• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mengobati Gangguan Panik yang Perlu Diketahui

Cara Mengobati Gangguan Panik yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Gangguan panik dapat terjadi ketika seseorang mengalami serangan panik berulang kali dan tidak terduga. Gangguan paning terjadi sebagai gelombang tiba-tiba dari rasa takut yang intens atau ketidaknyamanan yang memuncak dalam beberapa menit. 

Kamu mungkin akan mengalami gejala seperti jantung berdetak kencang, kesulitan bernapas, dan berkeringat saat mengalami serangan panik. Meskipun gejala ini bisa sangat menakutkan, keadaan ini dapat dikelola dengan pengobatan. Mengobati gangguan panik adalah bagian terpenting untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup. 

Baca juga:  Perlu Tahu, Ini Bedanya Serangan Panik dan Serangan Kecemasan

Cara Mengobati Gangguan Panik

Dengan mengobati gangguan panik, maka dapat membantu mengurangi intensitas dan frekuensi serangan panik, serta meningkatkan fungsi hidup. Pilihan pengobatan utama adalah psikoterapi dan obat-obatan. Satu atau kedua jenis perawatan tersebut biasanya akan direkomendasikan dokter, tergantung pada preferensi, riwayat, dan tingkat keparahan gangguan panik. 

Psikoterapi

Psikoterapi dengan terapi bicara dianggap sebagai pengobatan pilihan pertama yang efektif untuk mengatasi serangan panik dan gangguan panik. Psikoterapi dapat membantu kamu memahami gangguan panik dan belajar cara mengatasinya. 

Salah satu bentuk psikoterapi yang disebut terapi perilaku kognitif dapat membantu kamu belajar melalui pengalaman sendiri, bahwa gejala panik tidak berbahaya. Terapis akan membantu secara bertahap untuk menciptakan kembali gejala serangan panik dengan cara aman dan berulang. Saat gejala kepanikan tidak lagi terasa mengancam, maka gangguan panik mulai teratasi. 

Pengobatan yang berhasil akan membantu kamu mengatasi ketakutan terhadap situasi yang telah kamu hindari karena serangan panik. Pengobatan ini akan menghabiskan waktu dan tenaga. Kamu mungkin mulai melihat gejala gangguan panik berkurang dalam beberapa minggu dan biasanya gejala berkurang secara signifikan atau hilang dalam beberapa bulan. 

Baca juga: Ini Bedanya Serangan Jantung dan Serangan Panik

Obat-obatan

Obat-obatan dapat membantu mengelola gejala yang berkaitan dengan gangguan panik dan depresi. Beberapa jenis obat yang terbukti efektif dalam mengelola gejala serangan panik termasuk:

  • Inhibitor reuptake serotonin (SSRI). Biasanya aman dengan risiko rendah. Antidepresan SSRI biasanya direkomendasikan sebagai obat pilihan pertama untuk mengobat gangguan panik. 
  • Inhibitor reuptake serotonin dan norepinefrin (SNRI). Obat ini termasuk dalam antidepresan. 
  • Benzodiazepin. Obat penenang ini adalah depresan sistem saraf pusat. Obat ini umumnya hanya digunakan dalam jangka pendek karena dapat membentuk kebiasaan yang menyebabkan ketergantungan mental atau fisik. 

Obat-obatan bukan pilihan yang baik jika kamu memiliki masalah dengan alkohol atau penggunaan narkoba. Sebab, zat tersebut juga dapat berinteraksi dengan obat lain, sehingga menyebabkan efek samping yang berbahaya. Jika obat tidak bekerja dengan baik untuk kondisi kamu, tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan begitu, dokter dapat merekomendasikan obat lain atau menggabungkan obat-obatan tertentu untuk meningkatkan efektivitas. 

Baca juga: Serangan Panik Menyerang, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Gangguan panik biasanya merupakan kondisi kronis yang sulit untuk diobati. Beberapa orang dengan kondisi ini tidak mampu merespons dengan baik pengobatan yang dilakukan. Namun, ada juga yang mengalami pengurangan gejala melalui pengobatan. 

Kemungkinan gangguan panik tidak dapat dicegah. Namun, kamu dapat mengurangi gejala dengan menghindari alkohol dan stimulan seperti kafein serta obat-obatan terlarang. Jika kamu merasa terganggu dengan apa yang kamu alami berkaitan dengan gangguan panik, diskusikan situasinya pada psikiater atau psikolog. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Panic attacks and panic disorder.
Healthline. Diakses pada 2020. Panic Disorder.