Cara Ampuh untuk Mengobati Mononukleosis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 Mononukleosis

Halodoc, Jakarta - Seperti yang sudah diketahui bahwa penyebab mononukleosis adalah virus Epstein-Barr (EBV). Virus ini merupakan anggota famili virus herpes dan merupakan salah satu virus yang paling umum menginfeksi manusia di seluruh dunia.

Biasanya, virus ini akan menular melalui kontak langsung dengan air liur dari mulut orang yang terinfeksi dan tidak bisa ditularkan melalui kontak darah. Kamu bisa saja terpapar virus ini melalui batuk atau bersin, berciuman, atau berbagi makanan atau minuman dengan orang yang mengalami mono.

Diperlukan setidaknya empat hingga delapan minggu bagi gejala untuk muncul setelah kamu terinfeksi. Pada usia remaja dan dewasa, infeksi ini menyebabkan gejala yang bisa diamati pada 35 hingga 50 persen kasus. Sementara pada anak-anak, virus ini umumnya tidak menimbulkan gejala dan infeksi ini seringkali sulit dikenali.

Baca juga: Waspada, Mononukleosis pada Bayi Bisa Tertular Karena Ciuman

Kamu perlu waspada dengan penyakit ini, karena pengobatan mononukleosis belum ditemukan hingga saat ini. Tindakan medis juga tidak diperlukan karena penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu melalui perawatan di rumah. Berbagai cara pengobatan mononukleosis yang bisa kamu lakukan adalah:

  • Istirahat diperlukan untuk meningkatkan sistem imun dan membantu tubuh  melawan infeksi. Perbanyaklah istirahat, terutama pada minggu ke-1, hingga ke-2 sejak gejala awal mononukleosis muncul.

  • Konsumsi cairan yang banyak, harus dilakukan untuk membantu meredakan demam, mengatasi radang tenggorokan, dan mencegah dehidrasi.

  • Hindari aktivitas berat, seperti olahraga ekstrem atau terlalu sering mengangkat beban berat, setidaknya selama 4-6 minggu setelah kamu terdiagnosa mononukleosis. Aktivitas ini bisa menyebabkan pembengkakan organ limpa. Benturan yang cukup keras juga bisa menyebabkan pecahnya limpa.

  • Kumur mulut dengan air garam, supaya meredakan sakit tenggorokan. Larutkan 1,5 sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Lakukan ini beberapa kali dalam satu hari.

  • Kompres dingin atau panas, guna meredakan pegal atau nyeri otot yang dialami.

  • Hindari konsumsi alkohol, untuk mencegah gangguan fungsi hati semakin memburuk.

Baca juga: Bukan Demam Biasa, Mononukleosis Bisa Ditularkan Lewat Air Liur

Selain pengobatan yang bisa kamu lakukan di rumah seperti di atas, biasanya dokter juga akan memberikan resep obat untuk meredakan gejala yang dialami pengidap, yaitu:

  • Obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, untuk meredakan nyeri otot sekaligus demam yang dialami.

  • Kortikosteroid. Ini adalah jenis obat anti-radang untuk meredakan pembengkakan pada amandel dan peradangan pada tenggorokan.

Setelah melakukan pengobatan dan proses infeksi terlewati, tubuh biasanya akan membentuk sistem kekebalan permanen, sehingga kemungkinan untuk mengalami mononukleosis kembali sangatlah kecil. Namun, pada beberapa pengidap, virus bisa saja tetap tinggal di dalam air liur dalam bentuk tidak aktif. Virus ini bisa ditularkan ke orang lain atau kembali aktif dalam kondisi tertentu.

Baca juga: Meski Menular, Demam Akibat Mononukleosis Bisa Dirawat DI Rumah

Jika gejala penyakit mononukleosis tidak kunjung reda atau malah memburuk setelah pengobatan, apalagi jika mengalami keluhan sulit menelan makanan atau cairan, mengalami nyeri perut hebat, atau sesak napas, sebaiknya temui dokter. Kamu bisa melakukan pemeriksaan mononukleosis oleh dokter dengan langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Mudah bukan? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!