11 April 2018

Cara Cegah Persaingan Antara Kakak dan Adik

Cara Cegah Persaingan Antara Kakak dan Adik

Halodoc, Jakarta – Mencegah persaingan kakak adik memang gampang-gampang susah. Namanya juga anak-anak, makanya wajar saja bila ada perseteruan yang terjadi sehari-hari. Namun, kalau dibiarkan terus-menurus dan enggak ditangani dengan baik, persaingan itu bisa terbawa hingga mereka dewasa kelak, lho.

Seperti dilansir Daily Mail, kata ahli dalam buku Sibling Rivalry: Seven Simple Solutions, ada sedikit rasa cemburu antara kakak dan adik itu normal kok. Nah, yang perlu ibu perhatikan, hal itu lama-kelamaan bisa berubah menjadi perasaan iri hingga menyebabkan seseorang berperilaku buruk.

Iri hati pada saudara kandung sendiri seperti luka yang mendalam dan bikin hubungan jadi enggak nyaman. Dalam kasus yang lebih dalam, persaingan ini bisa jadi membuat mereka tidak sanggup menerima bila saudara kandungnya sukses dan bahagia. Kalau sudah begini, tentu makin runyam urusannya, kan?

Lalu, bagaimana cara mencegah persaingan kakak adik agar hubungan mereka berjalan dengan harmonis? Nah, berikut tips yang bisa dilakukan orangtua menurut para ahli.

  1. Jangan Membandingkan-bandingkan Mereka

Selain enggak bijak, membandingkan kemampuan atau sifat anak bisa berdampak negatif bagi hubungan mereka. Sebenarnya, memang alamiah bila orangtua memperhatikan sifat, kemampuan, atau karakter mereka. Namun, cobalah untuk tidak menunjukkannya di depan mereka. Pasalnya, hal ini  malah akan memicu konflik semakin tajam. Selain itu, orangtua juga sebaiknya tidak langsung membela salah satu anak bila terjadi konflik.

Contoh sederhananya, bila kakak bertengkar dengan Si Kecil karena adik ingin meminjam mainan, jangan langsung menyuruh kakak untuk meminjamkannya karena dirinya lebih besar dan harus mengalah. Cobalah untuk meminta mereka agar memainkan permainan itu secara bergantian.

(Baca juga: 3 Cara Ciptakan Lingkungan Sehat Untuk Anak Cerdas)

2. Jeli Pada Keunikan Anak

Bersikap adil pada mereka terkadang memang enggak mudah. Oleh sebab itu, untuk mencegah persaingan kakak adik cobalah fokus pada keunikan atau kebutuhan khusus masing-masing anak. Misalnya, kamu bisa membelikan hadiah yang berbeda sesuai kegemarannya dan kebutuhan masing-masing anak. Bukannya membeli hadiah yang sama agar terlihat adil di depan mereka. Contoh lainnya, kamu bisa memasukkan mereka ke tempat kursus yang berbeda sesuai bakat dan keiginannya. Nah, hal ini bisa menjadi cara untuk mengurangi persaingan di antara mereka.

(Baca juga: 5 Ucapan Orangtua yang Menyakiti Anak)

  1. Kasih Sayang Harus Sama Pada Tiap Anak

Untuk mencegah persaingan kakak adik semakin tajam, yang satu ini enggak boleh diganggu-gugat. Menurut ahli, bersikap adil pada tiap anak sulit dilakukan jika kamu mengartikan adil sebagai memperlakukan setiap anak dengan cara yang sama. Yang perlu diingat, setiap anak berhak mendapatkan porsi perhatian dan kasih sayang orangtua. Jadi, sediakanlah waktu untuk berinteraksi dengan tiap anak, ya.

Selain itu, hindarilah untuk melabelkan anak sebagai “anak favorit ayah” atau “anak emas ibu”. Sebab pelabelan itu bisa membuat salah satu anak merasa tidak dipedulikan atau tidak disayangi.

  1. Tangani Konflik Dengan Bijak

Untuk mencegah persaingan di antara kakak adik, orangtua tentunya harus pintar-pintar mengatasi konflik yang terjadi. Bila terjadi konflik di antara kakak adik, kamu sebaiknya tidak langsung “masuk” untuk mengatasi masalahnya. Pertama-tama, biarkanlah mereka berusaha untuk menyelesaikannya terlebih dahulu.

Nah, kalau masalah itu enggak selesai dan makin berlarut-larut, barulah orangtua perlu turun tangan. Namun, yang perlu diingat saat melakukan intervensi, orangtua enggak boleh membela salah satu anak dan menyalahkan yang lain. Selain itu, sebaiknya orangtua  juga enggak mencari siapa yang benar dan salah. Terkadang hal semacam itu malah akan memunculkan perasaan bersalah di salah satu anak. Lama-kelamaan dirinya akan merasa disisihkan dari yang lain.

Punya keluhan medis dan ingin meminta saran dokter anak dengan cepat? Yuk, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai masalah tersebut. Download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.