Cacar Air Bisa Sebabkan Pneumonia, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Cacar Air Bisa Sebabkan Pneumonia, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Penyakit cacar air alias varicella terjadi karena adanya infeksi dari virus bernama Varicella zoster. Kondisi ini sering ditandai dengan munculnya ruam kemerahan berisi cairan di seluruh tubuh, dan terasa sangat gatal. Saat ini cacar air bukan lagi penyakit yang mengerikan, terutama setelah digalakkan program vaksinasi cacar air. Meski begitu, cacar air tetap bisa menimbulkan komplikasi yang tidak main-main, salah satunya pneumonia. Benarkah? 

Cacar air ditandai dengan munculnya ruam merah di area perut atau punggung. Selain ruam, kondisi ini juga sering ditandai dengan beberapa gejala lain, seperti demam, pusing, lemas, serta nyeri tenggorokan. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dan bisa dengan sangat mudah menular. Cacar air bisa menular dari percikan ludah serta melalui kontak langsung dengan cairan yang berasal dari ruam. Kondisi ini harus segera ditangani untuk menghindari terjadinya komplikasi. 

Baca juga: Cacar Air Penyakit Sekali Seumur Hidup, Benarkah?

Alasan Cacar Air bisa Memicu Pneumonia 

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, namun paling rentan terjadi pada anak-anak. Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit cacar air, mulai dari belum pernah mendapat imunisasi cacar air, belum menerima vaksin cacar air, serta banyak menghabiskan waktu di tempat umum, seperti rumah sakit dan sekolah. Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele dan harus segera ditangani. 

Pengobatan cacar air dilakukan untuk mengurangi keparahan dari gejala yang muncul. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari terjadinya komplikasi dari cacar air. Kabar buruknya, komplikasi sangat rentan menyerang bayi yang baru lahir, lansia, serta pengidap cacar air yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Ada komplikasi cacar air yang harus diwaspadai, di antaranya: 

  • Pneumonia

Cacar air yang tidak ditangani dan dibiarkan meradang ternyata bisa menyebabkan komplikasi pernapasan, salah satunya pneumonia. Hal ini terjadi karena virus cacar masuk ke dalam aliran darah dan kemudian mulai menginfeksi paru-paru. Risiko pneumonia menjadi lebih tinggi pada pengidap cacar air dewasa yang aktif merokok. 

Infeksi paru-paru alias pneumonia menyebabkan inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Kondisi ini menyebabkan sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru membengkak dan dipenuhi cairan. Penyakit ini seringnya terjadi karena serangan bakteri, yaitu Streptococcus pneumoniae. 

Baca juga: Pneumonia, Sakit Radang Paru-Paru yang Luput dari Perhatian

  • Infeksi Bakteri Sekunder 

Cacar air juga bisa memicu komplikasi berupa infeksi bakteri sekunder. Kondisi ini bisa menyerang kulit, jaringan lunak, sendi atau aliran darah. Infeksi lanjutan yang bisa terjadi adalah impetigo, yaitu infeksi yang sangat menular dan ditandai dengan bintik-bintik merah dan perih. 

  • Komplikasi Hati

Dalam kondisi yang parah, cacar air juga bisa menyebabkan komplikasi organ hati. Virus penyebab cacar air bisa memicu peradangan hati atau hepatitis. Komplikasi yang satu ini sering tidak menimbulkan gejala dan bisa membaik dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus, komplikasi cacar air ini bisa mengancam nyawa pengidapnya. 

Baca juga: Benarkah Pernah Alami Cacar Air Rentan Kena Herpes Zoster?

Salah satu cara terbaik untuk menghindari komplikasi adalah dengan mencegah serangan cacar air, caranya adalah dengan melakukan vaksin. Selain itu, biasakan juga untuk menerapkan pola hidup sehat untuk menghindari serangan virus. Biar lebih jelas, coba tanya tips menghindari dan menangani cacar air pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Very Well (Diakses pada 2019). Symptoms of Chickenpox
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Chickenpox