27 November 2018

Cara Mendeteksi Emboli Paru

Cara Mendeteksi Emboli Paru

Halodoc, Jakarta - Dalam dunia medis, tersumbatnya aliran darah juga disebut sebagai emboli. Kata ahli, kondisi ini terjadi ketika benda atau zat asing, seperti gumpalan darah atau gelembung gas tersangkut dalam pembuluh darah. Nah, gumpalan inilah yang nantinya akan menyebabkan penyumbatan aliran darah.

Penyumbatan ini akan menimbulkan gejala-gejala yang berbeda pada tiap orang, bergantung pada tipe dan lokasi pembuluh darah yang tersumbat. Dalam beberapa kasus, umumnya emboli ini terjadi pada bagian paru-paru dan otak. Lalu, seperti apa sih emboli paru itu?

Bisa Merusak Paru-paru

Emboli paru ini terjadi ketika pembuluh darah yang membawa darah  dari jantung menuju paru-paru mengalami penyumbatan. Penyumbatan ini sering kali disebabkan oleh gumpalan darah yang berasal dari kaki atau bagian tubuh lainnya.

Meski ukuran gumpalan darah yang menyumbat kebanyakan cukup kecil dan tak membahayakan nyawa, tapi pengidapnya harus tetap berhati-hati. Namun, sekecil apa pun gumpalan itu, tetap bisa merusak paru-paru. Nah, pengidapnya mesti membutuhkan perawatan secepatnya agar risiko rusaknya paru-paru tak semakin membesar.

Namun yang perlu diingat, bila ukuran gumpalan ini cukup besar bisa saja menghentikan aliran darah ke paru-paru. Jangan heran bila risiko kematian akibat emboli paru akan semakin meningkat.

Kenali Gejala-Gejalanya

Cara mendeteksi emboli paru memang gampang-gampang susah. Namun, kita bisa kok mendeteksi melalui gejala-gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini. Nah, berikut gejalanya menurut para ahli:

  • Napas pendek.

  • Batuk yang terjadi biasanya batuk kering, tapi bisa mengandung dahak atau darah.

  • Sakit di bagian dada, kondisi ini bisa berlangsung dalam menit hingga jam.

  • Sesak napas, gejalanya bisa muncul secara tiba-tiba dan bisa bertambah buruk.

  • Nyeri atau bengkak pada tungkai kaki, khususnya betis.

  • Pusing atau sakit kepala.

  • Berkeringat.

  • Mual atau muntah

  • Gelisah.

  • Tekanan darah rendah.

  • Bunyi saat benapas.

  • Tangan berkeringat.

  • Kulit kebiru-biruan.

Deteksi Lewat Pemeriksaan

Cara mendeteksi emboli paru paling jitu tentunya melalui pemeriksaan dokter. Pasalnya, gejala penyakit ini hampir sama dengan serangan jantung, asma, pneumonia, bahkan serangan panik. Nah, berikut beberapa cara pengujian yang bisa dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit ini.

1. Tes Darah

Tujuannya mencari unsur yang bernama D dimer, yaitu protein di dalam darah yang muncul setelah adanya gumpalan darah yang terurai. Kata ahli, bila kadar D dimer ini cukup tinggi, maka ada gumpalan darah yang lepas dan beredar di pembuluh darah.

2. Pemindaian

Pemindaian di sini bisa melalui MRI atau CT scan untuk melihat posisi penggumpalan darah yang terjadi. CT scan ini berfungsi untuk memastikan kalau gejala-gejala yang muncul bukan akibat pembesaran jantung atau pneumonia.

3. Angiogram Paru.

Nah, tes yang satu ini merupakan tes yang paling akurat untuk mendeteksi emboli paru. Kata ahli, tes ini akan memberikan gambar aliran darah pada semua arteri di paru-paru. Tes ini punya tingkat kesulitan yang tinggi, oleh sebab itu tesnya biasanya dilakukan ketika tes lain gagal untuk mendapatkan diagnosis.

4. Analisis Gas Darah.

Dalam tes ini, kadar oksigen akan dideteksi bila kadarnya turun dalam pembuluh darah arteri secara tiba-tiba, yang bisa saja menandai emboli paru.

Punya keluhan kesehatan pada paru-paru? Segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa juga lho bertanya kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: