak-anak. Misalnya, Juvenile rheumatoid arthritis, penyakit sendi ini berbeda dengan rheumatoid arthritis pada orang dewasa. Dengan kata lain, juvenile rheumatoid arthritis merupakan arthritis yang terjadi pada anak-anak.

Juvenile rheumatoid arthritis ini merupakan penyakit kronis dan berlangsung selama beberapa bulan, bahkan tahun. Untungnya, sekitar 75 persen anak-anak bisa pulih dari penyakit sendi ini. Sebaiknya ibu mesti waspada, sebab juvenile rheumatoid arthritis akan mempersulit Si Kecil untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Mulai dari menulis, membawa barang, berjalan, bermain, berdiri, hingga berpakaian.

Mau tahu lebih jauh mengenai penyakit di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!