05 June 2018

Cacar Air Penyakit Sekali Seumur Hidup, Benarkah?

Cacar Air Penyakit Sekali Seumur Hidup, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Sering kita mendengar ungkapan bahwa setiap orang akan mengalami cacar air. Selain itu, cacar air disebut-sebut sebagai penyakit yang akan mengenai kita hanya sekali dalam seumur hidup. Pertanyaannya, apakah ungkapan ini benar adanya? Berikut penjelasannya!

Virus Penyebab Cacar Tidak akan Pergi

Varicella atau sebutan lain cacar biasa didapat pada anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh varicella zoster virus (VZV). Gejala - gejala yang timbul disertai dengan gelembung-gelembung kecil berisi cairan. Apabila kamu sudah pernah terkena cacar air, ternyata memang benar akan sangat kecil kemungkinan kamu terkena penyakit ini lagi. Namun, jangan turunkan kewaspadaanmu karena sebenarnya ungkapan ini tidak sepenuhnya benar.

Setelah kamu terkena cacar air, virus varicella akan menetap di dalam tubuh. Virus ini bisa saja aktif lagi di masa depan dan membuat masalah kesehatan. Dalam beberapa kasus, ada juga orang yang terkena cacar air beberapa kali dalam hidupnya. Hal ini terjadi karena virus cacar aktif kembali menyerang saat kondisi sistem kekebalan tubuh sedang menurun.

Komplikasi Jika Terkena Cacar yang Kedua Kali

Jika dalam jangka waktu tertentu virus aktif kembali dalam tubuh, biasanya akan muncul penyakit herpes zoster. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi tersendiri yang disebut postherpetic neuralgia. Herpes Zoster menimbulkan rasa nyeri dalam jangka waktu panjang setelah lepuh menghilang dan sering semakin parah. Komplikasi lain seperti infeksi bakteri pada kulit, jaringan lunak, tulang, sendi, atau bahkan aliran darah (sepsis). Selain itu, cacar kedua ini bisa menimbulkan pneumonia, radang otak (ensefalitis), dan toxic shock syndrome.

Cegah Cacar Air Lebih Baik daripada Mengobati

Pandangan bahwa cacar air pasti dialami setiap orang sering membuat kita menganggap remeh penyakit ini. Karena sebenarnya komplikasi bisa saja terjadi tidak hanya bagi yang mengalaminya lebih dari sekali, tetapi juga yang baru mengalaminya terutama ketika dewasa. Penyakit ini juga bisa jadi lebih berbahaya pada ibu hamil karena bisa mengganggu janin.

Karena itu, mencegah cacar air dengan proses vaksinasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah cacar air dan komplikasinya. Di Indonesia, cacar air tidak termasuk dalam daftar imunisasi wajib untuk anak, tetapi sangat dianjurkan untuk dilakukan. Pasalnya, penularan cacar air sangat mudah dan cepat terjadi. Kontak udara, ludah, dan lain-lain dapat menyebarkan virus ini dengan sangat mudah.

Jangan Ragu Hubungi Dokter

Memang tidak ada penanganan khusus terhadap cacar air. Tujuan pengobatannya hanya untuk mengurangi gejalanya saja. Obat yang biasanya paracetamol untuk menurunkan demam, dan losion atau bedak kalamin untuk mengurangi rasa gatal pada kulit. Namun, jangan sampai lengah jika kamu mengalami gejala lain saat cacar air, seperti demam berlangsung lebih dari 4 hari, gatal semakin parah dan tidak bereaksi terhadap pengobatan, mual dan muntah yang terjadi lebih dari tiga kali, atau terjadi perdarahan pada bintil cacar.

Nah, jika kamu atau keluarga mengalami gejala diatas dan ingin tahu lebih banyak mengenai cacar air, yuk tanyakan pada dokter spesialis dengan menggunakan aplikasi Halodoc! Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja, di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!

Baca Juga: