Ini Cara Mencegah Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Ini Cara Mencegah Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Halodoc, Jakarta - Anemia memiliki banyak jenisnya, salah satunya adalah anemia defisiensi vitamin B12 dan folat (vitamin B9). Kondisi ini berkembang saat tubuh kekurangan vitamin B12 atau folat yang dipenuhi melalui asupan makanan. Kedua vitamin tersebut dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Dalam kondisi anemia defisiensi vitamin B12 dan folat, sumsum tulang memproduksi sedikit jumlah sel darah merah. Tanpa pasokan sel darah merah yang sarat oksigen, maka fungsi beberapa anggota tubuh tidak bisa bekerja dengan baik. Seseorang yang mengalami penyakit ini akan mengalami beberapa gejala, di antaranya:

  • Kelelahan.

  • Sesak napas.

  • Pusing.

  • Kulit pucat atau kekuningan.

  • Detak jantung tidak teratur.

  • Penurunan berat badan.

  • Mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki.

  • Kelemahan otot.

  • Perubahan kepribadian.

  • Pergerakan yang goyah.

  • Linglung atau mudah lupa.

Baca Juga: Ini 5 Tanda Anemia pada Anak

Apa yang Menjadi Penyebabnya?

Kurangnya penyerapan B12 dan folat ini bukan hanya karena kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin B12 dan folat saja. Terdapat beberapa kondisi yang memicu penyakit ini muncul, antara lain:

  • Memiliki pernicious anemia yakni kondisi saat sel yang berperan dalam menyerap vitamin B12 pada lambung diserang oleh sistem kekebalan tubuhmu sendiri.

  • Pernah melakukan tindakan bedah pada organ pencernaan, seperti operasi pengangkatan bagian lambung atau bagian dari usus kecil, yaitu ileum. Tindakan bedah yang juga termasuk di dalamnya adalah operasi penurunan berat badan yang dilakukan oleh mereka yang mengalami kelebihan berat badan.

  • Memiliki gangguan pada saluran pencernaan, seperti sariawan (dikenal sebagai penyakit celiac), penyakit Crohn, tumbuhnya bakteri pada usus kecil, atau parasit.

Baca Juga: 3 Fakta Tentang Anemia Defisiensi Zat Besi dan Folat

Kiat Mencegah dan Mengatasi Kekurangan Vitamin B12 dan Folat

Pengobatan pada anemia defisiensi vitamin B12 atau folat tergantung pada penyebab kondisi tersebut. Langkah penanganan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Meningkatkan asupan makanan atau minuman yang kaya folat dan vitamin B12. Makanan menjadi sumber vitamin B12 antara lain adalah telur, daging ayam, kerang, daging, serta susu. Sedangkan makanan yang kaya dengan kandungan folat, yaitu buah jeruk, sayuran berdaun hijau, asparagus, kacang, toge, serta brokoli.

  • Pemberian suplemen vitamin B12. Untuk tindakan pertama, dokter memberi suplemen vitamin B12 dalam bentuk suntik. Kemudian, pengidapnya diberikan suplemen berbentuk tablet. Jika kondisi kekurangan vitamin B12 ini cukup parah, maka pengidapnya melakukan penyuntikan suplemen vitamin B12 secara teratur tiap bulan, yang mungkin juga bisa berlanjut hingga seumur hidup.

  • Pemberian suplemen folat atau dikenal dengan asam folat. Suplemen ini dikonsumsi sampai kadar folat dalam darah berangsur normal. Pemberian asam folat biasanya berlangsung selama 4 bulan. Jika penyebabnya tidak bisa tertangani, maka pengidap perlu mengonsumsinya seumur hidup.

Sementara itu, untuk mencegahnya, kita hanya perlu lebih rajin lagi konsumsi makanan yang kaya kandungan vitamin B12 dan folat.

Baca Juga: Ibu Hamil Alami Anemia, Ini Cara Mengatasinya

Itulah beberapa cara mencegah dan mengobati kekurangan vitamin B12 yang perlu kamu tahu. Namun jika gejala reaksi alergi tidak kunjung hilang atau malah semakin parah, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan melakukan penanganan yang tepat di rumah sakit, maka hal ini bisa meminimalisir risiko. Kini kamu pun bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui Halodoc. Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!