Bukan Maag, Ini Ciri Tukak Lambung

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bukan Maag, Ini Ciri Tukak Lambung

Halodoc, Jakarta - Meski sering dikira maag biasa, tukak lambung sebenarnya merupakan jenis penyakit yang berbeda, lho. Dalam medis, penyakit yang juga dikenal dengan sebutan ulkus peptikum dan peptic ulcer ini adalah luka yang muncul pada dinding lambung, akibat terkikisnya lapisan dinding lambung.

Selain dinding lambung, luka tersebut juga bisa muncul pada dinding bagian pertama usus kecil (duodenum), serta kerongkongan (esofagus). Ciri utama dari tukak lambung adalah rasa nyeri pada lambung. Namun, pada kasus yang parah, bisa juga mengakibatkan perdarahan.

Penyakit ini dapat menyerang semua orang pada segala umur. Meski begitu, pria usia di atas 60 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalaminya. Tukak lambung sendiri dapat diobati hingga tuntas jika penyebab utama dapat diketahui.

Baca juga: Jangan Percaya, Ini Mitos Tentang Tukak Lambung

Gejala yang Mengganggu

Gejala utama yang akan dirasakan ketika mengalami tukak lambung adalah nyeri atau perih pada perut. Rasa sakit tersebut muncul karena terjadinya iritasi akibat asam lambung yang membasahi luka. Gejala ini biasanya berupa rasa nyeri yang:

  • Menyebar ke leher, pusar, dan hingga punggung.

  • Muncul pada malam hari.

  • Terasa makin parah saat perut kosong.

  • Umumnya berkurang untuk sementara jika makan atau mengonsumsi obat penurun asam lambung.

  • Hilang lalu kambuh beberapa hari atau minggu kemudian.

Selain nyeri pada lambung, ada gejala-gejala lain yang juga mungkin dialami. Seperti nyeri ulu hati, tidak nafsu makan, mual, serta gangguan pencernaan. Waspadai gejala-gejala tersebut, dan segera ke rumah sakit jika mengalami muntah darah, keluar feses berdarah atau berwarna hitam, serta sakit perut menusuk yang terus bertambah parah. Sebab bisa jadi itu indikasi adanya perdarahan pada lambung.

Bisa Disebabkan oleh Banyak Faktor

Secara umum, tukak lambung terjadi akibat peningkatan kadar asam lambung atau penipisan selaput pelindung lambung. Perlu diketahui bahwa dinding lambung biasanya dilapisi oleh selaput (mukus), yang melindunginya dari asam lambung.

Baca juga: Kebiasaan yang Dapat Memperparah Gejala Tukak Lambung

Hal lain yang juga dapat menurunkan perlindungan dinding lambung terhadap asam lambung adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori dan penggunaan obat antiinflamasi non-steroid, seperti ibuprofen, aspirin, atau diclofenac. Selain itu, penyakit tumor pankreas (gastrinoma) dan pengobatan radiasi pada area lambung juga dapat menyebabkan timbulnya tukak lambung.

Tidak hanya itu, tukak lambung juga bisa dipicu oleh faktor gaya hidup kurang sehat, seperti:

  • Mengonsumsi minuman beralkohol yang dapat menipiskan selaput pelindung dinding lambung.

  • Mengalami stres yang tidak segera diatasi.

  • Merokok yang meningkatkan risiko mengalami tukak lambung bagi orang yang terinfeksi bakteri pylori.

Perlu diketahui juga bahwa makanan pedas atau stres bukanlah penyebab langsung dari tukak lambung. Meski banyak yang menganggap mengonsumsi banyak makanan pedas atau stres dapat menyebabkan tukak lambung. Anggapan ini tidak benar. Makanan dan stres tidak menyebabkan tukak lambung, tetapi dapat memperparah gejalanya.

Baca juga: 4 Makanan yang Baik untuk Pengidap Tukak Lambung

Bisakah Dicegah?

Terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan agar terhindar dari risiko terkena tukak lambung. Di antaranya adalah:

  • Menjaga kebersihan diri dari penyebaran bakteri Helicobacter pylori yang umumnya hidup di lapisan mukus dalam jaringan pelindung lambung. Penyebaran ini dapat terjadi melalui kontak langsung dengan pengidap atau melalui makanan dan minuman.

  • Berhati-hati dalam penggunaan obat anti inflamasi non-steroid.

  • Mengurangi atau berhenti merokok.

  • Menghindari minuman beralkohol.

Itulah sedikit penjelasan tentang tukak lambung. Jika kamu gejala-gejala seperti yang telah dipaparkan tadi, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit pilihan kamu. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!