Hati-Hati Cakaran Kucing Sebabkan Infeksi Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hati-Hati Cakaran Kucing Sebabkan Infeksi Berbahaya

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu pecinta kucing? Jika iya, dicakar kucing mungkin bukan hal yang aneh lagi. Namun sepertinya, mulai sekarang kamu tidak boleh menyepelekan luka bekas cakaran kucing, sebab ternyata bisa menimbulkan infeksi berbahaya. Nama infeksi itu adalah bartonellosis atau cat scratch disease.

Infeksi akibat cakaran kucing ini dialami oleh dokter hewan asal Wellington, New Zealand, Victoria Altoft. Cakaran kucing yang diterimanya pada 2010 lalu membuatnya harus mengalami banyak gejala yang mengganggu hingga bertahun-tahun setelahnya.

Ia mengalami nyeri otot dan kelelahan ekstrem yang dikiranya adalah gejala flu biasa, hingga kemudian penglihatannya kabur dan membuatnya merasa ada yang tidak beres. Ia pun memeriksakan diri ke dokter dan menjalani pemeriksaan MRI dan pungsi lumbar (lumbar puncture) untuk menguji cairan tulang belakangnya.

Baca juga: Bahaya Cakaran Kucing yang Perlu Diwaspadai

Setelah hasilnya keluar, dokter menemukan bahwa ia terinfeksi bakteri Bartonella, yang didapat dari cakaran kucing yang memiliki kutu. Mendengar diagnosis dokter, Altoft mengaku tidak menyangka bahwa cakaran kucing bisa memberikan efek yang begitu besar bagi tubuhnya.

Infeksi yang Tidak Bisa Dianggap Sepele

Infeksi yang menimpa Altoft tentu perlu menjadi perhatian. Ternyata luka cakaran kucing, yang mungkin selama ini dianggap luka ringan, bisa menyebabkan infeksi serius. Agar lebih jelas, mari kita bahas lebih lanjut tentang Bartonellosis atau cat scratch disease ini.

Bartonellosis atau yang lebih dikenal dengan cat scratch disease adalah infeksi yang disebabkan oleh cakaran kucing yang terinfeksi bakteri Bartonella henselae. Bakteri ini merupakan salah satu jenis bakteri paling umum di dunia, yang kerap ditemukan di mulut atau cakar kucing.

Baca juga: 3 Hewan Rumahan yang Bisa Membawa Penyakit

Ketika mengalami cat scratch disease, infeksi dapat menyebar ke kelenjar getah bening terdekat dari luka cakaran. Perlu diketahui bahwa kelenjar getah bening merupakan kumpulan jaringan yang memiliki peran dalam melawan infeksi.

Cat scratch disease adalah penyakit yang umumnya terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Penyakit ini biasanya lebih umum terjadi pada mereka yang memelihara kucing atau bersinggungan dengan kucing setiap hari.

Gejala yang Dapat Muncul Beberapa Hari Setelah Dicakar

Gejala umumnya dapat terlihat beberapa hari setelah dicakar. Pertama, biasanya akan muncul benjolan yang melepuh di tempat gigitan atau cakaran yang sering kali mengandung nanah. Mulai 1 hingga 3 minggu kemudian, kelenjar getah bening yang terdekat dengan benjolan akan mulai membengkak. Pembengkakan berarti sel darah putih (lymphocytes), yang merupakan sel pelawan infeksi, bertambah banyak dan melawan bakteri.

Tanda dan gejala khas lainnya dari cat scratch disease adalah:

  • Mual dan muntah.

  • Sakit kepala.

  • Demam.

  • Nyeri otot atau sendi.

  • Kelelahan.

  • Kehilangan selera makan.

  • Menurunnya berat badan.

Baca juga: Cara Merawat Kucing Peliharaan agar Tak Terjangkit Toksoplasmosis

Bagaimana Mengobatinya?

Infeksi bartonellosis biasanya hilang dalam satu hingga dua minggu dengan pengobatan antibiotik. Kecuali jika sistem imun tubuh tidak bekerja dengan baik. Sistem imun tubuh dapat menangani infeksi tanpa antibiotik pada kasus-kasus yang ringan. Orang-orang dengan imun yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS) mungkin akan mengalami infeksi yang lebih parah dan umumnya membutuhkan antibiotik.

Selain mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter, pengidap cat scratch disease juga perlu melakukan perawatan rumahan, seperti:

  • Istirahat hingga demam turun dan energi kembali.

  • Konsumsi antibiotik hingga habis, apabila diresepkan oleh dokter.

  • Perhatikan luka cakaran dari kucing untuk tanda-tanda infeksi.

  • Jangan memegang hewan-hewan yang tidak dikenal.

  • Hindari bermain dengan kucing jika merasa dalam kondisi kurang sehat.

  • Cuci tangan dengan sabun setiap kali bermain, membelai, atau menggendong kucing.

Itulah sedikit penjelasan tentang bartonellosis atau cat scratch disease. Jika kamu mengalami tanda-tanda yang telah dipaparkan tadi, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit pilihan kamu. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!