Hal yang Bisa Dilakukan untuk Bantu Pengidap Lewy Body Dementia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hal yang Bisa Dilakukan untuk Bantu Pengidap Lewy Body Dementia

Halodoc, Jakarta - Lewy bodies mengacu pada gumpalan protein yang terbentuk di otak. Ketika terjadi pertumbuhan, gumpalan protein ini menyebabkan berbagai masalah dengan cara otak bekerja, termasuk kemampuan mengingat, bergerak, keterampilan berpikir, suasana hati, dan perilaku. Permasalahan ini bisa membuat kamu tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari, yang erat kaitannya dengan demensia. 

Setelah penyakit Alzheimer, lewy body dementia menjadi jenis penyakit demensia yang paling umum, biasanya menyerang orang-orang berusia di atas 50 tahun. Gangguan kesehatan ini dimulai ketika kamu kesulitan menggerakkan tubuh. Pada waktu yang bersamaan, kamu mulai mengalami gangguan pikiran dan memori yang mirip dengan penyakit Alzheimer, bersama dengan terjadinya perubahan perilaku hingga dapat mengalami halusinasi. 

Cara Mudah Bantu Pengidap Lewy Body Dementia

Sebenarnya, pembentukan gumpalan protein di otak tidak hanya terjadi pada orang-orang yang mengidap lewy body dementia, tetapi juga pada pengidap penyakit Parkinson. Penumpukannya terjadi pada area otak yang bertanggung jawab untuk fungsi otak yang krusial, termasuk berpikir, persepsi visual, dan pergerakan otot. 

Baca juga: Bisakah Usia Muda Terkena Lewy Body Dementia?

Tidak ada penyebab pasti mengapa endapan protein ini terjadi dan bagaimana bisa terjadi kerusakan pada otak. Diperkirakan protein memengaruhi fungsi normal otak dengan mengganggu sinyal yang dikirim di antara sel otak menjadi penyebabnya. Untungnya, lewy body dementia tidak termasuk penyakit yang diturunkan, meski pada kasus yang langka, penyakit ini terjadi pada riwayat keluarga. 

Kapan saja kamu mengetahui adanya gejala pada diri atau orang terdekat, jangan sampai menunda untuk melakukan pemeriksaan. Sekarang, bertemu dengan dokter untuk berkonsultasi tidak sulit, karena kamu bisa membuat janji temu di rumah sakit mana saja, atau menggunakan fitur Tanya Dokter yang ada di aplikasi Halodoc

Biasanya, penanganan demensia dilakukan dengan pemberian obat antipsikotik. Sayangnya, jenis obat tersebut membuat gejala lewy body dementia menjadi lebih buruk. Ini artinya, kamu perlu melakukan pendekatan tanpa obat, seperti berikut ini. 

  • Toleran terhadap perilaku. Seseorang dengan demensia jenis ini tidak terpengaruh oleh halusinasi yang muncul. Namun, efek samping dari pengobatan mungkin bisa lebih buruk daripada halusinasi itu sendiri.

  • Modifikasi lingkungan. Kurangi kebisingan dan distraksi yang mengganggu bisa membuat pengidap demensia menjadi lebih mudah dalam melakukan aktivitas. 

  • Tawarkan respons yang menenangkan. Respons yang diberikan bisa berpengaruh pada pengidap demensia. Jadi, berikan tanggapan yang menenangkan bagi pengidap supaya mereka menjadi lebih nyaman. 

  • Buat rutinitas harian dan pastikan pengidap melakukan tugas yang sederhana. Berikan pengidap rutinitas dan aktivitas yang sederhana dan lebih mudah, dan fokuslah pada keberhasilannya, bukan kegagalan. Ini bisa membantu pengidap terlepas dari kebingungan. 

Baca juga: Lewy Body Dementia dan Alzheimer, Apa Bedanya?

Perubahan Gaya Hidup Juga Bantu Pengidap Lewy Body Dementia

Kamu harus tahu bahwa gejala dan perkembangan dari lewy body dementia tidak sama pada setiap orang. Tips berikut mungkin membantu untuk menghadapi situasi tersebut. 

  • Bicaralah dengan jelas dan sederhana. Pertahankan kontak mata dan bicara perlahan. Gunakan kalimat sederhana, dan jangan terburu-buru dalam menanggapinya. Berikan satu petunjuk dalam satu waktu dan gunakan paduan gerakan dengan isyarat, seperti misalnya menunjuk ke satu objek. 

  • Ajak Berolahraga. Manfaat olahraga sudah tidak perlu diragukan lagi, termasuk peningkatan fungsi fisik, perilaku, dan penurunan terhadap gejala depresi. Olahraga membantu memperlambat penurunan mental pada pengidap demensia

  • Berikan stimulan pikiran. Ajak pengidap berpartisipasi dalam aktivitas permainan, teka-teki silang, atau kegiatan lain yang melibatkan penggunaan keterampilan berpikir dan membantu melambatkan penurunan mental.

Baca juga: 6 Tanda Lewy Body Dementia di Usia 50an