Begini Cara Mendeteksi Tumor Ganas dan Tumor Jinak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Begini Cara Mendeteksi Tumor Ganas dan Tumor Jinak

Halodoc, Jakarta - Tumor adalah gangguan berupa benjolan yang menetap atau semakin besar, yang bisa tumbuh di bagian tubuh mana saja. Berdasarkan tingkat keganasannya, tumor terbagi menjadi 2, yaitu tumor jinak dan ganas. Namun, tahukah kamu cara deteksi tumor yang tumbuh ganas atau jinak?

Secara medis, tumor dijelaskan sebagai pertumbuhan sel atau jaringan yang terus-menerus, tak terkendali, dan tak memiliki fungsi di dalam tubuh. Tumor jinak memiliki nama medis ‘benigna’, sedangkan tumor ganas bernama ‘maligna’. Untuk tahu bedanya, berikut akan dijelaskan satu persatu.

Baca juga: Trauma Kepala Berat Bisa Sebabkan Tumor di Kemudian Hari?

Tumor Jinak

Tumor jinak adalah pertumbuhan sel abnormal, tetapi tidak menyerang jaringan di dekatnya. Tumor ini tumbuh secara lambat dan umumnya tidak berbahaya. Barulah dikatakan berbahaya jika tumor ini pertumbuhannya semakin lama menekan jaringan darah atau saraf.

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab dari tumor jinak. Namun, perkembangan tumor ini diketahui memiliki kaitan dengan beberapa faktor berikut:

  • Genetik atau faktor keturunan.

  • Faktor lingkungan seperti paparan (terekspos) dengan sinar radiasi.

  • Diet. Kebiasaan makan yang tidak teratur, serta kurang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya tumor jinak.

  • Stres. Kemunculan stres dapat memicu terjadinya tumor jinak di berbagai bagian dari tubuh.

  • Trauma atau luka. Kondisi ini yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu terjadinya tumor jinak.

Bagaimana Penanganan Tumor Jinak?

Umumnya, tumor jinak tidak membutuhkan penanganan serius. Dokter biasanya akan melakukan pengamatan pada benjolan dan melihat apakah benjolan tersebut berpotensi menyebabkan gangguan lain di dalam tubuh. Jika pertumbuhan tumor telah mengganggu fungsi tubuh, operasi akan dilakukan untuk mengangkat tumor dari tubuh. Operasi akan dilakukan tanpa merusak jaringan yang ada di sekitar tumor.

Baca juga: Makanan Berpengawet Bisa Sebabkan Tumor Otak?

Tumor Ganas

Tumor jenis ini kerap disebut juga sebagai kanker. Munculnya benjolan akibat tumor ganas ini kerap dianggap sebagai gejala penyakit kanker. Perlu diketahui bahwa kanker merupakan penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh normal, yang berubah menjadi sel kanker.

Berbeda dengan tumor jinak, tumor ganas tumbuh secara cepat. Tumor ini juga memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan. Dalam medis, kondisi ini disebut metastasis.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya tumor ganas atau kanker. Berikut di antarnya:

  • Usia. Semakin usia kita bertambah, risiko mengidap tumor ganas juga dapat meningkat.

  • Faktor lingkungan, seperti paparan bahan kimia atau zat beracun (benzena, asbes, nikel, dan rokok). Di samping itu, paparan sinar radiasi seperti sinar ultraviolet dari matahari, sinar radiasi radiologi, sinar radiasi seperti jenis sinar alpha, gamma, dan beta. Sinar radiasi tersebut biasanya digunakan pada praktik kedokteran radiologi.

  • Keturunan. Beberapa jenis kanker dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik) seperti kanker payudara, kanker kulit, kanker rahim, kanker kolorektal (usus besar-anus), dan kanker prostat.

  • Pola makan. Terlalu banyak mengonsumsi daging berwarna merah, kurang asupan serat, terlalu banyak konsumsi garam, dan tidak makan sayur dan buah setiap hari, dapat meningkatkan risiko.

  • Gangguan sistem imun. Pengidap gangguan sistem imun akan berisiko mengalami kanker.

Baca juga: Sindrom Horner Bisa Jadi Gejala Tumor?

Bagaimana Penanganan Tumor Ganas?

Tumor ganas ditangani berdasarkan jenis dan stadium kanker yang dialami oleh pengidap. Berikut beberapa penanganan medis yang biasa dilakukan untuk tumor ganas:

  • Operasi pengangkatan tumor.

  • Terapi radiasi. Tindakan ini dilakukan untuk menghancurkan jaringan kanker, mengurangi ukuran kanker, dan menghilangkan gejala serta gangguan yang menyertainya.

  • Kemoterapi, yaitu pengobatan yang menggunakan obat keras (beracun/kimia) untuk merusak atau membunuh sel-sel yang tumbuh dengan cepat. Tujuannya adalah menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker pada tubuh pengidap.

Itulah sedikit penjelasan tentang perbedaan tumor jinak dan tumor ganas. Jika kamu memiliki benjolan menyerupai tumor, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit pilihan kamu. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!