• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Cara Mencegah Gangguan Pencernaan saat Puasa

3 Cara Mencegah Gangguan Pencernaan saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Menjelang dan selama bulan puasa, sebaiknya kamu selalu menjaga kesehatan agar ibadah puasa berjalan dengan lancar. Salah satu kesehatan yang perlu kamu perhatikan adalah kesehatan pencernaan. Karena pola makan selama puasa yang berubah menuntut kamu harus menyesuaikannya. 

Sistem pencernaan yang sehat dapat mengatur fungsi kekebalan tubuh dan mengatur suasana hati dengan baik selama puasa. Masalah pencernaan yang umum ditemukan selama puasa di antaranya sembelit, diare, gas, mulas, mual dan muntah, serta kram usus. Untuk mencegah gangguan pencernaan ini, cobalah tips berikut:

1. Cukupi Asupan Makanan

Mengonsumsi makanan dalam porsi yang cukup saat sahur dan berbuka dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mencegah kamu makan berlebih. Daripada kamu makan dalam porsi besar saat berbuka, ada baiknya kamu makan dalam porsi kecil tetapi sering. Ini dapat membantu mencegah masalah pencernaan. 

Baca juga: Pencernaan Sehat Saat Puasa, Ini Tipsnya

Ketika kamu makan besar, sistem pencernaan kelebihan beban dan mungkin tidak bisa menangani makanan sebagaimana mestinya. Ini dapat menyebabkan mulas dari asam yang kembali dari lambung ke kerongkongan. Kelebihan lambung seperti ini dapat menyebabkan gas, mual, atau muntah.

Mengonsumsi lima hingga enam porsi kecil sepanjang berbuka dan sahur dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan secara keseluruhan. Pastikan kamu mengonsumsi campuran karbohidrat, protein, dan lemak yang menyehatkan jantung setiap kali makan. 

Hal yang penting untuk diingat adalah hindari berbaring setelah makan. Khususnya saat sahur sebaiknya jangan langsung tidur. Ini dapat meningkatkan risiko mulas dan mual.

2. Makan Lebih Banyak Serat

Kamu tentu tahu bahwa serat bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan kesehatan jantung. Namun, serat juga termasuk dalam komponen kunci dalam kesehatan pencernaan. Serat adalah makanan nabati dalam jumlah besar yang tidak bisa dicerna. Serat larut menciptakan gel di saluran pencernaan untuk membuat kamu kenyang, sementara serat tak larut menambah kotoran pada tinja.

Baca juga: Saat Puasa, Berapa Lama Pencernaan Beristirahat?

Total asupan serat harian yang direkomendasikan sebanyak 38 gram untuk pria dibawah 50 tahun dan 25 gram untuk wanita dalam kelompok usia yang sama. Orang dewasa di atas 50 tahun membutuhkan sedikit serat, dengan 30 gram sehari untuk pria dan 21 gram untuk wanita. 

Mendapatkan serat yang cukup selama berpuasa cukup membantu mencegah masalah pencernaan. Jika kamu tidak yakin apakah kamu sudah cukup memakan serat, pastikan makanan berikut ada dalam piring makan kamu, seperti sayuran, kacang polong, biji-bijian, dan buah-buahan. 

3. Minum Banyak Air

Kecukupan air sangat penting selama berpuasa. Air membantu kesehatan pencernaan dengan membantu membersihkan seluruh sistem. Ini sangat membantu dalam mencegah sembelit karena air membantu melunakkan feses. Selain itu, air dapat membantu sistem pencernaan kamu menyerap nutrisi dengan lebih efektif dan membantu tubuh memecah makanan. 

Selama puasa, usahakan untuk tetap minum sebanyak delapan gelas sehari dan kurangi minuman manis. Sebab, gula tambahan dapat memperburuk masalah pencernaan. 

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Saluran Cerna Saat Puasa

Gangguan Pencernaan yang Diwaspadai

Ketika masalah pencernaan tidak dapat diatasi dengan penyesuaian gaya hidup, maka itu saatnya kamu harus membicarakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Masalah kronis (berkelanjutan) dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang mungkin memerlukan perhatian medis. Termasuk:

  • Refluks asam.
  • Penyakit celiac.
  • Radang usus besar.
  • Penyakit Crohn.
  • Kolitis ulseratif.
  • Batu empedu.
  • Irritable bowel syndrome.
  • Infeksi virus atau parasit yang parah.

Masalah-masalah tersebut tidak dapat diselesaikan tanpa perhatian dari medis. Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera mendiskusikan kondisi kesehatanmu pada dokter. Dengan begitu, langkah penanganan yang tepat dapat dilakukan untuk mengatasinya. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Preventing Digestion Problems.
WebMD. Diakses pada 2020. Digestive Health Tips.