12 December 2018

Inilah Cara-cara Berinteraksi dan Merawat Pengidap Alzheimer

Inilah Cara-cara Berinteraksi dan Merawat Pengidap Alzheimer

Halodoc, Jakarta - Penyakit Alzheimer dapat menurunkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara perlahan. Berkomunikasi dengan seseorang yang mengidap penyakit Alzheimer membutuhkan kesabaran, pemahaman, dan keterampilan untuk mendengarkan dengan baik apa yang orang tersebut inginkan.

Perubahan dalam Berkomunikasi

Pengidap penyakit Alzheimer akan mengalami perubahan dalam kemampuan untuk berkomunikasi. Kondisi tersebut dapat berbeda-beda pada setiap pengidapnya, tergantung pada seseorang yang merawatnya dan tempat ketika mengalami penyakit tersebut. Hal-hal yang mungkin akan kamu lihat ketika penyakit tersebut semakin berkembang, antara lain:

  • Sulit untuk menemukan kata yang dimaksud.

  • Menggunakan kata-kata yang akrab dengannya berulang kali.

  • Sulit untuk menemukan nama benda yang dimaksud, sehingga menjelaskan bentuknya.

  • Sulit untuk berbicara tetap dalam satu topik.

  • Sulit untuk mengatur kata-kata ketika bicara.

  • Lebih memilih untuk menggunakan isyarat daripada berbicara.

Berkomunikasi dengan Pengidap Alzheimer Tahap Awal

Alzheimer tahap awal atau disebut dengan Alzheimer ringan umumnya masih dapat berkomunikasi dengan baik dan tetap terlibat dalam kegiatan sosial. Namun, kemungkinan ia akan mengulang-ulang cerita dan lelah mencari kata-kata yang tepat ketika berkomunikasi. Cara untuk berkomunikasi dengan pengidap tersebut yaitu dengan:

  • Jangan berasumsi tentang kemampuan komunikasi pengidap Alzheimer, karena dapat berbeda-beda.

  • Libatkan pengidap Alzheimer dalam percakapan.

  • Berbicaralah langsung dengannya dibanding melalui orang lain.

  • Selalu dengarkan ketika ia bercerita tentang apapun atau membutuhkan apapun.

  • Jangan mengganggunya kecuali diminta.

  • Jangan menjauh dari seorang pengidap Alzheimer, karena ia membutuhkan dukungan dari lingkungannya.

Berkomunikasi dengan Pengidap Alzheimer Tahap Menengah

Pada tahap ini, umumnya penyakit dapat berkembang selama bertahun-tahun. Sejalan dengan berkembangnya penyakit tersebut, pengidapnya akan kesulitan untuk berkomunikasi dan membutuhkan perawatan secara langsung. Cara untuk berinteraksi dengan pengidapnya adalah:

  • Selalu libatkan ia dalam percakapan berdua dengan suasana yang tenang.

  • Cara bicara harus pelan dan jelas.

  • Selalu melakukan kontak mata.

  • Luangkan waktu untuk merespons yang akan ia katakan.

  • Selalu sabar dalam menghadapi pengidap Alzheimer.

  • Hindari perdebatan dengannya.

Berkomunikasi dengan Pengidap Alzheimer Tahap Akhir

Alzheimer tahap akhir yang sudah mulai parah akan mengalami perubahan dalam beberapa minggu hingga beberapa tahun. Selain itu, seseorang dengan penyakit Alzheimer hanya bergantung pada komunikasi non-verbal, seperti ekspresi wajah atau isyarat. Untuk itu, pengidap harus mendapat penjagaan 24 jam dan cara untuk berkomunikasi dengan pengidapnya adalah:

  • Dekati ia dari depan dan tunjukkan diri kamu.

  • Selalu berusaha untuk berkomunikasi dengan bahasa non-verbal.

  • Gunakan sentuhan, suara, dan bau sebagai komunikasi dengan orang tersebut.

  • Perhatikan cara penyampaiannya, karena terkadang emosinya berperan penting sebagai bentuk ekspresi.

  • Selalu hormati dan hargai pengidap Alzheimer.

Karena penurunan daya ingat dan kemampuan untuk melakukan banyak hal menjadi terkendala, pengidap menjadi rentan mengalami depresi. Cara-cara di bawah ini yang dapat kamu lakukan untuk membantu pengidapnya menjalani kehidupan sehari-hari, antara lain:

  1. Buat Cacatan Kecil

Pengidap Alzheimer menjadi seorang yang sangat pelupa. Maka dari itu, buatlah banyak catatan kecil, supaya pengidap dapat mengingat. Catatan kecil tersebut dapat berupa nomor telepon pengidap atau keluarga, alamat rumah, cara menggunakan suatu alat, dan lainnya.

  1. Jangan Memaksa

Salah satu hal yang tidak boleh kamu lakukan pada pengidap Alzheimer adalah memaksanya melakukan sesuatu. Hal ini hanya dapat membuat pengidapnya merasa semakin tertekan dan tidak diinginkan. Keadaan tersebut justru dapat memperburuk kondisinya.

  1. Buat Suasana Nyaman Sebelum Tidur

Umumnya, perilaku pengidap Alzheimer dapat menjadi lebih buruk pada malam hari, karena perasaan cemas dan bingung yang meningkat. Maka dari itu, hal yang dapat kamu lakukan adalah membuat suasana tenang dan nyaman sebelum tidur. Cegah suara berisik timbul, lalu nyalakan lampu di kamarnya agar ia merasa tenang. Selalu batasi konsumsi teh dan kopi, supaya ia dapat tidur di malam hari.

Itulah cara berinteraksi dan merawat seseorang dengan penyakit Alzheimer. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal penyakit Alzheimer, kamu dapat bertanya pada dokter dari Halodoc. Komunikasi dapat dengan mudah dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Kamu juga bisa membeli obat di Halodoc. Tanpa perlu keluar rumah, pesananmu akan sampai tujuan dalam waktu satu jam. Ayo, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: