• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bumil Mengidap Lupus, Bisakah Melahirkan Normal?

Bumil Mengidap Lupus, Bisakah Melahirkan Normal?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Memiliki lupus bukan berarti seorang wanita tidak bisa punya bayi. Bahkan, banyak bumil dengan lupus yang bisa melahirkan anak yang sehat. Kunci keberhasilan kehamilan dan kelahiran yang sehat adalah mengendalikan penyakit lupus. 

Bumil dengan lupus bisa saja melahirkan normal, tetapi kemungkinan besar dan yang paling sering terjadi adalah kelahiran caesar. Jika ibu berencana untuk hamil, sebaiknya temui dokter 3 hingga 6 bulan sebelumnya. Ini dilakukan untuk mengontrol lupus, sehingga membantu mencegah masalah kesehatan yang bisa jadi terjadi.

Kehamilan Sehat untuk Ibu dengan Lupus

Selama kehamilan bumil perlu melakukan tes darah, tes urin untuk mengetahui kondisi antibodi, sehingga dapat membantu melacak tingkat keparahan lupus. Tes-tes ini juga dapat memantau kondisi hati dan ginjal ibu. 

Baca juga: Selain Telat Haid, 7 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Kehamilan

Berikut ini beberapa langkah tambahan yang dapat bumil lakukan untuk membantu memastikan kehamilan yang sehat:

  1. Temui dokter secara teratur, setidaknya sekali setiap trimester. Bumil mungkin perlu lebih sering dikunjungi jika memiliki kekambuhan.
  2. Ikuti instruksi dokter mengenai diet dan olahraga yang perlu dilakukan.
  3. Minumlah obat sesuai petunjuk.
  4. Hindari alkohol, tembakau, dan obat-obatan.

Keguguran seringkali menjadi momok untuk bumil dengan lupus. Umumnya ini terjadi ketika antibodi antifosfolipid pada tubuh tinggi, sehingga menyebabkan pembekuan darah abnormal. Kemudian, risiko keguguran lainnya juga kerap dialami oleh bumil dengan penyakit ginjal yang diakibatkan oleh lupus. 

Lupus neonatal juga dapat memengaruhi kesehatan bayi dengan ibu pengidap lupus. Lupus neonatal dapat menyebabkan penyumbatan jantung bawaan di mana jantung berdetak lebih lambat dari biasanya.

Risiko Bumil dengan Lupus 

Pasien lupus berisiko lebih tinggi mengalami preeklamsia (peningkatan tekanan darah setelah 20 minggu kehamilan, sindrom HELLP (Hemolisis, Enzim Hati Tinggi, Trombosit Rendah), hipertensi, insufisiensi ginjal, infeksi saluran kemih, dan diabetes. 

Diabetes dan hipertensi terjadi lebih sering pada wanita yang menggunakan steroid selama kehamilan. Penglihatan kabur, sakit kepala, sakit perut, dan penurunan frekuensi buang air kecil bisa menunjukkan gejala peningkatan tekanan darah.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, keguguran dapat terjadi pada sekitar seperlima kehamilan dengan lupus. Pasien lupus harus waspada terhadap gejala persalinan prematur yang meliputi sakit punggung, tekanan pada panggul, darah atau cairan bening yang keluar dari vagina, kram perut, dan kontraksi yang terjadi setiap 10 menit sebelum kehamilan menginjak 37 minggu.

Baca juga: Virus Zika Dapat Menyerang Ibu Hamil, Ketahui 5 Gejalanya

Jika memungkinkan, yang terbaik adalah menghindari mengonsumsi obat apa pun selama kehamilan (kecuali vitamin pra-kelahiran). Beberapa obat aman selama kehamilan sementara yang lain tidak. 

Kadang-kadang, pada situasi yang dibutuhkan, bumil perlu mengonsumsi obat tertentu. Bila hal ini terjadi dokter akan memberikan jenis yang aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Jangan pernah menghentikan pengobatan sendiri, karena hal itu dapat menyebabkan memburuknya lupus yang mengakibatkan komplikasi kesehatan pada bayi.

Keputusan mengenai metode persalinan biasanya dibuat dengan mempertimbangkan kesehatan ibu dan bayi pada saat persalinan. Jika ibu dan bayinya sehat pada saat persalinan, banyak pasien lupus yang berhasil melahirkan secara normal. Namun, jika ibu dan bayi dalam keadaan stres atau jika terjadi persalinan prematur, operasi caesar mungkin merupakan metode persalinan yang paling aman dan tercepat. 

Butuh saran dari ahli kehamilan dan kelahiran sehat untuk bumil dengan lupus, tanyakan di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Referensi:
HSS.EDU. Diakses pada 2019. Top 10 Series: Lupus and Pregnancy.
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2019. Lupus and Pregnancy.