Bukan Tanpa Sebab, Ini Cara Mencegah Atelektasis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bukan Tanpa Sebab, Ini Cara Mencegah Atelektasis

Halodoc, Jakarta – Atelektasis terjadi karena ada gangguan pada sebagian atau satu lobus paru-paru. Gangguan yang terjadi menyebabkan organ paru-paru tidak bisa berfungsi secara normal serta mengganggu sistem pernapasan. Penyakit atelektasis menyebabkan kantung-kantung udara alias alveoli yang berada di paru-paru mengempis. Hal itu yang kemudian menyebabkan gangguan pada fungsi pernapasan. 

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan juga berisiko mengalami gangguan ini. Ada beragam penyebab atelektasis yang bisa memengaruhi tingkat keparahan serta kerusakan jaringan alveolus. Pada orang yang sebelumnya sudah mengidap penyakit pernapasan, munculnya atelektasis bisa memperparah kesulitan napas yang terjadi serta menurunkan kadar oksigen di dalam darah. Lantas, adakah cara untuk mencegah penyakit atelektasis?

Baca juga: Penyebab Terjadinya Atelektasis

Cara Mencegah Penyakit Atelektasis 

Pada dasarnya, penyakit atelektasis dibedakan menjadi dua jenis, yaitu atelektasis obstruktif dan atelektasis non-obstruktif. Salah satu penyebab tersering kondisi ini adalah penggunaan anestesi untuk pembedahan. Anestesi bisa memicu perubahan pada pola pernapasan serta penyerapan gas asing dan tekanan pada paru-paru. Hal ini kemudian menyebabkan alveoli mengempis dan menimbulkan atelektasis.

Atelektasis juga bisa disebabkan oleh beragam hal lain. Gejala penyakit ini seringnya sulit diamati karena tidak muncul secara cepat. Tingkat keparahan dan ukuran paru-paru yang terkena atelektasis menjadi faktor penentu munculnya gejala. Tak hanya itu, gejala penyakit ini juga tergantung pada ada atau tidaknya penyumbatan pada bronkus atau adanya infeksi yang bisa memperparah atelektasis. 

Gejala umum yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini adalah kesulitan bernapas, batuk, serta napas cepat dan pendek. Atelektasis yang muncul karena ada penyumbatan pada bronkus memicu gejala nyeri pada daerah yang terkena atelektasis, dispnea mendadak, sianosis, meningkatnya denyut jantung, demam, syok, serta tekanan darah rendah alias hipotensi.  

Baca juga: Atelektasis Obstruktif dengan Non Obstruktif, Apa Bedanya?

Penanganan penyakit ini bergantung pada penyebabnya. Atelektasis yang bersifat ringan umumnya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu penanganan khusus. Namun, pengobatan harus segera diberikan pada pengidap atelektasis, terutama jika gejala yang ditimbulkan berat. Atelektasis yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi tertentu diobati dengan cara mengatasi penyakit yang mendasari. 

Kebanyakan atelektasis muncul pasca pembedahan. Kondisi tersebut ditangani secara bertahap melalui fisioterapi dada dan pernapasan. Cara pengobatan ini bertujuan untuk membantu alveolus mengembang kembali setelah sebelumnya mengalami pengempisan akibat pembedahan. Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini terjadi? 

Salah satu tips mencegah atelektasis adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan pengobatan di rumah. Pada anak-anak, atelektasis sering disebabkan oleh penyumbatan saluran udara. Maka dari itu, cara mencegahnya adalah dengan menjauhkan objek yang memiliki ukuran kecil dari jangkauan anak-anak. Hal itu untuk mencegah objek terhirup atau masuk ke saluran udara. Sedangkan pada orang dewasa, kondisi ini bisa dicegah dengan membicarakan cara mengurangi risiko atelektasis pada dokter sebelum melakukan pembedahan. 

Baca juga: Gejala Atelektasis yang Perlu Diwaspadai

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit atelektasis dan cara mengobatinya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa kapan dan di mana saja dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Atelectasis.
Medscape. Diakses pada 2019. Atelectasis.